Seperti anak-anak pada umumnya, Si Mbak dan Si Adik senang bermain air.
Di negri rantau ini untuk berenang di kolam renang terasa cukup mahal bagiku.
Dulu sekali, tatkala saya muda, saya pernah ditegur sewaktu berniat berenang di kolam renang. Saya pakai celana panjang katun dan kaos. Seorang petugas mendekati saya.
Dia sampaikan bahwa saya tidak diizinkan berenang karena melanggar aturan yang ada.
Saya pun memilih untuk tidak jadi berenang dibandingkan dengan memakai celana pendek.
Entah mengapa saya merasa sangat malu memakai celana pendek.
***
Kejadian itu pun terulang kembali. Kali ini bukan di negriku sendiri. Melainkan di negeri rantau. Sebuah negeri yang indah.
Kembali saya ditegur karena memakai celana tiga perempat dan kaos. Meskipun sudah saya perhitungkan, saya memakai bahan polyester.
Alasannya juga sama.
"Maafkan saya Pak. Saya hanya menjalankan tugas.
Aturannya berenang hanya boleh memakai short saja".
Saya pun mengerti, bahwasanya dia hanya menjalankan tugas.
Segera saya berhenti dan pulang.
Hari berikutnya saya diskusi dengan atasannya.
Saya meminta kebijaksanaan mereka.
Untuk diizinkan memakai celana sampai lutut dan kaos berbahan polyester. Setidaknya biar terjaga aurat saya.
Alhamdulillah, mereka pun mengerti dan saya diizinkan.
***
Semenjak hampir enam bulan lalu, kami selalu usahakan untuk berenang. Setidaknya sekali dalam sebulan.
Semoga tercatat sebagai ketaatan dalam mengikuti sunnah Nabi SAW.
Sudah berpotensi mengikuti sunnah, hati senang, dan badan begitu segar.
Matur nuwun Gusti....!
Alasannya juga sama.
"Maafkan saya Pak. Saya hanya menjalankan tugas.
Aturannya berenang hanya boleh memakai short saja".
Saya pun mengerti, bahwasanya dia hanya menjalankan tugas.
Segera saya berhenti dan pulang.
Hari berikutnya saya diskusi dengan atasannya.
Saya meminta kebijaksanaan mereka.
Untuk diizinkan memakai celana sampai lutut dan kaos berbahan polyester. Setidaknya biar terjaga aurat saya.
Alhamdulillah, mereka pun mengerti dan saya diizinkan.
***
Semenjak hampir enam bulan lalu, kami selalu usahakan untuk berenang. Setidaknya sekali dalam sebulan.
Semoga tercatat sebagai ketaatan dalam mengikuti sunnah Nabi SAW.
Sudah berpotensi mengikuti sunnah, hati senang, dan badan begitu segar.
Matur nuwun Gusti....!
***
Bulan ini aku habiskan biaya yang mahal untuk belajar.
Aku jadi tahu bahwasanya radiator cooler itu multifungsi. Pertama untuk mendinginkan air radiator coolant, kedua sebagai cooler dari discharge line AC compressor sebelum ke evaporator. Ketiga sebagai cooler dari oli transmisi.
Aku jadi tahu bentuk dan posisi dari termostart valve, beserta temperature sensor pada radiator coolant system.
Ilmu memang mahal harganya.
Sedikit demi sedikit pemahaman saya terus meningkat soal dunia mobil tua.
Dalam melakukan trouble shooting ada kalanya keliru dalam menganalisa. Ketika sebuah final element tidak bekerja sebagaimana mestinya. Kemungkinannya masalahnya ada empat. Pertama sensing elementnya yang bermasalah. Kedua masalah di controllernya. Ketiga masalah di final elementnya. Keempat adalah akibat dari masalah yang lain.
Saya pun mencobanya satu per satu dengan konsekuensi biaya yang saya keluarkan bisa jadi lebih besar. Sedari awal saya menyadari. Karenanya meski banyak biaya yang aku keluarkan aku tetap bahagia.
Aku pusing dan repot bolak-balik bengkel berulang-ulang kali.
Aku jalani dengan gembira.
Besok pagi rencananya akan saya lanjutkan proses pemecahan masalah itu. Yang sampai saat ini masih belum terpecahkan.
***
Sabtu, 21 Februari 2026
Operator Shelter, Liwa, Oman
Simon Dinomo
Bulan ini aku habiskan biaya yang mahal untuk belajar.
Aku jadi tahu bahwasanya radiator cooler itu multifungsi. Pertama untuk mendinginkan air radiator coolant, kedua sebagai cooler dari discharge line AC compressor sebelum ke evaporator. Ketiga sebagai cooler dari oli transmisi.
Aku jadi tahu bentuk dan posisi dari termostart valve, beserta temperature sensor pada radiator coolant system.
Ilmu memang mahal harganya.
Sedikit demi sedikit pemahaman saya terus meningkat soal dunia mobil tua.
Dalam melakukan trouble shooting ada kalanya keliru dalam menganalisa. Ketika sebuah final element tidak bekerja sebagaimana mestinya. Kemungkinannya masalahnya ada empat. Pertama sensing elementnya yang bermasalah. Kedua masalah di controllernya. Ketiga masalah di final elementnya. Keempat adalah akibat dari masalah yang lain.
Saya pun mencobanya satu per satu dengan konsekuensi biaya yang saya keluarkan bisa jadi lebih besar. Sedari awal saya menyadari. Karenanya meski banyak biaya yang aku keluarkan aku tetap bahagia.
Aku pusing dan repot bolak-balik bengkel berulang-ulang kali.
Aku jalani dengan gembira.
Besok pagi rencananya akan saya lanjutkan proses pemecahan masalah itu. Yang sampai saat ini masih belum terpecahkan.
***
Sabtu, 21 Februari 2026
Operator Shelter, Liwa, Oman
Simon Dinomo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar