Senin, 18 Mei 2026

Seorang diri... Menggigit akar pohon...!

Nah sodara : 
Kuawali tulisanku kali ini dari cerita Robinson Crusoe. Setelah mengalami pasang surut kehidupan yang drastis. Dia terdampar di sebuah pulau tak berpenghuni di daerah karibia. 
Di pulau itu dia tersadar bahwa tanpa society,... kekayaan, uang, emas tidak ada harganya. Tidak berarti sama sekali. 

***
Suatu waktu Pramoedya menuliskan : 
"Sejatinya dalam perikehidupan bersosial yang berlaku adalah sebuah asas,  bagaimana caranya membuat iri tetangga...!"
Aku lupa dalam buku'nya yang mana. Meskipun tidak sama persis penulisannya, namun secara konteks kurang lebih sama. 

***
Ahmad Tohari bercerita dengan judul : "Paman Doblo merobek layang-layang". 
Paman Doblo seorang yang baik hati, begitu dikenal bahkan kalangan anak kecil. Begitu diangkat menjadi satpam. Sikapnya berubah 360 drajat. Orang-orang sampai tidak habis pikir, terutama anak-anak Paman Doblo yang dulu mereka kenal, kini menjadi begitu bengisnya. 

***
Seseorang bercerita kepadaku : 
Mana kala ada pemilihan kepala desa di suatu daerah. Ada dua calon, calon pertama bergambar singkong. Calon kedua bergambar jagung. 
Keduanya punya tim sukses. Masing-masing menggelontorkan dana habis-habisan. Tim sukses terlihat begitu loyal dan setia. Siap menemani sampai mati sekalipun. Sebagaimana pengikut daimyo di era sengoku di Jepang sana.  Ketika hasil pemilihan diumumkan. Dimenangkan oleh calon bergambar singkong. 
Calon kedua bergambar jagung, ditinggalkan seorang diri. Tim sukses yang membelanya selama ini tidak ada satu pun yang membersamainya. Setelah mereka tahu, si calon kedua sudah tidak berharta. 
Dia pun berjalan kaki pulang kembali ke rumahnya. 

***
Di rumah ibu bapak-ku, warga desa.... berkenduri. Menurut mamak-ku hal ini sudah berlangsung semenjak mbah buyutku dulu. Mata rantai berikutnya adalah aku sendiri. Nampaknya aku bukanlah orang yang akan meneruskan tradisi - tradisi di kampungku. 
Generasi sudah hampir berganti. 
Yang ingin meneruskan tradisi itu juga bagus-bagus saja. Pun juga sebaliknya. 
Banyak hal yang berubah di dunia ini. 
Sejarah pun mencatat akhirnya Jepang pun memberlakukan era restorasi meiji. 
Dalam perekonomian perubahan pun terus bergulir, dahulu orang memakai gold standar ... kemudian gold standard dikonvert ke US dollar melalui perjanjian bretton woods... kemudian perjanjian bretton wood dibatalkan dan diganti  era fiat money.... entah apa yang akan terjadi berikutnya. 

Bukannya aku hendak membangkang, atau melawan konsensus. Aku bersyukur sekali, Tuhan pencipta langit dan bumi menganugerahkan kepadaku untuk menjadi seorang mukmin dan muslim. 
Aku ingin menjadi seorang muslim yang baik semampuku. Mungkin tidak semua orang akan mengerti. 
Kuingat-ingat hadits dari hudzaifah ibnu Yaman. Sampai saat ini itulah yang aku pegang sebagai prinsip perikehidupanku. 
Aku seorang diri, semuanya kelompok yang ada kuanggap sebagai sodara. Aku seorang diri menggigit akar pohon. Sedang kedepannya aku pun tak tahu. Apakah tetap begini, atau ikut dalam salah satu yang ada. Semoga Tuhan Pencipta langit dan bumi memberiku petunjuk. 

Seorang diri... ! mungkin aku akan tegilas habis oleh konsensus. Terlebih bila aku lemah secara finansial. Sedang aku tak pandai berbisnis. Tapi aku masih punya Tuhan Yang Maha Kaya. 
Lagi Pramoedya pernah menuliskan : 
"Manusia tanpa prinsip adalah manusia tengik....setengik tengiknya".
Dalam sebuah hadits yang lain pun dikatakan : Mereka yang memegang teguh agamanya ibarat memegang bara api. 

Dalam catatan historis Rahmad Abdullah menjelaskan dalam bukunya berjudul wali songo :
Suatu ketika Sunan Bonang mengingatkan Sunan Kalijogo. 
"Janganlah terlalu banyak berimprovisasi dalam berdakwah.... kelak dikemudian hari akan susah dikembalikan sebagaimana mestinya"
Dijawab oleh Sunan Kalijaga : 
"Biarlah itu menjadi tugas generasi berikutnya.....!"
Tentu saja pertimbangan Sunan Kalijaga juga masuk akal. Dengan jumlah yang sedikit perlu improvisasi agar menjadi banyak, tidak punah dan bisa menang. 
Entahlah .... benar dan salah biarlah Tuhan yang menilai. 

Bilamana sampai masanya aku menjadi mata rantai tertinggi. Mohon maaf sekali saya tidak bisa ikut dalam berbagai tradisi. Yang sekiranya tidak sejalan dengan prinsip kehidupanku. 
Monggo kalau tempatnya mau dipakai. Tapi saya tidak berpartisipasi. 
Aku paham tidak akan banyak yang mau mengerti kondisiku. 
Aku juga tidak memaksa orang-orang untuk memahamiku. 
Sekali lagi ... aku seorang diri ... menggigit akar pohon. Dan aku ingin menjadi seorang muslim yang baik semampuku. Sampai maut menjemputku. Semoga Tuhan Pencipta Langit dan Bumi ridho kepadaku. 

Gusti kawulo Nyuwun Tulung...kawulo Nyuwun Petunjuk. 


Minggu, 17 Mei 2026
Sohar, Oman
Simon Dinomo

Sabtu, 16 Mei 2026

Sendal Jepit dan Chromium aktif...!

Sudah sejak bebarapa tahun terakhir saya tidak memakai sendal eiger selama di Oman. Keistimewaan sendal eiger yang saya banggakan semenjak muda, seolah runtuh. Disamping agak berat bobot sendalnya. Kurang begitu cocok untuk type kaki saya. Bilamana sering terpapar air, atau basah atau lembab. Selang beberapa saat kaki saya menjadi bau. Jika tidak kaki saya menjadi "rangen", atau dalam bahasa populernya terkena kutu air. 
Sontak kaki menjadi gatal dan perih. 

Saya ingat waktu itu saya sedang berjalan-jalan di sebuah Mall di kota Sohar. Suara sendal saya terdengar sangat nyaring. Suara itu menjadikan orang orang disekitar untuk memandangi saya. Entah dari bahan lantai'nya yang spesial, atau bagaimana entahlah. 
Yang jelas saya jadi agak merasa kurang nyaman. 
Semenjak itu saya tinggalkan sendal eiger dan beralih ke sendal yang tersedia di sini.

Pertama kali saya beli hanya bertahan satu tahun, yaitu sendal medical dari India. 
Pas dipakai terasa begitu nyaman, empuk , ringan dan cepat kering. 
Bisa jadi karena panas cuaca yang tak kira-kira. Setelah kira-kira berumur setahun serampat dari sendal itu akhirnya putus. 
Saya beli lagi untuk kedua kalinya dengan model yang sama. Sampai sekarang. 
Kini umurnya sudah lebih dari setahun. 
Sebuah pencapaian yang luar biasa untuk sendal jepit saya. 
Meski kini sudah menganga seperti mulut buaya dan beberapa kali saya tambal pakai lem alteco. Rasa empuknya pun sudah menghilang. 

Saya jadi berpikir untuk membeli sendal baru. 

***
Banyak yang tidak tahu, apa yang musti saya kerjakan setiap harinya di tempat kerja.
Keseharianku di tempat kerja adalah menghandle Chromium aktif.
Jenis yang pertama bernama Acclaim yang mana ini adalah chromium bervalensi 3 plus.
Jenis yang kedua bernama Ucat B yang mana ini adalah chromium bervalensi 6 plus.
Secara teori Logam ini memiliki sifat kronis yang berbahaya. Ngeri sekali. 
Sifat carciogenicnya sangat tinggi. 
Dan hampir setiap hari, saya berurusan dengan logam tersebut. 
Saya sudah terlanjur tahu, sewaktu dahulu sekolah di jurusan kimia. 
Kadang kala terlalu banyak tahu malah jadi kurang baik. 
Apapun itu kehidupan harus terus berjalan. 
Lagi pula logam ini juga makhluknya Alloh ta'ala. Seberbahaya'nya logam chromium bila Alloh tidak menghendaki saya celaka yaa biasa saja, logam itu tidak akan mencelaka'kan. 

Saya pun berdamai dengan Chromium aktif. 
Dengan segala resiko yang berpotensi saya tanggung. Saya hanya berdoa dan terus berdoa kepada Tuhan pencipta langit dan bumi. 
Senantiasa memohom kemudahan dan pertolongan. 

Saya tidak terlalu perduli dengan kengerian logam Chromium. 
Saya berharap keberkahan dari rezeki yang saya dapatkan. 

Dan inilah jalan cerita yang musti saya jalani untuk saat ini. Tidak semua orang tahu dan paham perjuangan orang lain. Akan tetapi setiap orang punya perjuangannya masing-masing. Setiap orang punya beban dan resiko yang harus ditanggung. Apa pun itu semoga menjadi rezeki yang barakoh. 

Alhamdulillah, matur nuwun gusti. 

Sabtu, 16 May 2026
Liwa, Oman
Simon Dinomo

 

Rabu, 06 Mei 2026

Tukang AC ... Mangga Kalbathoor.

Karet penahan air intake manifold dari Kyai Sapu Angin ada yang rusak. Ketika di Kick Down ada suara aneh yang masuk sampai kabin kemudi. Seluruh manifold air intake goyang-goyang. Kemungkinan besar dari bagian inilah suara itu berasal. 
Planning awal sebenarnya pengen saya check secara general, engine mounting, kaki-kaki, absorbent, brake pad, brake shoe, fan belt. Tapi nanti sajalah. 
Konsumsi bahan bakar Kyai Sapu Angin terhitung baik. Terakhir isi full tank sekitar 8 Oman Real. Sampai hari ini sudah terpakai selama 9 hari. Masih tersisa 50 %. 

***
Menyetrika'kan baju di Laundry  terhitung mahal. Tarifnya dihitung per potong. Sore tadi aku mengambil baju yang aku setrika'kan. Biaya'nya 4.5 Oman Real. Di Indonesia menyetri'kan dengan jumlah yang sama biasanya berkisar antara 20 - 30 ribu rupiah. Bila dibandingkan artinya lima kali lebih mahal. 
Biar sajalah setidaknya biar UMKM tetep maju dan jaya. 

***
Awal bulan ini cuaca naik secara drastis. Tanpa AC sangat berat untuk bertahan. 
Kebetulan AC rumah mengalami masalah. Tidak dingin sama sekali. Aku panggilah tukang AC. 
"Sodara aku kira AC ini tidak perlu dibersihkan. Prediksi saya freon'nya habis. Sedang tahun kemarin freonnya baru saja diisi. Saya curiga ada kebocoran di system'nya." Kata saya. 
"Baiklah akan kami check. Pertama akan kami pressurize, kemudian akan kami check apakah ada yang bocor atau tidak. Baru kami ini freon baru. Biaya totalnya 25 Oman Real". Tukan AC itu menjelaskan. 
"Baiklah". Kata saya lagi. 
Tukang AC pun segera bekerja. Titik yang bocor sudah diperbaiki. Freon baru pun sudah diisi. AC'nya kini sudah dingin kembali, Alhamdulillah. 

***
Mendaftar member untuk menggunakan sarana olahraga di hotel bintang lima biayanya sebesar 185 Oman Real untuk satu tahun. Fasilitas itu mencakup Gym, Kolam renang, Sauna, Biliard, dan Ternis meja.  Ntahlah itu tergolong murah, atau mahal. 
Murah atau mahal itu cuma tergantung persepsi. 
Hanya saja untuk ukuran saya dengan finansial yang saya miliki. Masih terasa cukup mahal. Mengingat pentingnya olahraga, rasanya secara value sebenarnya masih OK juga. 
Entahlah akhirnya masih saya pikir pikir lagi. Mau Join atau tidak. 

***
Mangga Kalbathoor begitu melimpah di supermarket. Beberapa kali harganya pun termasuk murah berkisar 0.6 Oman Real. Sekitar 25-30 ribu rupiah per kilonya. 
Baik yang berasal dari Yaman atau Afrika. Jenis mangga ini berserat kasar. 
Seperti perkawinan antara mangga biasa dan pakel atau kweni. 
Karena sedang murah, saya beli-lah dengan porsi yang agak banyak. 

***
Lama tidak ngoprek laptop. Iseng-iseng saya check laptop saya ternyata driver IGPU'nya menghilang. 
Seingat saya harusnya terpasang Intel UHD grafik. Hardware tersebut tidak lagi terdeteksi saat saya check di device manager. 
Kebetulan laptop saya itu punya dua GPU. Saat ini urusan grafis dihandle oleh descrete GPU'nya yaitu GTX 1660 Ti. 
Saya tidak tahu bagaimana ceritanya kok tiba-tiba IGPU'nya menghilang. 
Jiwa ngulik saya sempet terusik untuk mencari tahu dan mengembalikan kembali IGPU tersebut. 
Saya pikir-pikir bukankah lebih baik dengan descrete GPU ini. 
Biarlah, toh masih bekerja dengan baik, daripada membuang-buang waktu. 
Akhirnya saya berdamai dengan hilangnya IGPU di laptop saya itu. 

Sudah dulu ya cerita kali ini. Sambung lagi lain waktu. 

Selasa, 06 April 2026
Sohar, Oman
Simon Dinomo

Senin, 13 April 2026

Resume Buku Filosofi teras...!

Pembukaan :
  • Alur bagaimana stress bisa merusak kesehatan tubuh. 
"Stres====Cemas====Depresi"

  • Sedang salah satu solusi yang bisa kita ambil adalah : 

"Catat hal-hal dalam hidup yang bisa atau pernah membuat kita bahagia. Misalnya olahraga, ngobrol, punya teman." 

Kemudian lakukan aktivitas yang membahagiakan. 

  • Management cemas dalam kehidupan sehari-hari adalah sama dengan menagement persepsi. 

  • Seorang praktisi STOA seharusnya merasakan keceriaan senantiasa dan suka cita yang terdalam. Karena ia mampu menemukan kebagiannya sendiri dan tidak menginginkan suka cita yang lebih daripada suka cita yag datang dari dalam. 
  • Tujuan Stoisisme :

    • Hidup bebas dari emosi negatif (sedih, marah, cemburu, curiga, baper, dll). Mendapatkan hidup yang tenteram. Ketentraman ini hanya bisa diperoleh dengan menfokuskan diri pada hal-hal yang bisa kita kendalikan. 
      Damai dan tenteram ini kokoh, karena berakar dari dalam diri kita, bukan pada hal-hal eksternal yang bisa berubah, hancur atau direnggut dari kita. 
Inti dari buku ini adalah statement berikut ini : 

  1. "Ada hal-hal di bawah kendali kita, ada hal-hal yang tidak di bawah kendali kita". 
    • Tidak dibawah kendali kita : 
      • Tindakan orang lain (kecuali tentunya dia berada di bawah ancaman kita)
      • Opini orang lain
      • Reputasi/popularitas kita
      • Kesehatan kita
      • kekayaan kita
      • kondisi saat kita lahir, seperti jenis kelamin, orang tua, saudara-saudara, etnis/suku, kebangsaan, warna kulit, dll.
      • Segala sesuatu di luar pikiran dan tindakan kita, seperti cuaca, gempa bumi, dan peristiwa alam lainnya. 
      • Ada banyak hal-hal yang belum ada di masa para filsuf STOA hidup, tetapi dapat kita kategorikan di sini, seperti harga saham, indeks pasar modal, razia sepeda motor, dan nilai tukar rupiah. 
      • Apa kata orang ? kalimat ini adalah salah satu tirani yang merupakan salah satu dari hal yang di luar kendali. 
      • Pamer/ini adalah umum dan normal. Filosofi teras, menempatkan kekayaan diri sendiri saja sebagai di luar kendali, apalagi kekayaan orang lain ?
      • Menghina ada di bawah kendali orang lain

    • Di bawah kendali kita : 
      • Pertimangan (Judgement), opini, atau persepsi kita. 
      • Keinginan kita
      • Tujuan kita
      • Segala sesuatu yang merupakan pikiran dan tindakan kita sendiri. 
      •  Merasa terhina ada di bawah kendali kita

    • Hal-hal yang ada di bawah kendali kita bersifat merdeka, tidak terikat, tidak terhambat, tetapi hal-hal yang tidak di bawah kendali kita bersifat lemah, bagai budak, terikat dan milik orang lain. Karenanya, ingatlah jika kamu menganggap hal-hal yang bagaikan budak sebagai bebas, dan hal-hal yang merupakan milik orang lain sebagai milikmu sendiri...maka kamu akan meratap, dan kamu akan selalu menyalahkan para dewa dan manusia. 
    • "Siapa pun yang mengingini atau menghindari hal-hal yang ada di luar kendalinya tidak akan pernah benar-benar merdeka dan bisa setia pada dirinya sendiri, tetapi akan terus terombang ambing terseret hal-hal tersebut. "
      (Epictetus ===Discourses)
    • Di semua situasi selalu ada bagaian di dalam diri kita yang tetap merdeka yaitu pikiran dan persepsi. 
    • Kita tidak bisa memilih situasi kita tetapi kita selalu bisa menentukan sikap atas situasi yang sedang dialami. 
    • Menggantungkan kebahagiaann pada hal yang di luar kendali sesungguhnya sangat rapuh dan sangat berisiko berujung pada kekecewaan. 
    • "Jika seseorang bisa membuktikan kekeliruan saya dan menunjukkan kesalahan saya dalam berpikir dan bertindak, saya dengan senang hati aka berubah. Saya mencari kebenaran yang tidak melukai siapa pun. Yang celaka adalah terus menerus bertahan dalam menipu diri sendiri dan ketidak pedulian."
      Marcus Aurelius === Meditations.
    • Kesalahpahaman yang umum tehadap stoikisme adalah mengira filosofi ini mengajarkan kepasrahan pada situasi. Karena siautasi eksternal adalah sesuatu di luar kendali seolah-olah kita hanya bisa mengubah persepsi saja dan tidak perlu berupaya apalagi bekerja keras. 
    • Kekayaan, kecantikan, kekuatan fisik tidak serta merta membuat seseorang 'lebih baik dari kita". Dalam filosofi teras, ada yang lebih nikmat daripada keinginan yang terpenuhi. Yaitu tiadanya keinginan itu sendiri. 

2.Alur pokok bahasan dalam buku ini : 

    • Identifikasi mana yang ada di dalam kendali dan mana yang ada di luar kendali. 
    • Fokus pada apa yang ada dalam kendali, Yaitu persepsi dan belajar bagaimana cara mengelolanya. 

      • Pada dasarnya semua emosi dipicu oleh penilaian, opini, persepsi kita. Keduanya saling terkait dan jika ada emosi negatif, sumbernya ya nalar atau rasio kita sendiri. 
      • Jika kamu susah karena hal eksternal, maka perasaan susah itu tidak datang dari hal tersebut. Tetapi oleh pikiran/persepsi sendiri. Dan kammu memiliki kekuatan untuk mengubah pikiran dan persepsimu kapan pun juga. 
      • Metoda dalam mengontrol persepsi : 

S-T-A-R ( Stop---Think ---Assest---Respond)

3. Mempersiakan mental dengan memikirkan bila hal terburuk terjadi.
  • Dalam kesadaran, pikirkan hal-hal negative yang mungkin bisa terjadi. Sehingga secara mental otomatis bisa prepare seandainya hal-hal tersebut benar-benar terjadi. Sedandainya tidak terjadi artinya kita akan lebih bahagia. 

"Musibah terasa paling berat bagi mereka yang mengharapkan hanya keberuntungan

Seneca===letter from a stoic 

 Tambahan : 

  • Sesungguhnya orang miskian bukanlah dia yang memiliki harta terlalu sedikit, tetapi dia yang masih menginginkan lebih.
    (Seneca===letter from a stoic)

  • Kamu tidak bisa dihina orang lain, kecuali kamu sendiri yang pertama tama menghina dirimu sendiri.
    (Epictitus====Enchridion)

  • Kesialan terburuk yang bisa menimpa seseorang yang kebanyakan duit adalah dia mengira orang-orang adalah temannya, padahal sebaliknya tidak demikian.
    (Seneca===letters) 


Sohar, Oman
Senin, 13 April 2026
Simon Dinomo

 

 

 

 

Rabu, 08 April 2026

Selamat datang Kyai Sapu Angin....!

Mengingat mobil adalah kebutuhan primer bagi saya selaku buruh di Oman. Saya berbahagia sekali sudah mendapatkan unit pengganti Kyai Garudo. 
Berhubung saya ini bukanlah seorang yang ahli dalam menginspeksi mobil, kalau sekiranya mobil yang saya peroleh itu banyak minusnya. Kesemuanya itu masih dalam koridor yang bisa ditolerir. 
Meski begitu segala mitigasi tentu saya lakukan. 
Termasuk mengundang teman saya, Juragan Gurameh, ST. Sebagai QC yang menemani saya, dan memberikan input-input dan insight'nya terkait mobil yang sedang kami cek. 
Jelek-jelek begini, hasil didikan dari tempat kerja yang sudah puluhan tahun. Meskipun sedikit sudah bisa membaca cara kerja controller. Beserta sensing element dan final elementnya. 
Malah controller yang ada pada system mobil itu hanyalah controller yang sederhana. Dibandingkan dengan yang ada di pabrik tempat kerjaku. 
Ilmu itu menjadi bekal tambahan untuk menilai dan mengobservasi apakah sebuah mobil itu bagus atau tidak. 

Lha terus setelah saya buat check list begini inilah detail kondisi unit yang saya peroleh : 
  • Stirnya ternyata sudah krowak sedikit. 
  • Rasa-rasanya di dalam cabin kok seperti bau wedus. Saya kemudian berpikir bisa jadi mobil ini dulunya pernah dipakai untuk mengusung dan mengangkut wedus. Welhadalah.... !
  • Kaca cover lampu kabin bagian depan, sebelah kiri ...bolong. 
  • Knob AC...putung alias potol alias patah. 
  • Laci penyimpanan tuasnya sudah rusak, sudah diganti pakai kawat. 
  • Hidrolis bagasi tidak jalan. Sekiranya mau ambil barang harus disangga sendiri pakai tangan. 
  • Radiator coolant levelnya kosong, tidak bersisa sama sekali di reservoir tank'nya. 
  • Tutup washer tank hilang...
  • Electric mirror kaca spion'nya rusak dan tidak jalan. Musti ditowel-towel manual pakai tangan. 
  • Bodi bagian sebelah kiri di bawah spion ada bekas nyusruk yang levelnya moderat. 
  • Lampu belakang sebelah kanan, pecah. 
Demikian itulah temuan-temuan saya terkait unit mobil yang saya dapatkan. Sedikit demi sedikit saya coba benahi dan perbaiki. 

***
Mobilnya kecil, mungil berwarna putih. Mesinnya juga kecil hanya 1200 cc. Kalau dibawa ke jalan tol begitu agak kurang sat set. Sangat jauh bila dibandingkan dengan Kyai Garudo dengan mesinnya yang 1800 cc. Yang sangat mak wush...wush...wush begitu. 
Toh secara fungsional mobil baru ini masih mumpuni, semisal mobilitas bolak-balik ke tempat kerja, untuk belanja bersama keluarga, mengantar kemana saja, dan banyak lagi. 
Soal keiritan bahan bakar entahlah, saya belum bisa membuat kesimpulan. Yang jelas dibanding Kyai Garudo tangki bahan bakarnya lebih kecil. 
Untuk mengisi full tank cukup dengan 6-7 oman real saja. Sedang Kyai Garudo untuk mengisi sampai full mencapai 9-10 oman real. 

Pasca pembelian mobil itu saya banyak dibantu oleh sahabat saya Bapak Letkol. Mulai dari pengurusan balik nama kendaraan, pengambilan unit dan banyak lagi. 
Matur nuwun Gusti. 

Di jalan tol, bilamana mobil-mobil besar menyalip. Angin hasil aerodinamika'nya menerpa sampai terasa goyang-goyang. Rasanya seperti mau kebur alias terbang tersapu oleh angin. 
Dari pengalaman itu, yang sangat rawan tersapu oleh angin, kunamailah mobil baru kami itu sebagai Kyai Sapu Angin...!

Semua minus yang melekat bersama Kyai Sapu Angin saya terima dengan bahagia. 
Sehat-sehat yaa Kyai. 
Matur nuwun Gusti. Matur nuwun Juragan Gurameh, ST. Matur nuwun bapak Letkol. 
Gusti nyuwun panjenengan paringi barakah dumateng Kyai Sapu Angin. 


Rabu, 08 April 2026
Liwa, Oman
Simon Dinomo


Sabtu, 28 Maret 2026

Melepas Kyai Garudo…!

Awal bulan puasa kemarin, pada akhirnya saya menjual Kyai Garudo. Semuanya terjadi secara cepat diluar planning yang matang. Begitulah sekiranya Tuhan Pencipta Langit dan Bumi itu berkehendak semuanya akan berjalan sebagaimana yang Dia kehendaki. 

Satu bulan terakhir saya berjibaku bolak-balik bengkel, dari pengamatan saya air radiator selalu berkurang. Kebocoran di sana sini seoalah hanya berganti-ganti tempatnya saja. Yang agak lebih saya perhatikan ada oil layer di dalam radiator coolant. Meski hanya sedikit, asumsiku potensinya ada kebocoran di system oli matic dari gear box transmisi atau engine oil yang mengalami kebocoran, sehingga masuk di radiator coolant. 

Sampailah pada kondisi dimana system default dari controller tidak mampu lagi menjaga engine temperature. Dalam kondisi iddle kipas radiator berjalan full load. Padahal secara teori mustinya hanya berjalan secara intermitten menyesuaikan temperature aktual di dalam engine. 

“Sodara indonesi… lebih baik mesinmu kamu ganti saja. Untuk type mobilmu ini harusnya mesin utuh tidaklah terlalu mahal. Kalau hanya di repair sepengalaman saya, masalahnya hanya akan berulang terus menerus. “ Sodara bengkel menjelaskan kepada saya. 

Sebenarnya saya sudah paham sebelum dia menjelaskan. Karena saya ikut melihat sendiri bagaimana engine temperature masih terus naik meski radiator fan sudah full speed. Semuanya terpampang dengan jelas lewat portable monitor yang mereka pasang. 

“Untuk sementara dua titik termostart akan kami lepas. Jadi coolant system-mu akan berjalan dengan by pass mode. ”

Saya lihat secara seksama proses demi prosesnya. Satu titik berada di inlet coolant pump satunya lagi ada di return line. Saat proses pembongkaran inilah datang seseorang yang berminat membeli Kyai Garudo. 

Saya katakan kepadanya : 

“Sodara…mobil saya sedang rusak. Rekomendasi bengkel, harus ganti mesin total. Apakah kamu tertarik untuk membeli mobil yang rusak ?”

“Tidak masalah. Berapa kamu mau jual mobilmu ?”

“Sekian Oman Real. Kalau mau silahkan ambil dengan kondisi apa adanya. Kalau tidak mau tidak masalah, akan saya perbaiki sendiri…!”

“Baik. Nanti aku telpon. Insyaalloh.”

Saya menunggu di bengkel dari pagi sampai sore hari. Begitu sampai di rumah, telpon pun berdering. Orang yang tadi, benar-benar berminat. 

Dengan by pass mode Kyai Garudo kembali normal. Terbersit niat di dalam hatiku untuk tidak menjualnya. Tapi harga diriku sebagai seorang muslim, sebagai seorang lelaki harus tetap kujunjung tinggi semampuku. Pagi hari aku sudah deal untuk menjual. Segala konsekuensi yang harus aku terima setelahnya akan aku tanggung. Dengan memohon pertolongan Rabbul Izzati. 

***

Singkat cerita Kyai Garudo dibeli orang. Untuk beberapa hari aku merasa sedih. Aku terbawa pada situasi yang sentimentil. Sehat-sehat bersama keluarga barumu ya Kyai. Maafkanlah aku bilamana selama ini aku kurang baik dalam merawatmu. 

Tanpa kendaraan. Aku kehilangan mobilitas. Sewa mobil menjadi solusi sementara yang aku pilih. Biaya’nya lumayan cukup mahal. Tidak direkomendasikan untuk sewa berbulan bulan lamanya. Aku kehilangan banyak waktu, semoga Rabbul Izzati ridho denganku meski amalan-amalanku tidaklah maksimal di Ramadhan tahun ini. 

Selama proses pencarian mobil baru seringkali saya dapati komen yang seperti ini : 

“Nowadays it is hard to find ready car with your range budget”

Memanglah normal dikarenakan budgetku kurang memadai. Berkat Pertolongan Illahi Rabbi aku dapatkan unit yang baru. Suzuki swift tahun 2016. 

Semoga Illahi Rabbi memberikan keberkahan pada unit baruku itu. Beberapa titik harus direpair. Sebuah kompromi wajar dari range budget yang aku miliki. 

Alhamdulillah… Matur Nuwun Gusti.


Sabtu, 28 Maret 2026

Pakem, Yogyakarta

Simon Dinomo



Sabtu, 21 Februari 2026

Renang ... !

Hari terakhir sebelum ramadhan kami sempatkan untuk berenang. 
Seperti anak-anak pada umumnya, Si Mbak dan Si Adik senang bermain air. 
Di negri rantau ini untuk berenang di kolam renang terasa cukup mahal bagiku. 
Dulu sekali, tatkala saya muda, saya pernah ditegur sewaktu berniat berenang di kolam renang. Saya pakai celana panjang katun dan kaos. Seorang petugas mendekati saya. 
Dia sampaikan bahwa saya tidak diizinkan berenang karena melanggar aturan yang ada. 
Saya pun memilih untuk tidak jadi berenang dibandingkan dengan memakai celana pendek. 
Entah mengapa saya merasa sangat malu memakai celana pendek. 

***
Kejadian itu pun terulang kembali. Kali ini bukan di negriku sendiri. Melainkan di negeri rantau. Sebuah negeri yang indah. 
Kembali saya ditegur karena memakai celana tiga perempat dan kaos. Meskipun sudah saya perhitungkan, saya memakai bahan polyester. 
Alasannya juga sama. 
"Maafkan saya Pak. Saya hanya menjalankan tugas. 
Aturannya berenang hanya boleh memakai short saja". 
Saya pun mengerti, bahwasanya dia hanya menjalankan tugas. 
Segera saya berhenti dan pulang. 
Hari berikutnya saya diskusi dengan atasannya. 
Saya meminta kebijaksanaan mereka. 
Untuk diizinkan memakai celana sampai lutut dan kaos berbahan polyester. Setidaknya biar terjaga aurat saya. 

Alhamdulillah, mereka pun mengerti dan saya diizinkan. 

***
Semenjak hampir enam bulan lalu, kami selalu usahakan untuk berenang. Setidaknya sekali dalam sebulan. 
Semoga tercatat sebagai ketaatan dalam mengikuti sunnah Nabi SAW. 
Sudah berpotensi mengikuti sunnah, hati senang, dan badan begitu segar. 
Matur nuwun Gusti....!

***
Bulan ini aku habiskan biaya yang mahal untuk belajar. 
Aku jadi tahu bahwasanya radiator cooler itu multifungsi. Pertama untuk mendinginkan air radiator coolant, kedua sebagai cooler dari discharge line AC compressor sebelum ke evaporator. Ketiga sebagai cooler dari oli transmisi. 
Aku jadi tahu bentuk dan posisi dari termostart valve, beserta temperature sensor pada radiator coolant system. 
Ilmu memang mahal harganya. 
Sedikit demi sedikit pemahaman saya terus meningkat soal dunia mobil tua. 

Dalam melakukan trouble shooting ada kalanya keliru dalam menganalisa. Ketika sebuah final element tidak bekerja sebagaimana mestinya. Kemungkinannya masalahnya ada empat. Pertama sensing elementnya yang bermasalah. Kedua masalah di controllernya. Ketiga masalah di final elementnya. Keempat adalah akibat dari masalah yang lain. 

Saya pun mencobanya satu per satu dengan konsekuensi biaya yang saya keluarkan bisa jadi lebih besar. Sedari awal saya menyadari. Karenanya meski banyak biaya yang aku keluarkan aku tetap bahagia. 
Aku pusing dan repot bolak-balik bengkel berulang-ulang kali. 
Aku jalani dengan gembira. 
Besok pagi rencananya akan saya lanjutkan proses pemecahan masalah itu. Yang sampai saat ini masih belum terpecahkan.

***

Sabtu, 21 Februari 2026
Operator Shelter, Liwa, Oman
Simon Dinomo