Jadinya kutulislah masa cuti'ku kali ini.
Hari pertama cuti, aku ajak anak-anak untuk memetik buah strawberry di Kaliurang. Buahnya cenderung kecil - kecil kurang optimal. Anak-anak tetap suka dan bahagia. Selepas maghrib menjadi agak sulit untuk mengolah waktu. Dalam angan-anganku setiap satu hari setidaknya satu essay kubacai. Beberapa hari berlalu dan tak satu pun essay terbacai.
Jalur sanitasi di rumah hampir selalu bermasalah. Seperti cuti-cuti sebelumnya aku luangkan waktu'ku untuk trouble shoot jalur sanitasi. Booster pump selalu bunyi cetak-cetek. Tanpa booster pump water heater tidak dapat beroperasi. Masalah ini menjadi problem primer yang harus segera diselasaikan.
Aku coba akali suction head'nya. Installasi pipa tambahan sudah aku pasang. Secara teori suction head sudah bukan masalah lagi.
Selang beberapa jam, booster pump kembali cetak-cetek. Menurut ayahandaku pompa dan flow switch terhitung masih baru. Baru sekitar dua bulan yang lalu diganti yang baru. Sedang yang lama motornya mati. Wajar saja bila terus cetak cetek, tinggal menunggu waktu motor terbakar.
Aku coba pasang check valve di dicharge pompa. Dan sejauh ini semua berjalan dengan baik. Alhamdulillah.
Water heater sangat membantuku, bisa dipakai ayahandaku, ibundaku dan aku sendiri. Tanpa harus repot-repot memasak air untuk keperluan mandi.
****
Aku tinggal menumpang di rumah ayah dan ibuku. Rumahku sendiri, jarang kami huni. Hampir tak pernah malah. Entah mengapa anak-anak'ku lebih nyaman tinggal bersama mbahnya. Mereka tidak mau tidur di rumahnya sendiri.
Cuti hari kedua, aku berbekam. Tiga titik dikepala darahnya banyak sekali. Rambutku belang hasil berbekam, jadinya kepalaku aku gundul sekalian dengan alat seadanya yang aku punyai.
Hari berikutnya aku lanjut terapi TCM. Terdeteksi berpotensi gejala strok atau kanker otak. Ngeri sekali....!
Sekian dulu... pikiranku masih terbayang-bayang berita ngeri itu.
Kuceritakan saja sekalian kepadamu, biar sedikit release pikiranku.
Aku masih punya Illahi Rabbi, Tuhan Yang Maha Menyembuhkan. PadaNya aku berserah diri dan menyandarkan semuanya.
****
Selasa, 29 September 2026
Prambanan, Klaten
Simon Dinomo

