Kamis, 08 Oktober 2026

Tukang tambal Ban .... !

Pertama tama essay yang aku bacai itu menceritakan sewaktu pramodya dianggap gagal oleh ayahnya sendiri terkait studinya. Walhasil Pramoedya pun berdagang rokok kretek. Hingga bisa dibilang menjadi seorang pedagang rokok yang sukses. Sampai sampai disejajarkan dengan Roro Mendut yang begitu ahlinya dalam memasarkan rokok. 
Pada intinya rokok kretek tidak bisa dipisahkan dari kehidupan pramoedya. Barangkali sosok pramoedya cukup berpengaruh pada penulis essay tersebut. 

***
Kemudian pembahasan selanjutnya mengambil bahasan, bagaimana awal mula rokok kretek itu ditemukan. Tembakau dicampur dengan cengkeh yang diramu menjadi citarasa baru. Yang dinikmati oleh banyak orang hingga kini. Cengkeh memberi nuansa hangat pada setiap hisapannya. Aku sendiri bukanlah seorang perokok, seberapa hangat dan bagaimana sensasinya aku tak tahu. 
Karena itulah perlu kiranya orang-orang berterima kasih kepada H. Djamhari. Yang disinyalir sebagai penemu dari rokok kretek tersebut. Begitu kata penulis essay itu. 

***
Masih lanjutan dari essay yang kubaca. Di Temanggung sana, dahulu sekali seseorang mencicipi sebuah daun. Yang setelah itu dia rasakan badannya menjadi lebih sehat dan lebih segar.  Itu juga menurut penulis. Sehingga dia bergumam .... *Iki tambaku*. Secara harfiah dia bilang ini adalah obatku. 
Dari kata tambaku seiring berjalannya waktu berubah menjadi tembakau. 

Nah begitulah tiga essay  yang aku bacai selama kurang lebih dua mingguan ini. 

***
Di sela sela jadwal terapiku. Kusempatkan lagi untuk menulis. 
Hari ini sebuah paku besar menancap di ban belakang sebelah kirinya Kyai Alap-alap. Atas rekomendasi dari ayahandaku. Kubawalah pada tukang tambal ban yang sudah terakreditasi oleh beliau. 
Wuelook tenan. 
Singkat cerita sampailah disana. Di check pakunya masih menancap dengan kencang. 

"Mas... ban'nya musti dilepas dulu ini...!"
"Njih bapak, dilepas mawon, mboten nopo nopo..."
Dongkrak pun dipasang, kedua sisi ban diganjel. Rem tangan tak lepas dari sisi kemudi. 
Paku itu menancap dalam posisi miring. 
Udara mendesis saat paku ditarik keluar. 
Effort'nya luar biasa dikarenakan posisi'nya yang miring melintang. 
Butuh kira-kira sejam lamanya sampai semuanya beres. 
Semua sisi ban sudah ditambah angin oleh si bapak. 

"Pak pinten totale ....?"
"Kalih doso mas ...!"
Saya tertegun. Dengan effortnya yang seluar biasa itu. Beliau hanya memberikan tarif 20 ribu saja. 
Tambal ban, pasang dongkrak, nyopot ban, kemudian masang kembali masih isi angin keempat roda. Di Oman saja semisal hanya rotasi ban dikenakan tarif 2 omr. Kira-kira 90 ribu rupiah.
Semoga Tuhan Yang Maha Pemurah. Membalas beliau dengan balasan yang lebih baik dan lebih banyak. Semoga Illahi Rabbi memberikan rizki yang melimpah dan berkah kepada bapak tukang tambal ban. 
Bagaimana tidak, semisal di pom bensin saja. Untuk pompa satu roda dikenakan tarif 5 rb. Normalnya hanya untuk isi angin keempat roda mobil sebesar 20 ribu. 
Oiya .... barangkali alasannya. 
"Lha iya wong yang buat ngisi nitrogen jee....!"
"Hmmm ...ya...ya...ya...ya." 

****
Pertemuan saya dengan bapak tukang tambal ban itu, mengingatkan saya tatkala sedang berdiskusi bersama kawan saya Juragan Gurameh ST. 

Sebelum saya ambil cuti liburan. Juragan Gurameh ST melihat video di kanal youtube. Di kawasan PIK disebutkan harga rumah mencapai 80 milyar. 
Mendengar itu, saya agak terkaget-kaget. 
"Wueloook tenan .... 80 milyar gan ?"
Sudah begitu unitnya juga laku, tak perduli berapa pun harganya. 
Yang jadi pikiran saya. Itu terus yang beli kerjanya apa kira-kira. Usahanya disektor apa. Dan gajinya berapa. 
Semisal saya hitung pendapatan saya dari awal mulai bekerja sampai sekarang nampaknya juga tidak bakalan nyampe. Kejauhan untuk dipikir...!
Kemudian nalar saya yang mokal mokal menelusur lebih jauh. Terus itu kira-kira ngambil untungnya berapa. Semisal dengan luas bangunan yang terlihat di video youtube. 
Masih menurut kawan saya juragan gurameh ST. Dia perkirakan ya maksimal pembangunannya habis 15 Milyar. Dia mentaksir margin keuntungan sebesar 65 milyar. Artinya 400 persen lebih.
Nah kalo bisa nyari model bisnis yang seperti ini....! 
Begitulah Juragan Gurameh ST menyimpulkan. 
"Lha piye... 400 persen margin jeee"

***
Pagi-pagi sehabis subuh. Jalan Yogya Solo sudah ramai kendaraan berlalu lalang. 
Seorang bapak-bapak berjalan menyusuri sawah dengan senter terpasang di kepalanya. Kepalanya menunduk mengikuti air yang mengalir di bawahnya. 
Pompa air menyala menyemburkan air ke sawah. 
Pompa itu beratnya kira-kira 35 kg. 
Di musim ini sawah-sawah musti diariri setiap hari. Setiap hari pula pompa air seberat 35 kg itu musti dibopong bongkar dan pasang. 
Dari cerita yang kudengar belum lama ini pompa air yang ditinggal disawah. Hilang di beberapa tempat sekaligus. dalam waktu yang bersamaan. 
Gila ...memang, tapi begitulah realita yang ada. 

Di jalan tengah sawah sebelah utara jalan yogya solo, banyak orang berjalan kaki dan berlari-larian. 
Hari masih agak gelap. 
Udara juga masih sejuk. 
Rumput-rumputan masih berembun. 

****
Di masa liburan cuti begini. Sekedar untuk menulis aku musti bergantian dengan si mbak. Aku musti meminjam sebentar laptopnya si mbak. 
Kukira ipad air sudah bisa menggantikan laptop untuk kebutuhan harianku. Bagi sebagian orang mungkin memang bisa. Ternyata untuk-ku, tidak bisa. 
Office berbasis cloud banyak fitur yang masih terbatas. Kemudian untuk sekedar menulis di blog, masih kurang proper meski sudah dikombinasikan dengan keyboard sekalipun. 
Mau beli laptop sendiri, masih pikir-pikir budget. 
Baiknya memang beli sendiri semacam windows berbasis arm dengan snapdragon rasanya sudah cukup. 
Ya nantilah .... apakah itu hanya keinginan atau memang kebutuhan. Biar terjawab seiring berjalan waktu. 

Kamis, 09 Oktober 2026
Prambanan, Klaten
Simon Dinomo


Selasa, 29 September 2026

Cuti hari pertama, kedua dan ketiga...!

Menulis adalah bekerja untuk keabadian.
Jadinya kutulislah masa cuti'ku kali ini.
Hari pertama cuti, aku ajak anak-anak untuk memetik buah strawberry di Kaliurang. Buahnya cenderung kecil - kecil kurang optimal. Anak-anak tetap suka dan bahagia. Selepas maghrib menjadi agak sulit untuk mengolah waktu. Dalam angan-anganku setiap satu hari setidaknya satu essay kubacai. Beberapa hari berlalu dan tak satu pun essay terbacai. 
Jalur sanitasi di rumah hampir selalu bermasalah. Seperti cuti-cuti sebelumnya aku luangkan waktu'ku untuk trouble shoot jalur sanitasi. Booster pump selalu bunyi cetak-cetek. Tanpa booster pump water heater tidak dapat beroperasi. Masalah ini menjadi problem primer yang harus segera diselasaikan. 
Aku coba akali suction head'nya. Installasi pipa tambahan sudah aku pasang. Secara teori suction head sudah bukan masalah lagi. 
Selang beberapa jam, booster pump kembali cetak-cetek. Menurut ayahandaku pompa dan flow switch terhitung masih baru. Baru sekitar dua bulan yang lalu diganti yang baru. Sedang yang lama motornya mati. Wajar saja bila terus cetak cetek, tinggal menunggu waktu motor terbakar. 


Aku coba pasang check valve di dicharge pompa. Dan sejauh ini semua berjalan dengan baik. Alhamdulillah. 
Mudah mudahan permasalahannya benar-benar teratasi dengan sempurna. Suction head sudah baik, kick back pressure sudah teredam dengan check valve. Apakah clear,... ? kita tunggu saja sodara. Bilamana masih bermasalah, akan aku ganti flow switchnya. Langkah terakhir akan aku ganti semua instalasinya. Jalur pipa PVC akan aku ganti menjadi system outdoor, sehingga bila ada kebocoran gampang untuk terdeteksi dan gampang ditangani. 

Water heater sangat membantuku, bisa dipakai ayahandaku, ibundaku dan aku sendiri. Tanpa harus repot-repot memasak air untuk keperluan mandi. 

****
Aku tinggal menumpang di rumah ayah dan ibuku. Rumahku sendiri, jarang kami huni. Hampir tak pernah malah. Entah mengapa anak-anak'ku lebih nyaman tinggal bersama mbahnya. Mereka tidak mau tidur di rumahnya sendiri.

Cuti hari kedua, aku berbekam. Tiga titik dikepala darahnya banyak sekali. Rambutku belang hasil berbekam, jadinya kepalaku aku gundul sekalian dengan alat seadanya yang aku punyai. 
Hari berikutnya aku lanjut terapi TCM. Terdeteksi berpotensi gejala strok atau kanker otak. Ngeri sekali....!

Sekian dulu... pikiranku masih terbayang-bayang berita ngeri itu. 
Kuceritakan saja sekalian kepadamu, biar sedikit release pikiranku. 
Aku masih punya Illahi Rabbi, Tuhan Yang Maha Menyembuhkan. PadaNya aku berserah diri dan menyandarkan semuanya. 

****

Selasa, 29 September 2026
Prambanan, Klaten
Simon Dinomo



Rabu, 23 September 2026

Perikehidupan yang selalu tak menentu....!

Semakin kesini badanku sudah semakin melemah, sedang apa yang musti aku pikul bertambah beratnya.
Bilamana tiba masanya aku hendak diambil pulang oleh Illahi Rabbi, semoga Dia mengambilku ketika Dia Ridho kepadaku. Dan dijadikan hatiku ridho pada segala apa yang telah Dia tetapkan untuk-ku.

***
Sejak waktu itu harapanku tidaklah muluk-muluk. Semoga masih diberi kesempatan bertemu bulan ramadhan, dan aku diberi kekuatan untuk beramal dan beribadah secara maksimal. 
Tahun demi tahun berlalu. Bukankah itu sudah lebih dari cukup ?

Aku berterima kasih sekali senantiasa diingatkan bahwasanya dalam perikehidupan  itu selalu tidak menentu. Boleh manusia merencanakan sesuatu dengan sedetail-detailnya. Akan tetapi pencipta manusia mempunyai kehendaknya sendiri.
Sebagai manusia hanya bisa berusaha untuk mencapai rencanya semaksimal mungkin, kemudian senantiasa berdoa dan memohon pertolongan dan petunjuk kepada pemilik dan penciptanya. Dan hasilnya adalah sesuatu yang selalu jadi misteri. Suka-suka pencipta manusia, dan pemilik dunia seisinya. Begitulah perjalanan kehidupan itu musti dijalani hari-harinya. 

***
Hati manusia selalu berubah-ubah. Petunjuk itu selalu kuminta setiap saat. Setiap ketidakpastian dibarengi dengan kekhawatiran dan ketakutan. Setiap kekhawatiran membawa efek buruk bagi pikiran. Bila pikiran menjadi buruk pelan-pelan akan menjalar pada kesehatan.
Sudah semestinya segala sesuatu disandarkan pada pemiliknya. 
Bila sudah bersandar pada pemiliknya apapun ketidakpastian yang mungkin terjadi di masa depan. Sudah barang tentu akan dibarengi dengan solusi yang paling pas. Baik dari arah yang masuk logika ataupun dari ranah yang tak disangka-sangka. 

***
Tetanggaku adalah orang yang baik. Aku menghormatinya seperti aku menghormati ayahku sendiri. Dia juga memperlakukanku seperti anaknya sendiri. 
Bahkan bisa jadi akan lebih mengutamakan aku dibandingkan anak kandungnya sendiri. Dan itu benar adanya. Semisal aku bertamu ke rumahnya, aku akan dijamu bagaikan seorang raja. Tentu saja demikian itu akan menjadikannya repot. 
Dari situlah aku mulai menjaga jarak kepada beliau. 

Suatu ketika beliau berkata kepadaku :
"Nak, kenapa kamu menjauh kepadaku....!
Bila aku ada salah kepadamu, bilanglah... Jangan menghindar dariku."
Beliau bilang ke temen-temennya. 
"Aku tidak tahu mengapa tetanggaku ini menjauh dariku...!"

Aku menjauh karena cintaku kepada beliau. Dari kejauhan senantiasa aku angkat kedua tanganku. Aku berdoa kepada Illahi Rabbi. Agar memberikan keberkahan kepada keluarga beliau. 
Meski beliau tidak pernah tahu, dan selalu beranggapan bahwasanya aku menjauh karena ada masalah. 
Karena sekali lagi sodara...bilamana aku ada perlu, potensinya beliau itu akan lebih mendahulukan aku daripada anak kandungnya sendiri. 

Aku mencoba untuk tahu diri. Sebagaimana dahulu ketika Abdurrahman bin Auf ditawari oleh sodaranya kaum Anshor. Beliau tidak menerimanya. Dan berusaha sendiri berdagang di pasar. 
Hingga saat tulisan ini kubuat, aku masih main kucing-kucingan dengan beliau. 

***
Pada suatu kesempatan saya diundang oleh salah satu jamaah masjid ke rumahnya. Aku hendak diperkenalkan dengan pembantunya yang baru. Dia sangat bersemangat untuk memperkenalkan pembantunya itu kepadaku. Karena dia bawa dari indonesia. 
Namun permintaan beliau saya tolak. 
Sebenarnya beliau agak kurang berkenan, tapi tetap aku pun bersikeras dengan keputusanku. 
Aku lupa menanyakan apakah pembantu barunya itu laki-laki atau perempuan. 
Namun hal itu rasanya tidak akan mempengaruhi keputusanku. 
Cukup aku yang tahu alasannya. 
***

Liwa, Oman
Rabu, 23 September 2026
Simon Dinomo

Minggu, 13 September 2026

Logoterapi...sekte lain psikologi....!

Tiga ekor anjing liar melintas di jalan. Di depannya kira-kira 20 meteran lagi ada sebuah round about. Perlahan terangnya langit memudar diganti oleh gelap. 
Kyai Sapu Angin melaju 70 km/jam menuju ke tempat kerja. Berangkat petang pulang pagi untuk yang kesekian kalinya. Aku nikmati caraku menghabiskan hari. 

Belum lama ini selama hampir setengah bulan aku selesaikan sebuah buku dengan judul "Manusia mencari makna hidup". Buku itu ditulis oleh seorang Yahudi tulen yang bernama Viktor E Frankl. 
Dia menceritakan kisahnya sendiri saat tragedi Holocaust. 
Auschwitz sebuah camp tempat dibakarnya para tawanan  hidup - hidup. 

***
Setelah mengetahui pengarangnya. Ada sedikit kekhawatiran dalam pikiranku. Mengingat pengarangnya adalah seorang Yahudi tulen. Meski begitu aku coba berlaku adil dan kubacailah sampai selesai. 
Menjadi tawanan artinya kehilangan kebebasan. Hari-harinya dipenuhi dengan siksaan, penderitaan. Banyak diantara mereka yang kehilangan emosi dan harapan. 
Banyak diantara mereka yang dibakar hidup-hidup. 

Dari perjalanan hidupnya itu dia berhasil merumuskan ilmu psikologi sekte baru. Yang dia beri nama Logoterapi.
Dia bilang : Kekuatan di luar kendalimu dapat merampas segala milikmu kecuali satu hal, kebebasanmu untuk memilih caramu menanggapi sesuatu. 
Bila manusia kehilangan harapan secara mendadak. Imunitas tubuhnya bisa memberikan respon yang bisa berakibat pada kematian. 
Karenanya sangat penting sekali untuk mengasah pikiran agar selalu mampu untuk menanggapi dengan cara yang benar. 
Seburuk-buruknya perikehidupan yang harus dijalani. Kehidupan harus berjalan terus. Dan kehidupan yang kita jalani adalah sesuatu yang bernilai. Yang musti kita teruskan. 

Setelah kubacai buku ini. Aku tahu ada tiga sekte psikologi. 

  • Psikoanalisis sigmund freud
    Manusia yang sekarang dibentuk dari perlakuan masa lalu. Semisal masa kecil di bully, atau kurang kasih sayang orang tua. 
    Sebab yang sudah lewat, sangat berpengaruh pada kondisi saat ini.
    ***
    Dari sudut pandangku sendiri : mengingatkanku pada kaidah yang disampaikan Gus Baha kepada kita : 
    Apabila kita miskin kemudian disia-siakan oleh masyarakat. 
    Memang lumrahnya sudah begitu. Hal yang lumrah tidak usah terlalu dimasukan hati. Tidak perlu dipikir sampai berlebihan. 

  • Teori Psikologi Adler
    Manusia dibentuk oleh tujuan hidupnya saat ini. 
    Hal 2x yang sudah lewat tidak relevan untuk mempengaruhi perikehidupan yang sekarang. 
    ***
    Terkait teori ini mengingatkanku pada salah satu point dari 7 habbits Steven Covey.
    Begin with the end of mind. 
    Mulailah segala sesuatu dari akhir suatu kejadian. 
     
  • Logoterapi : Viktor E Frankl. 
    Manusia harus selalu ingat bahwa kehidupannya adalah berarti yang harus dilanjutkan, meski kondisi yang sangat sulit sekalipun. Tidak merubah esensi kehidupan pribadi yang penting dan berarti. 
    ***
    Terkait teori ini ada semacam korelasi dari penjelasan Gus Baha : Mengapa kehidupan itu penting dan berarti. 
    Para ahli kubur selalu mengharap dan memohon kepada Illahi Rabbi agar bisa dihidupkan kembali ke dunia. Niscaya akan beramah sholeh yang banyak. 

Liwa, Oman
Sabtu, 12 September 2026
Simon Dinomo




Rabu, 02 September 2026

Mister Fire and Gas....!!!!

Waktu itu saya berjalan menuju kantin dari arah reaktor. 
Di sebelah instrument air compressor, aku menepi dan berhenti. Sebuah sepeda melintas di depanku. Dan berlalu begitu saja. 
Sepeda lain yang mengikutinya berhenti tepat di depanku. 
Dia menyapaku, memberitahuku bahwa bulan depan dia akan pindah ke Muscat. Mengakhiri masa pengabdiannya di tempat kerjanya yang sekarang. 

****
"Hello ...Good morning Mister Fire and Gas !"

Awal perkenalan dulu saya pernah menanyakan namanya. Apalah daya kini , kapasitas otak'ku yang sudah makin tua ini, sekedar mengingat nama saja begitu susahnya. 
Bertahun tahun lamanya, bilamana saya masuk kerja pagi. Kami sering bertemu dan selalu saya memanggilnya .... Mister Fire and Gas. 
Dia pun tersenyum dan aku yakin dia sama seperti saya. Dia tidak ingat namaku. Karena juga tidak terlalu penting untuk mengingat namaku. 

Satu tahun terakhir ini, saya beranikan diri untuk menanyakan lagi namanya. 
Dalam kurun waktu satu hari saya lupa lagi. 
Akhirnya saya cari dalam dokumen permit, ketemulah namanya : VINAYK. 
Semenjak itu aku selalu menyapanya dengan nama asli yang sebenarnya. Kemudian dia pun menanyakan lagi namaku. 
Dipikir-pikir dahsyat juga teori Dale Carnegie. 
***
Sejatinya dia berpamitan juga karena kebetulan saja. Meskipun hanya sebagai suatu kebetulan. Tetap hal ini adalah sesuatu yang bernilai. Setidaknya interaksi kami yang bertahun-tahun lamanya kami jalin dengan baik. 

Sampai jumpa lagi Mister Fire and Gas....eh Mas Vinayk.
Kosong-kosong Yaaaa...!

***
Menurut kawanku, suasana sosial politik di tempat kerjaku sedang mengalami turbulensi yang tidak menentu.  Ketakutan akan masa depan menjadi topik warung kopi. 
Bukankah masa depan itu senantiasa akan jadi misteri ? Sama seperti kematian. Tidak ada yang tahu, akan tetapi alangkah baiknya bila dipersiapkan sejak dini. 
Karena rasa takut itu ada sedikit perubahan paradigma di kalangan komunitas. 
Dahulu orang seperti'ku yang hanya membeli kendaraan ala kadarnya. Semurah mungkin. Atau kawanku yang lain yang memilih untuk tidak membeli kendaraan. 
Kami ini berpotensi akan diperbincangkan di warung kopi. Di bully dan sedikit direndahkan. 
Namun kini, opini publik itu bisajadi akan bergeser. 
"Wah bisa jadi pilihanmu masuk akal ...!"

Buruh itu sodara, layaknya kuda. 
Yang menggeret kereta, yang diberi beban. Semakin lama beban itu ditambah sedikit demi sedikit. Bilamana si kuda capek, mulai lelah, mulai pelan jalannya. 
Maka dicambuklah kuda itu dengan kerasnya. 
"Hiyah...hiyah...hiyaa...!"
Lama-lama si kuda akan menyadari kok bebannya semakin berat. Tapi dia bingung, tidak yakin dengan prasangkanya sendiri. Karena dia hanya bisa melihat lurus kedepan, tidak bisa melihat ke samping atau menoleh kebelakang. 
Itulah kenapa kuda itu diberi kacamata. Yang dikenal sebagai KACAMATA KUDA.

Begitulah tuan-tuan sekalian,  menurut buku yang pernah aku bacai. 

****
Sampai saat ini aku masih berbahagia dengan statusku sebagai buruh. 
Beban boleh ditambah sampai batas maksimal fisik dan psikis yang aku punya. 
Aku masih punya Tuhan Semesta Alam. Yang punya Langit dan Bumi dan segala isi di dalamnya. 
PadaNya aku berserah diri dan memohon pertolongan. 

Matur nuwun Gusti. 
Matur nuwun Tempat Kerjaku. 

***
Semasa mudaku dahulu. Kala itu mungkin umurku baru 20 tahun'an. Aku catat dengan rapi di buku harianku. Cash Flow Quadrant dari Robert Kiyosaki. 
Aku tulis di papan kamar kos'ku. 
Bilamana ada kesempatan aku pun akan menjadi investor, begitu kataku dalam hati. 
Tahun 2015'an kesempatan itu datang. Waktu untuk mengeksekusi telah tiba. 
Bersamaan dengan itu kuselesaikan buku muamalat kontemporer karya Erwandi Tarmidzi. Dengan mengharapkan ridho dari Tuhan Semesta Alam. Yang Maha Kaya, Yang Maha Pengasih dan Penyanyang, Yang Maha Segala-galanya. Akal'ku, ego'ku, jiwa mudaku,  aku kesampingkan. 
Aku pilih pendapat beliau terkait investasi. 
Dari buku-buku kontemporer terkini, semisal Psikologi of money. Polanya sebenarnya hampir sama dengan ajaran Robert Kiyosaki. 
Aku masih berdiri dengan pilihanku. Dan memilih jalur yang masih konservatif. 
Berulang kali aku gagal, berulang kali aku dikhianati. 
Aku tetap bahagia. 
Sambil terus berusaha sebisa'ku. 
Tidak lupa setelahnya aku bersandar pada Tuhan Semesta Alam, Yang Maha Baik. Yang Maha Segala-galanya. 
Dengan bersandar pada Illahi Rabbi, setelah berusaha sebisaku ini. Aku songsong masa depan yang masih jadi misteri. 

Selasa, 01 September 2026
Sohar, Oman
Simon Dinomo



Kamis, 13 Agustus 2026

Dunning Kruger Effect...!

Pengalaman adalah soal waktu. Waktu berbanding lurus dengan usia. Semakin tua usia seseorang, pengalamannya lebih matang. 
Matangnya pengalaman, mendewasakan mental, serta memberikan indikasi yang aktual, terkait skill, atau kompetensi, atau performance. 
Kompetensi atau skill yang belum dibarengi oleh pengalaman,dalam penelitian Dunning Kruger,  biasanya masih berupa kompetensi yang masih mentah, atau masih raw. Belumlah bisa dikatakan sebagai real skill, atau kompetensi yang nyata. 
Namun dalam diri manusia, ketika sudah pada tahap skill yang mentah itu, anggapannya dia sudah tahu segalanya, dan bisa menyelesaikan permasalahan apa pun. Kepercayaan dirinya melonjak drastis. 
Seiring berjalannya waktu, .... ketika dihantam oleh realita. Ternyata banyak problematika yang masih belum dimengerti. Ternyata pengetahuannya masih mentah, belum apa-apa. Kepercayaan dirinya selama ini palsu belaka. 
Kondisi ini akan terus berulang. Sampai pada suatu grafik, skillnya yang sungguhan atau kepercayaan dirinya yang sejati , sampai pada fase yang lebih tinggi dari pada anggapan, atau penilaiannya terhadap dirinya sendiri. 
Inilah fenomena DUNNING KRUGER effect. 
Yang sudah lazim terjadi terutama bagi pemula dan jiwa-jiwa muda. 

Misalnya saja di tempatku bekerja saat ini...
Jadi, begini... Emmm...sudahlah tidak jadi. Daripada nanti banyak yang tersinggung. 
Lebih baik aku pakai untuk diriku sendiri saja. 

***
Cerita apalagi kita sodara ?
Kyai Sapu Angin, yang tak lain adalah kendaraan andalan saya. Dulunya sewaktu awal saya beli, keempat pintunya berbunyi pating krengket. Bahkan si mbak dan si adik sempet mempertanyakannya. 
"Kok pintunya bunyi krengket-krengket tho bi...?"
"Ho'o mbak, ya wis ndak papa ya. Yang penting sudah ada kendaraan lagi..."
Usut punya usut oleh paman bengkel cuma dikasih vaselin di keempat engselnya. Langsung sembuh, hilang bunyinya. 

***
Pagi-pagi sekali. Saya dapat laporan dari Ibu Sinshe. 
Tabung Gas'nya habis, di tengah aktifitas memasak. 
Saya pun langsung sat-set. Lha wong urusannya soal logistik jeeee....
"Haloo...tukang gas..!
Jam berapa bisa delivery ?"
"Jam 18:30."
Tanpa terasa waktu maghrib pun berlalu. 
Menjelang sholat isya, waktu menunjuk-kan hampir pukul 21:00. 
Saya pun jengkel sekali. Tukang gas belum datang juga. 
Persis saat saya hendak berangkat ke masjid. Tukang gas baru datang. 
Saya tinggal begitu saja. 
Tabung gas berdiri di depan pintu gerbang untuk beberapa lamanya. 

Dikesempatan yang lain, boleh jadi saya akan cari solusi yang lain. Terkait tabung gas. 
Lha sudah kadung anyeeel....

Liwa, Oman
Kamis, 13 Agustus 2026
Simon Dinomo





Initiator Reactor Kill.....!

Initiator Kill 1 : 
Total ada 5 point : 

  1. Temperature run away. Kondisi cooling system baik dan prima. Memang aktual terjadi reaksi yang ekstrim di dalam reaktor. Ditandai dengan temperature reaktor TT 0427 A mencapai 118 drajat celcius. Sedang aktual OP TV 0426 sudah maksimum. 
  2. Cooling system Failed. Ditandai dengan Temperature reaktor TT 0427 A (PV) valuenya mencapai 7 drajat lebih besar daripada SP temp reaktor TT 0426 SP. Sedangkan OP dari TV 0426 sudah maksimum. Selisih perbedaan ini berarti bahwa kondisi reaksi di dalam reaktor normal, akan tetapi cooling water gagal dalam menjaga temperature. Karena seharusnya bila PV sudah lebih besar dari pada SP. PV akan turun mendekati SP. Bila selisihnya sudah mencapai 7 drajat. Artinya TV gagal menjalankan tugasnya. 
  3. Sisanya adalah soal Cycle Gas Compressor (Gampangnya adalah adanya minor problem pada Cycle Gas Compressor yang bisa menyebabkan problem yang lebih besar) : 
    1. Lube Oil Pressure Low Low ( PALL 0244 A/B/C (2003) )
    2. Vent Flow primary seal High High ( FAHH 0204 A/B/C (2003) )
    3. Primary Seal Flow Low ( FAL 0202 B)

Initiator Kill 3 : 
Ada dua option : 
  • 440 HS 0951 (Manual from DCS)
  • Automatic by Logic : 
    1. Loss of Cycle Gas Flow (Untuk menyakinkan bahwa Flow aktual benar-benar low maka diputuskan harus ada dua parameter yang terbaca secara bersamaan) Salah satu dari dua point di bawah ini akan mengaktifkan Kill 3: 
      • FT 0203 low + Bed Weight Low
      • FT 0203 low + Lower Density Low
    2. Cycle Gas Compressor Motor Trip. 
      • Yang nge-trip'in ada banyak. Intinya motor ngetrip.
Initiator Kill 2 : 
Kill 2 hanya back up protection, seandainya Kill 3 failed maka Kill 2 akan active. 

Kamis, 13 Agustus 2026
Simon Dinomo