Jam 06:30 kami berangkat dari Sohar.
Kira-kira pukul 09:00 sampailah di KBRI Muscat.
Biaya yang harus dikeluarkan untuk perpanjangan passport yang kilat (sehari jadi) sebesar 34 oman real.
Proses perpanjangannya sendiri berlangsung selama sejam.
Mengumpulkan berkas, verifikasi berkas, photo dan passport baru pun jadilah sudah. Alhamdulillah.
Pelayanan di KBRI Muscat menurut saya sudah baik dan cepat.
Disana saya bertemu staff dan para bapak diplomat.
Pakaiannya rapi, dan tampak berwibawa sekali. Semisal pulang kampung begitu, tentunya sangatlah terkenal, dibanggakan, dihormati, disegani. Wis pokoknya kelasnya sudah tinggi lah.
Lha wong Priayi jeee......!!!!
Kerjaannya bersih , jelas tidak kasar dan tidak perlu otot berlebih, jam kerjanya teratur. Gajinya juga mumpuni. Di masa tua pun masih mendapatkan pensiunan.
Saya juga heran. Kok tiba-tiba "angan-angan" saya jadi melanglang buana begitu.
Welha...terus, bagaimana dengan saya ?
Jelek-jelek begini , bisa dibilang saya itu termasuk setengah priayi. Kerjaan saya juga bersih, tidak kasar ....tapi cuma kadang-kadang. Kadang bersih ...kadang ya harus babak belur habis-habisan.
Passport baru'nya si adik sudah di tangan. Kami pun berjalan keluar dengan gembira.
Matur nuwun Gusti.
***
Kyai Sapu Angin mengantarkan kami bolak - balik ke Sohar dan Muscat. Sejak saya beli februari lalu, baru kali ini Kyai Sapu Angin menempuh perjalanan yang cukup jauh.
Lha bagaimana ? Wong bawaan saya itu sudah overthinking.
Terus di tempat kerja saya. Masih diajari untuk overthinking. Malah justru harus menerapkan overthinking itu.
Makanya overthinking menjadi alam bawah sadar saya.
Dalam bahasa tempat kerja saya musti me-mitigasi resiko. Musti menerapkan Hazard Identification dan Risk Assestment dalam segala hal.
Saya pun khawatir.
Gek---gek-- nanti radiator bermasalah di tengah jalan. Gek -- gek nanti terus overheating.
Gek---gek nanti ban'nya mbledos.
Nanti nek ban'nya nggembos di tengah jalan bagaimana ?
Karenanya saaya teliti dan cermati betul kondisi dari Kyai Sapu Angin.
Terakhir saya check dua ban produksi tahun 2025, sedangkan dua ban yang lain produksi tahun 2026.
Meski ban merk Cina harusnya masih aman lah.
Perjalanan bolak balik Sohar - Muscat tercatat konsumsi bahan bakarnya hanya sekali full tank. Sebuah pencapaian di luar ekspektasi saya.
Dari full to full saya dapatkan 7,5 oman real. Sudah bolak balik lho itu. Hebat tho ? Mongsok ora hebat ?
Kenyaman dikendarai biasa-biasa saja. Secara efisiensi bahan bakar sungguh luar biasa. Itulah Kyai Sapu Angin.
Sejauh ini fungsi - fungsi dari fitur yang ada masih baik.
Lha wong diragati jeee.....!!!
Alhamdulillah.
Matur nuwun Gusti.
Matur nuwun Kyai Sapu Angin.
***
Menjadi priayi...atau mriayeni....!
Yaa...itu adalah idaman bagi sebagian orang.
Tahu kapan waktu harus berhenti itu penting dalam segala hal.
Kapan memulai, kapan fase puncak, dan kapan musti berhenti/landing.
Dalam setiap tahap perikehidupan semuanya perlu untuk diperhatikan.
Saya hanya berpikir kedepan bagaimana.
Kalau saya mau macul sawah kok kayak tidak sanggup. Kalau mau bakulan kok kayak ndak pantas. Kalau mau bisnis kok masih gagal terus.
Lagi-lagi overthinking....!
Nah saya ingat-ingat lagi beberapa kisah.
Suatu waktu Maryam ditanya oleh Imron.
"Nduk Maryam...ini kok ada makanan di sini. Siapa yang ngasih ?"
Meski tidak sejalan dengan logika, Illahi Rabbi...mempunyai kuasa untuk itu. Dalam segala hal.
Di dalam kisah yang lain.
Tatkala Maryam kabur dari kaum'nya. Tibalah masa hendak melahirkan.
Karena rasa sakit yang tak terperikan, Maryam beristirahat di bawah pohon kurma.
Lapar dan haus bercampur jadi satu.
Datanglah sebuah perintah ....
"Wahai Maryam.... jejaklah pohon kurma didekatmu...!"
Pohon itu pun dijejek oleh Maryam sebisanya. Buah kurma pun tersedia di hadapannya.
Meski Illahi Rabbi punya kuasa untuk memberikan secara langsung. Namun kali ini musti ada keterlibatan usaha dari hambaNya.
Begitulah...wong Dia Yang Maha Kuasa...Maha Segala-galanya. Yaa suka-suka Dia, mau seperti apa.
Tapi nganu...nggih Gusti...
"Kawulo nyuwun pertolongan...nyuwun perlindungan...nyuwun kemudahan .... nyuwun hidayah...nyuwun petunjuk...nyuwun hidayah ... nyuwun Rihdonipun Panjenengan...!"
Nek mboten Panjenengan tulung...weleh sekedar njejak pohon kurma ... nopo kulo nggih mampu ?
Nggih Gusti nggih....!
Jum'at, 31 Juli 2026
Sohar, Oman
Simon Dinomo

