Tiga ekor anjing liar melintas di jalan. Di depannya kira-kira 20 meteran lagi ada sebuah round about. Perlahan terangnya langit memudar diganti oleh gelap.
Kyai Sapu Angin melaju 70 km/jam menuju ke tempat kerja. Berangkat petang pulang pagi untuk yang kesekian kalinya. Aku nikmati caraku menghabiskan hari.
Belum lama ini selama hampir setengah bulan aku selesaikan sebuah buku dengan judul "Manusia mencari makna hidup". Buku itu ditulis oleh seorang Yahudi tulen yang bernama Viktor E Frankl.
Dia menceritakan kisahnya sendiri saat tragedi Holocaust.
Auschwitz sebuah camp tempat dibakarnya para tawanan hidup - hidup.
***
Setelah mengetahui pengarangnya. Ada sedikit kekhawatiran dalam pikiranku. Mengingat pengarangnya adalah seorang Yahudi tulen. Meski begitu aku coba berlaku adil dan kubacailah sampai selesai.
Menjadi tawanan artinya kehilangan kebebasan. Hari-harinya dipenuhi dengan siksaan, penderitaan. Banyak diantara mereka yang kehilangan emosi dan harapan.
Banyak diantara mereka yang dibakar hidup-hidup.
Dari perjalanan hidupnya itu dia berhasil merumuskan ilmu psikologi sekte baru. Yang dia beri nama Logoterapi.
Dia bilang : Kekuatan di luar kendalimu dapat merampas segala milikmu kecuali satu hal, kebebasanmu untuk memilih caramu menanggapi sesuatu.
Bila manusia kehilangan harapan secara mendadak. Imunitas tubuhnya bisa memberikan respon yang bisa berakibat pada kematian.
Karenanya sangat penting sekali untuk mengasah pikiran agar selalu mampu untuk menanggapi dengan cara yang benar.
Seburuk-buruknya perikehidupan yang harus dijalani. Kehidupan harus berjalan terus. Dan kehidupan yang kita jalani adalah sesuatu yang bernilai. Yang musti kita teruskan.
Setelah kubacai buku ini. Aku tahu ada tiga sekte psikologi.
- Psikoanalisis sigmund freud
Manusia yang sekarang dibentuk dari perlakuan masa lalu. Semisal masa kecil di bully, atau kurang kasih sayang orang tua.
Sebab yang sudah lewat, sangat berpengaruh pada kondisi saat ini.
***
Dari sudut pandangku sendiri : mengingatkanku pada kaidah yang disampaikan Gus Baha kepada kita :
Apabila kita miskin kemudian disia-siakan oleh masyarakat.
Memang lumrahnya sudah begitu. Hal yang lumrah tidak usah terlalu dimasukan hati. Tidak perlu dipikir sampai berlebihan. - Teori Psikologi Adler
Manusia dibentuk oleh tujuan hidupnya saat ini.
Hal 2x yang sudah lewat tidak relevan untuk mempengaruhi perikehidupan yang sekarang.
***
Terkait teori ini mengingatkanku pada salah satu point dari 7 habbits Steven Covey.
Begin with the end of mind.
Mulailah segala sesuatu dari akhir suatu kejadian.
- Logoterapi : Viktor E Frankl.
Manusia harus selalu ingat bahwa kehidupannya adalah berarti yang harus dilanjutkan, meski kondisi yang sangat sulit sekalipun. Tidak merubah esensi kehidupan pribadi yang penting dan berarti.
***
Terkait teori ini ada semacam korelasi dari penjelasan Gus Baha : Mengapa kehidupan itu penting dan berarti.
Para ahli kubur selalu mengharap dan memohon kepada Illahi Rabbi agar bisa dihidupkan kembali ke dunia. Niscaya akan beramah sholeh yang banyak.
Sabtu, 12 September 2026
Simon Dinomo