Awal bulan puasa kemarin, pada akhirnya saya menjual Kyai Garudo. Semuanya terjadi secara cepat diluar planning yang matang. Begitulah sekiranya Tuhan Pencipta Langit dan Bumi itu berkehendak semuanya akan berjalan sebagaimana yang Dia kehendaki.
Satu bulan terakhir saya berjibaku bolak-balik bengkel, dari pengamatan saya air radiator selalu berkurang. Kebocoran di sana sini seoalah hanya berganti-ganti tempatnya saja. Yang agak lebih saya perhatikan ada oil layer di dalam radiator coolant. Meski hanya sedikit, asumsiku potensinya ada kebocoran di system oli matic dari gear box transmisi atau engine oil yang mengalami kebocoran, sehingga masuk di radiator coolant.
Sampailah pada kondisi dimana system default dari controller tidak mampu lagi menjaga engine temperature. Dalam kondisi iddle kipas radiator berjalan full load. Padahal secara teori mustinya hanya berjalan secara intermitten menyesuaikan temperature aktual di dalam engine.
“Sodara indonesi… lebih baik mesinmu kamu ganti saja. Untuk type mobilmu ini harusnya mesin utuh tidaklah terlalu mahal. Kalau hanya di repair sepengalaman saya, masalahnya hanya akan berulang terus menerus. “ Sodara bengkel menjelaskan kepada saya.
Sebenarnya saya sudah paham sebelum dia menjelaskan. Karena saya ikut melihat sendiri bagaimana engine temperature masih terus naik meski radiator fan sudah full speed. Semuanya terpampang dengan jelas lewat portable monitor yang mereka pasang.
“Untuk sementara dua titik termostart akan kami lepas. Jadi coolant system-mu akan berjalan dengan by pass mode. ”
Saya lihat secara seksama proses demi prosesnya. Satu titik berada di inlet coolant pump satunya lagi ada di return line. Saat proses pembongkaran inilah datang seseorang yang berminat membeli Kyai Garudo.
Saya katakan kepadanya :
“Sodara…mobil saya sedang rusak. Rekomendasi bengkel, harus ganti mesin total. Apakah kamu tertarik untuk membeli mobil yang rusak ?”
“Tidak masalah. Berapa kamu mau jual mobilmu ?”
“Sekian Oman Real. Kalau mau silahkan ambil dengan kondisi apa adanya. Kalau tidak mau tidak masalah, akan saya perbaiki sendiri…!”
“Baik. Nanti aku telpon. Insyaalloh.”
Saya menunggu di bengkel dari pagi sampai sore hari. Begitu sampai di rumah, telpon pun berdering. Orang yang tadi, benar-benar berminat.
Dengan by pass mode Kyai Garudo kembali normal. Terbersit niat di dalam hatiku untuk tidak menjualnya. Tapi harga diriku sebagai seorang muslim, sebagai seorang lelaki harus tetap kujunjung tinggi semampuku. Pagi hari aku sudah deal untuk menjual. Segala konsekuensi yang harus aku terima setelahnya akan aku tanggung. Dengan memohon pertolongan Rabbul Izzati.
***
Singkat cerita Kyai Garudo dibeli orang. Untuk beberapa hari aku merasa sedih. Aku terbawa pada situasi yang sentimentil. Sehat-sehat bersama keluarga barumu ya Kyai. Maafkanlah aku bilamana selama ini aku kurang baik dalam merawatmu.
Tanpa kendaraan. Aku kehilangan mobilitas. Sewa mobil menjadi solusi sementara yang aku pilih. Biaya’nya lumayan cukup mahal. Tidak direkomendasikan untuk sewa berbulan bulan lamanya. Aku kehilangan banyak waktu, semoga Rabbul Izzati ridho denganku meski amalan-amalanku tidaklah maksimal di Ramadhan tahun ini.
Selama proses pencarian mobil baru seringkali saya dapati komen yang seperti ini :
“Nowadays it is hard to find ready car with your range budget”
Memanglah normal dikarenakan budgetku kurang memadai. Berkat Pertolongan Illahi Rabbi aku dapatkan unit yang baru. Suzuki swift tahun 2016.
Semoga Illahi Rabbi memberikan keberkahan pada unit baruku itu. Beberapa titik harus direpair. Sebuah kompromi wajar dari range budget yang aku miliki.
Alhamdulillah… Matur Nuwun Gusti.
Sabtu, 28 Maret 2026
Pakem, Yogyakarta
Simon Dinomo
