Sabtu, 07 November 2026

"Kulla Kama Simba ... Kasi kama Kuku...!"

Bahasa sawahili original'nya berasal dari afrika. Dari penelusuran google digunakan di negara tanzania, dan sekitarnya. 
"Kulla kama simba...kasi kama kuku...!"
Itulah satu kalimat dari bahasa sawahili yang masih saya ingat sampai sekarang. 
Yang artinya kira-kiranya :
"Kalo makan seperti singa..giliran disuruh kerja seperti ayam...!"

***
Awal mula datang ke Oman. Pabriknya belum jadi sepenuhnya. Hari-hari kami jalani untuk training ini dan itu. Sesekali kami ada jadwal untuk walkdown, melihat perkembangan pengerjaan pabrik. 
Selama mengikuti training demi training. 
Saya tidak kehilangan ciri khas sebagai orang Indonesia.
Ciri khas yang pertama : 
Kemampuan bahasa Inggrisku... tentu sudah jelas.... di bawah rata-rata. 
Mirip mirip lah dengan presidenku periode sebelumnya ketika berpidato bahasa Inggris. 
 
***
Kemudian ciri khas yang lainnya lagi. Begitu ada training. Tentu saja posisi duduk favorit sudah jelas yang paling belakang dan paling pojok. Saat ada moment untuk tertawa, paling keras suaranya. 
Selang beberapa saat kemudian seolah beban yang begitu berat bergelantungan di pelupuk mata ini. Untuk kemudian berlanjut sampai ketiduran. Yaa seperti di photo itulah kira-kira jadinya. 
Dan yang mem-photo tentu saja sesama orang indonesia. Ha....3x. 
Dalam psikologi, memang ada pembahasannya tersendiri. Bilamana semisal ngantuk berat, kemudian otak diperintah untuk :
"Hai..otak jangan sampai tidur. Ini baru training....!"
Namun yang terjadi malah tertidur dengan pulas. 
Berbanding terbalik saat sudah siap untuk tidur. Kemudian otak diperintah :
"Hai..otak ayo gek tidur, besok kerja...!"
Namun malah ketap - ketip nggak tidur tidur. 

Pada saat duduk di belakang itu, kami mendengarkan penjabaran yang panjang lebar dan rumit sekali. Sambil sedakep, kami bergumam :
"Halah nek muk koyo ngono aku yooo..iso..."
Lha wong sudah pengalaman jeeee....!! 
Namun demikian bila harus disuruh menerangkan. Langsung angkat tangan. 

***
Sekitar tahun 2013. Waktu itu saya masih di Saudi Arabia. 
Di sebuah ruang substition. Tempat stop contact motor-motor bertegangan tinggi dikumpulkan. 
Saya membuka-buka sebuah visitor logbook. 
Pada halaman terakhir. Tertulis dua kalimat yang tidak asing bagi saya. 
Baris atasnya berbunyi :
"Kamu monyet...!"
Kemudian baris keduanya bunyinya :
"You are handsome...!"

Saya pun paham siapa yang menulis dan dalam rangka apa beliau menulis serta dengan siapa partner yang bersamanya. Karena orang indonesia di area itu bisa dihitung jari. 

Secara psikologis manusia itu memiliki beberapa kesamaan. Terutama dalam men'utilize bahasa. 
Skill dalam berbahasa sangat membantu dalam segala hal. 
Semakin banyak bahasa yang dikuasi potensinya semakin banyak pula pengetahuan yang dimiliki. 
Nah dalam hal itu setidaknya saya cukup beruntung. Khazanah ilmu berbahasa saya nambah dari bahasa Sawahili. 
Meski hanya satu kalimat saja.

Piye... ? Opo ora hebat ?

Sabtu, 07 November 2026
Liwa, Oman
Simon Dinomo


Minggu, 01 November 2026

Sikut-sikutan...tikam-tikaman...!

Pada akhirnya training kendaraan listrik yang sudah terjadwal musti aku batalkan. Dalam kehidupan terkadang kita musti mengambil keputusan secara cepat. Benar atau salahnya sebuah keputusan peluangnya hanya 50 persen. Ada prioritas lain yang harus aku dahulukan. 
Semoga aku masih diberi kesehatan. Untuk menyelesaikan sesuatu yang tertunda itu dikemudian hari nanti. 

***
Kawanku bilang di sela-sela makam malam. 
"Ternyata sesama mereka yang satu negara, saling sikut di belakang ...!"
Dia menyebut sebuah nationality dalam hiruk pikuk perpolitikan dunia buruh. 
Dengan terus terang saya katakan. 
"Jangankan yang lain...wong kita saja sesama orang indonesia potensinya sama saja. 
Saling sikut satu sama lainnya. Tikam-tikaman, tapi tentu saja juga dibelakang".

Manusia tercipta dengan egoisme yang sangat tinggi. 
Terlepas dari mulut yang berbicara tidak mungkin demikian atau muka yang berjuta-juta yang bisa diperlihatkan. 
Orang boleh tidak percaya. Itu juga hak setiap individu.
Bagaimana kisah saling sikut dan saling tikam itu akan berujung ? Sodara ....mana ada yang tahu. Masa depan itu adalah misteri. Sudah barang tentu misteri itu selalu menggelitik hati. 

Cerita tertinggi dalam pewayangan mahabarata adalah sikut-sikutan dan tikam-tikaman sesama sodara. Boleh jadi ini prakteknya .... ! Dan kebetulan sama-sama mengenal cerita masyur itu dalam didikan historis. Anggap saja kita sedang nonton wayang. Ada sengkuni, ada pandawa, ada kurawa, ada kresno, baladewa, dan ada juga tokoh seperti adipati karna. 

***
Sesi yang lain kawanku yang lain berkata :
"Mengapa kamu tidak komplain ? Kalau kamu tidak komplain kamu akan mati..!"
"Sodara ...  ketahuilah .... boleh saja aku mati ! Tapi aku berdoa kepada Illahi Rabbi. Agar jangan sampai aku menikam sodaraku sendiri dari belakang. 
Bila suatu ketika ternyata aku ikut menikam dari belakang, semoga Rabbul Izzati mengampuniku".

Roda kehidupan mengajariku agar jangan sampai berharap pada manusia. Agar jangan sampai bersandar pada manusia. Hanya Illahi Rabbi semata yang tidak pernah meninggalkanku. KepadaNya kusandarkan segala-galanya. Dia yang tidak pernah meninggalkanku. 


***
Aku begitu cinta pada laptop macbook air M series. Saat release pertama kalinya. Aku langsung terpesona. Bagaimana bisa sebuah laptop tanpa kipas. Tanpa device mekanis. Hitung-hitungan kasarku tentu laptop ini akan lebih awet. Saat pertama release di tahun 2020 aku beli di harga 405 oman real. Harga yang sebenarnya cukup mahal buatku. Semoga berkah.... !
Hingga kini aku masih sering menulis dengan macbook air M series itu. 

***
Kyai Sapu Angin bermesin 1200 cc empat cylinder. Konsumsi bahan bakarnya impressif. Satu kali full tank bisa untuk 12-15 hari. 
Kyai Alap-alap dari data statiskik untuk pemakaian medium. Sekali full tank, akan habis dalam 7 harian. Terkadang hal yang menggelitik pikiran itu, apa musti aku ganti saja Kyai Alap-alap dengan yang lain. Yang mirip dengan spesifikasi Kyai Sapu Angin ?

Dan pikiran itu aku biarkan saja terus. Bisa jadi pikiran itu hanyalah sebuah keinginan gila yang tidak perlu. Keinginan yang bilamana dituruti tidak akan ada habisnya. Keinginan yang tiada ada ujungnya ?

Sehat-sehat teruslah kalian berdua. Kyai Sapu Angin...Kyai Alap-alap. 
Matur untuk semua. Akan aku coba merawat kalian dengan sebaik mungkin. 

Note :
Buat Si Mbak dan Si adik.
Photo dalam tulisan ini. Diambil tahun 2014 di Jubail, Saudi Arabia. 

Sabtu, 31 Oktober 2026
Sohar, Oman
Simon Dinomo. 








Kamis, 29 Oktober 2026

Wina Terapi....!

Deretan ruko berjejer di sebelah utara puskesmas pakem. Berjejer membentang ke arah timur dari arah jalan kaliurang. Ada warung kelontong, jualan pulsa, jajanan anak-anak sekolah, bakso, soto , es krim, frosen food. Di penghujung timur ada turunan. Sebuah gorong-gorong melintang di turunan tersebut, membelah deretan ruko dengan percetakan dan toko busana di bawahnya. Pohon trembesi yang besar memberi nuansa adem dan teduh. 

Tepat di sebelah selatan sebelum turunan itu. Di bawah pohon trembesi yang besar itu. Semua keluargaku pernah berobat terapi disana. Aku, anak-anak'ku, istriku, ibuku, ayahandaku, mertuaku. Semuanya ... !
Di tempat itu aku menyaksikan betapa ujian perikehidupan manusia itu sangat beraneka ragam. 

Pada titik kehidupanku yang terguncang pernah kubawa ibundaku seorang diri. Saat kebanyakan manusia meninggalkanku. Tempat itu menerimaku, dan mengobati ibundaku. Semoga Illahi Rabbi membalas dengan kebaikan yang lebih baik dan lebih banyak lagi. 

***
Waktu itu aku sedang menunggu di luar. Sambil duduk - duduk, kadang berdiri, kemudian duduk kembali. Mas Yudi datang menghampiriku. 
Kami ngobrol beberapa saat lamanya. 
Ternyata kami satu almamater. Beliau dari jurusan teknik sipil sedangkan aku dari jurusan kimia industri. 
Bilamana aku datang kesana, selalu beliau sempatkan meski sebentar menghampiriku dan mengobrol denganku. Di sela sela jadwal kerjanya sebagai seorang pegawai instansi pemerintah. 

Tiga ekor kucing bermain keluar masuk gorong-gorong. Berlarian kesana kemari. 

***
Bisa dibilang aku habiskan 50 % masa cutiku kemarin di sana. Banyak jadwal kutinggalkan demi menyelesaikan berobat disana. Tempat kerjaku memfasilitasiku untuk berobat di rumah sakit. Fasilitas itu cukup memadai. Dengan standard yang cukup tinggi. Semuanya akan dibayar oleh perusahaan. 
Meski harus membayar sendiri aku lebih memilih untuk berobat kesana. Fasilitas dari tempatku bekerja aku abaikan. 
Pukul 09:00 biasanya kami berangkat. Terapi disana cukup memakan waktu. Normalnya paling tidak habis ashar baru pulang. Kadang kala malah pulang sehabis maghrib.

Titik demi titik ditusuk dengan jarum akupuntur. Kemudian dialiri dengan aliran listrik. 

Dan sekarang aku sudah kembali di tempatku bekerja. 
Tempat yang jauh, hampir delapan jam terbang dari jakarta. 

Rabu, 28 Oktober 2026
Liwa, Oman
Simon Dinomo



Kamis, 08 Oktober 2026

Tukang tambal Ban .... !

Pertama tama essay yang aku bacai itu menceritakan sewaktu pramodya dianggap gagal oleh ayahnya sendiri terkait studinya. Walhasil Pramoedya pun berdagang rokok kretek. Hingga bisa dibilang menjadi seorang pedagang rokok yang sukses. Sampai sampai disejajarkan dengan Roro Mendut yang begitu ahlinya dalam memasarkan rokok. 
Pada intinya rokok kretek tidak bisa dipisahkan dari kehidupan pramoedya. Barangkali sosok pramoedya cukup berpengaruh pada penulis essay tersebut. 

***
Kemudian pembahasan selanjutnya mengambil bahasan, bagaimana awal mula rokok kretek itu ditemukan. Tembakau dicampur dengan cengkeh yang diramu menjadi citarasa baru. Yang dinikmati oleh banyak orang hingga kini. Cengkeh memberi nuansa hangat pada setiap hisapannya. Aku sendiri bukanlah seorang perokok, seberapa hangat dan bagaimana sensasinya aku tak tahu. 
Karena itulah perlu kiranya orang-orang berterima kasih kepada H. Djamhari. Yang disinyalir sebagai penemu dari rokok kretek tersebut. Begitu kata penulis essay itu. 

***
Masih lanjutan dari essay yang kubaca. Di Temanggung sana, dahulu sekali seseorang mencicipi sebuah daun. Yang setelah itu dia rasakan badannya menjadi lebih sehat dan lebih segar.  Itu juga menurut penulis. Sehingga dia bergumam .... *Iki tambaku*. Secara harfiah dia bilang ini adalah obatku. 
Dari kata tambaku seiring berjalannya waktu berubah menjadi tembakau. 

Nah begitulah tiga essay  yang aku bacai selama kurang lebih dua mingguan ini. 

***
Di sela sela jadwal terapiku. Kusempatkan lagi untuk menulis. 
Hari ini sebuah paku besar menancap di ban belakang sebelah kirinya Kyai Alap-alap. Atas rekomendasi dari ayahandaku. Kubawalah pada tukang tambal ban yang sudah terakreditasi oleh beliau. 
Wuelook tenan. 
Singkat cerita sampailah disana. Di check pakunya masih menancap dengan kencang. 

"Mas... ban'nya musti dilepas dulu ini...!"
"Njih bapak, dilepas mawon, mboten nopo nopo..."
Dongkrak pun dipasang, kedua sisi ban diganjel. Rem tangan tak lepas dari sisi kemudi. 
Paku itu menancap dalam posisi miring. 
Udara mendesis saat paku ditarik keluar. 
Effort'nya luar biasa dikarenakan posisi'nya yang miring melintang. 
Butuh kira-kira sejam lamanya sampai semuanya beres. 
Semua sisi ban sudah ditambah angin oleh si bapak. 

"Pak pinten totale ....?"
"Kalih doso mas ...!"
Saya tertegun. Dengan effortnya yang seluar biasa itu. Beliau hanya memberikan tarif 20 ribu saja. 
Tambal ban, pasang dongkrak, nyopot ban, kemudian masang kembali masih isi angin keempat roda. Di Oman saja semisal hanya rotasi ban dikenakan tarif 2 omr. Kira-kira 90 ribu rupiah.
Semoga Tuhan Yang Maha Pemurah. Membalas beliau dengan balasan yang lebih baik dan lebih banyak. Semoga Illahi Rabbi memberikan rizki yang melimpah dan berkah kepada bapak tukang tambal ban. 
Bagaimana tidak, semisal di pom bensin saja. Untuk pompa satu roda dikenakan tarif 5 rb. Normalnya hanya untuk isi angin keempat roda mobil sebesar 20 ribu. 
Oiya .... barangkali alasannya. 
"Lha iya wong yang buat ngisi nitrogen jee....!"
"Hmmm ...ya...ya...ya...ya." 

****
Pertemuan saya dengan bapak tukang tambal ban itu, mengingatkan saya tatkala sedang berdiskusi bersama kawan saya Juragan Gurameh ST. 

Sebelum saya ambil cuti liburan. Juragan Gurameh ST melihat video di kanal youtube. Di kawasan PIK disebutkan harga rumah mencapai 80 milyar. 
Mendengar itu, saya agak terkaget-kaget. 
"Wueloook tenan .... 80 milyar gan ?"
Sudah begitu unitnya juga laku, tak perduli berapa pun harganya. 
Yang jadi pikiran saya. Itu terus yang beli kerjanya apa kira-kira. Usahanya disektor apa. Dan gajinya berapa. 
Semisal saya hitung pendapatan saya dari awal mulai bekerja sampai sekarang nampaknya juga tidak bakalan nyampe. Kejauhan untuk dipikir...!
Kemudian nalar saya yang mokal mokal menelusur lebih jauh. Terus itu kira-kira ngambil untungnya berapa. Semisal dengan luas bangunan yang terlihat di video youtube. 
Masih menurut kawan saya juragan gurameh ST. Dia perkirakan ya maksimal pembangunannya habis 15 Milyar. Dia mentaksir margin keuntungan sebesar 65 milyar. Artinya 400 persen lebih.
Nah kalo bisa nyari model bisnis yang seperti ini....! 
Begitulah Juragan Gurameh ST menyimpulkan. 
"Lha piye... 400 persen margin jeee"

***
Pagi-pagi sehabis subuh. Jalan Yogya Solo sudah ramai kendaraan berlalu lalang. 
Seorang bapak-bapak berjalan menyusuri sawah dengan senter terpasang di kepalanya. Kepalanya menunduk mengikuti air yang mengalir di bawahnya. 
Pompa air menyala menyemburkan air ke sawah. 
Pompa itu beratnya kira-kira 35 kg. 
Di musim ini sawah-sawah musti diariri setiap hari. Setiap hari pula pompa air seberat 35 kg itu musti dibopong bongkar dan pasang. 
Dari cerita yang kudengar belum lama ini pompa air yang ditinggal disawah. Hilang di beberapa tempat sekaligus. dalam waktu yang bersamaan. 
Gila ...memang, tapi begitulah realita yang ada. 

Di jalan tengah sawah sebelah utara jalan yogya solo, banyak orang berjalan kaki dan berlari-larian. 
Hari masih agak gelap. 
Udara juga masih sejuk. 
Rumput-rumputan masih berembun. 

****
Di masa liburan cuti begini. Sekedar untuk menulis aku musti bergantian dengan si mbak. Aku musti meminjam sebentar laptopnya si mbak. 
Kukira ipad air sudah bisa menggantikan laptop untuk kebutuhan harianku. Bagi sebagian orang mungkin memang bisa. Ternyata untuk-ku, tidak bisa. 
Office berbasis cloud banyak fitur yang masih terbatas. Kemudian untuk sekedar menulis di blog, masih kurang proper meski sudah dikombinasikan dengan keyboard sekalipun. 
Mau beli laptop sendiri, masih pikir-pikir budget. 
Baiknya memang beli sendiri semacam windows berbasis arm dengan snapdragon rasanya sudah cukup. 
Ya nantilah .... apakah itu hanya keinginan atau memang kebutuhan. Biar terjawab seiring berjalan waktu. 

Kamis, 09 Oktober 2026
Prambanan, Klaten
Simon Dinomo


Selasa, 29 September 2026

Cuti hari pertama, kedua dan ketiga...!

Menulis adalah bekerja untuk keabadian.
Jadinya kutulislah masa cuti'ku kali ini.
Hari pertama cuti, aku ajak anak-anak untuk memetik buah strawberry di Kaliurang. Buahnya cenderung kecil - kecil kurang optimal. Anak-anak tetap suka dan bahagia. Selepas maghrib menjadi agak sulit untuk mengolah waktu. Dalam angan-anganku setiap satu hari setidaknya satu essay kubacai. Beberapa hari berlalu dan tak satu pun essay terbacai. 
Jalur sanitasi di rumah hampir selalu bermasalah. Seperti cuti-cuti sebelumnya aku luangkan waktu'ku untuk trouble shoot jalur sanitasi. Booster pump selalu bunyi cetak-cetek. Tanpa booster pump water heater tidak dapat beroperasi. Masalah ini menjadi problem primer yang harus segera diselasaikan. 
Aku coba akali suction head'nya. Installasi pipa tambahan sudah aku pasang. Secara teori suction head sudah bukan masalah lagi. 
Selang beberapa jam, booster pump kembali cetak-cetek. Menurut ayahandaku pompa dan flow switch terhitung masih baru. Baru sekitar dua bulan yang lalu diganti yang baru. Sedang yang lama motornya mati. Wajar saja bila terus cetak cetek, tinggal menunggu waktu motor terbakar. 


Aku coba pasang check valve di dicharge pompa. Dan sejauh ini semua berjalan dengan baik. Alhamdulillah. 
Mudah mudahan permasalahannya benar-benar teratasi dengan sempurna. Suction head sudah baik, kick back pressure sudah teredam dengan check valve. Apakah clear,... ? kita tunggu saja sodara. Bilamana masih bermasalah, akan aku ganti flow switchnya. Langkah terakhir akan aku ganti semua instalasinya. Jalur pipa PVC akan aku ganti menjadi system outdoor, sehingga bila ada kebocoran gampang untuk terdeteksi dan gampang ditangani. 

Water heater sangat membantuku, bisa dipakai ayahandaku, ibundaku dan aku sendiri. Tanpa harus repot-repot memasak air untuk keperluan mandi. 

****
Aku tinggal menumpang di rumah ayah dan ibuku. Rumahku sendiri, jarang kami huni. Hampir tak pernah malah. Entah mengapa anak-anak'ku lebih nyaman tinggal bersama mbahnya. Mereka tidak mau tidur di rumahnya sendiri.

Cuti hari kedua, aku berbekam. Tiga titik dikepala darahnya banyak sekali. Rambutku belang hasil berbekam, jadinya kepalaku aku gundul sekalian dengan alat seadanya yang aku punyai. 
Hari berikutnya aku lanjut terapi TCM. Terdeteksi berpotensi gejala strok atau kanker otak. Ngeri sekali....!

Sekian dulu... pikiranku masih terbayang-bayang berita ngeri itu. 
Kuceritakan saja sekalian kepadamu, biar sedikit release pikiranku. 
Aku masih punya Illahi Rabbi, Tuhan Yang Maha Menyembuhkan. PadaNya aku berserah diri dan menyandarkan semuanya. 

****

Selasa, 29 September 2026
Prambanan, Klaten
Simon Dinomo



Rabu, 23 September 2026

Perikehidupan yang selalu tak menentu....!

Semakin kesini badanku sudah semakin melemah, sedang apa yang musti aku pikul bertambah beratnya.
Bilamana tiba masanya aku hendak diambil pulang oleh Illahi Rabbi, semoga Dia mengambilku ketika Dia Ridho kepadaku. Dan dijadikan hatiku ridho pada segala apa yang telah Dia tetapkan untuk-ku.

***
Sejak waktu itu harapanku tidaklah muluk-muluk. Semoga masih diberi kesempatan bertemu bulan ramadhan, dan aku diberi kekuatan untuk beramal dan beribadah secara maksimal. 
Tahun demi tahun berlalu. Bukankah itu sudah lebih dari cukup ?

Aku berterima kasih sekali senantiasa diingatkan bahwasanya dalam perikehidupan  itu selalu tidak menentu. Boleh manusia merencanakan sesuatu dengan sedetail-detailnya. Akan tetapi pencipta manusia mempunyai kehendaknya sendiri.
Sebagai manusia hanya bisa berusaha untuk mencapai rencanya semaksimal mungkin, kemudian senantiasa berdoa dan memohon pertolongan dan petunjuk kepada pemilik dan penciptanya. Dan hasilnya adalah sesuatu yang selalu jadi misteri. Suka-suka pencipta manusia, dan pemilik dunia seisinya. Begitulah perjalanan kehidupan itu musti dijalani hari-harinya. 

***
Hati manusia selalu berubah-ubah. Petunjuk itu selalu kuminta setiap saat. Setiap ketidakpastian dibarengi dengan kekhawatiran dan ketakutan. Setiap kekhawatiran membawa efek buruk bagi pikiran. Bila pikiran menjadi buruk pelan-pelan akan menjalar pada kesehatan.
Sudah semestinya segala sesuatu disandarkan pada pemiliknya. 
Bila sudah bersandar pada pemiliknya apapun ketidakpastian yang mungkin terjadi di masa depan. Sudah barang tentu akan dibarengi dengan solusi yang paling pas. Baik dari arah yang masuk logika ataupun dari ranah yang tak disangka-sangka. 

***
Tetanggaku adalah orang yang baik. Aku menghormatinya seperti aku menghormati ayahku sendiri. Dia juga memperlakukanku seperti anaknya sendiri. 
Bahkan bisa jadi akan lebih mengutamakan aku dibandingkan anak kandungnya sendiri. Dan itu benar adanya. Semisal aku bertamu ke rumahnya, aku akan dijamu bagaikan seorang raja. Tentu saja demikian itu akan menjadikannya repot. 
Dari situlah aku mulai menjaga jarak kepada beliau. 

Suatu ketika beliau berkata kepadaku :
"Nak, kenapa kamu menjauh kepadaku....!
Bila aku ada salah kepadamu, bilanglah... Jangan menghindar dariku."
Beliau bilang ke temen-temennya. 
"Aku tidak tahu mengapa tetanggaku ini menjauh dariku...!"

Aku menjauh karena cintaku kepada beliau. Dari kejauhan senantiasa aku angkat kedua tanganku. Aku berdoa kepada Illahi Rabbi. Agar memberikan keberkahan kepada keluarga beliau. 
Meski beliau tidak pernah tahu, dan selalu beranggapan bahwasanya aku menjauh karena ada masalah. 
Karena sekali lagi sodara...bilamana aku ada perlu, potensinya beliau itu akan lebih mendahulukan aku daripada anak kandungnya sendiri. 

Aku mencoba untuk tahu diri. Sebagaimana dahulu ketika Abdurrahman bin Auf ditawari oleh sodaranya kaum Anshor. Beliau tidak menerimanya. Dan berusaha sendiri berdagang di pasar. 
Hingga saat tulisan ini kubuat, aku masih main kucing-kucingan dengan beliau. 

***
Pada suatu kesempatan saya diundang oleh salah satu jamaah masjid ke rumahnya. Aku hendak diperkenalkan dengan pembantunya yang baru. Dia sangat bersemangat untuk memperkenalkan pembantunya itu kepadaku. Karena dia bawa dari indonesia. 
Namun permintaan beliau saya tolak. 
Sebenarnya beliau agak kurang berkenan, tapi tetap aku pun bersikeras dengan keputusanku. 
Aku lupa menanyakan apakah pembantu barunya itu laki-laki atau perempuan. 
Namun hal itu rasanya tidak akan mempengaruhi keputusanku. 
Cukup aku yang tahu alasannya. 
***

Liwa, Oman
Rabu, 23 September 2026
Simon Dinomo

Minggu, 13 September 2026

Logoterapi...sekte lain psikologi....!

Tiga ekor anjing liar melintas di jalan. Di depannya kira-kira 20 meteran lagi ada sebuah round about. Perlahan terangnya langit memudar diganti oleh gelap. 
Kyai Sapu Angin melaju 70 km/jam menuju ke tempat kerja. Berangkat petang pulang pagi untuk yang kesekian kalinya. Aku nikmati caraku menghabiskan hari. 

Belum lama ini selama hampir setengah bulan aku selesaikan sebuah buku dengan judul "Manusia mencari makna hidup". Buku itu ditulis oleh seorang Yahudi tulen yang bernama Viktor E Frankl. 
Dia menceritakan kisahnya sendiri saat tragedi Holocaust. 
Auschwitz sebuah camp tempat dibakarnya para tawanan  hidup - hidup. 

***
Setelah mengetahui pengarangnya. Ada sedikit kekhawatiran dalam pikiranku. Mengingat pengarangnya adalah seorang Yahudi tulen. Meski begitu aku coba berlaku adil dan kubacailah sampai selesai. 
Menjadi tawanan artinya kehilangan kebebasan. Hari-harinya dipenuhi dengan siksaan, penderitaan. Banyak diantara mereka yang kehilangan emosi dan harapan. 
Banyak diantara mereka yang dibakar hidup-hidup. 

Dari perjalanan hidupnya itu dia berhasil merumuskan ilmu psikologi sekte baru. Yang dia beri nama Logoterapi.
Dia bilang : Kekuatan di luar kendalimu dapat merampas segala milikmu kecuali satu hal, kebebasanmu untuk memilih caramu menanggapi sesuatu. 
Bila manusia kehilangan harapan secara mendadak. Imunitas tubuhnya bisa memberikan respon yang bisa berakibat pada kematian. 
Karenanya sangat penting sekali untuk mengasah pikiran agar selalu mampu untuk menanggapi dengan cara yang benar. 
Seburuk-buruknya perikehidupan yang harus dijalani. Kehidupan harus berjalan terus. Dan kehidupan yang kita jalani adalah sesuatu yang bernilai. Yang musti kita teruskan. 

Setelah kubacai buku ini. Aku tahu ada tiga sekte psikologi. 

  • Psikoanalisis sigmund freud
    Manusia yang sekarang dibentuk dari perlakuan masa lalu. Semisal masa kecil di bully, atau kurang kasih sayang orang tua. 
    Sebab yang sudah lewat, sangat berpengaruh pada kondisi saat ini.
    ***
    Dari sudut pandangku sendiri : mengingatkanku pada kaidah yang disampaikan Gus Baha kepada kita : 
    Apabila kita miskin kemudian disia-siakan oleh masyarakat. 
    Memang lumrahnya sudah begitu. Hal yang lumrah tidak usah terlalu dimasukan hati. Tidak perlu dipikir sampai berlebihan. 

  • Teori Psikologi Adler
    Manusia dibentuk oleh tujuan hidupnya saat ini. 
    Hal 2x yang sudah lewat tidak relevan untuk mempengaruhi perikehidupan yang sekarang. 
    ***
    Terkait teori ini mengingatkanku pada salah satu point dari 7 habbits Steven Covey.
    Begin with the end of mind. 
    Mulailah segala sesuatu dari akhir suatu kejadian. 
     
  • Logoterapi : Viktor E Frankl. 
    Manusia harus selalu ingat bahwa kehidupannya adalah berarti yang harus dilanjutkan, meski kondisi yang sangat sulit sekalipun. Tidak merubah esensi kehidupan pribadi yang penting dan berarti. 
    ***
    Terkait teori ini ada semacam korelasi dari penjelasan Gus Baha : Mengapa kehidupan itu penting dan berarti. 
    Para ahli kubur selalu mengharap dan memohon kepada Illahi Rabbi agar bisa dihidupkan kembali ke dunia. Niscaya akan beramah sholeh yang banyak. 

Liwa, Oman
Sabtu, 12 September 2026
Simon Dinomo