Kamis, 25 Juni 2026

Mangga Sindri dari Pakistan...!

Manggo Kalbathor dari Yaman sudah menghilang dari pasaran. Kalaupun ada harganya sudah mahal. Musim terus bergulir. Kini giliran mangga sindri dari Pakistan. 
Tumpah ruah bertumpuk-tumpuk di supermarket. Harga per kilo'nya 600 baisa. 
Buah sawo harganya relatif stabil sepanjang tahun di sekitaran 1 oman real per kilo. 
Hadir sebagai salah satu nikmat dari Tuhan Pencipta Langit dan Bumi. Dia jadikan buah semangka dengan kesegarannya itu. Yang menyejuk-kan tenggorokan di musim panas yang terik ini. Harganya 200 baisa per kilo. Matur nuwun Gusti.... !

Ada kalanya buah strowberry bila musimnya tiba. Dari bumi mesir akan membanjiri pasar dengan harganya yang murah 300 baisa per kotak mika kecil. 
Delima dari Yaman yang amat manis harga termurahnya 650 baisa saat musimnya tiba. 

Sedangkan buah rambutan, buah durian, buah nangka, buah manggis, buah lychee, buah jeruk, buah apel, buah pisang. Harganya relatif stabil,  tidak fluktuatif. 

Demikian sedikit laporan ketersediaan stok buah-buahan dari negeri Oman. 

Di pinggir pinggir jalan sudah mulai di jajakan rutop rutop segar dan mangga lokal yang ranum-ranum. 
Selamat datang musim kurma, selamat datang musim mangga. 
Mangga lokal Oman sangat beraneka ragam. Ada yang kecil-kecil, ada yang bulat agak besar, ada pula yang lonjong. Rasanya pun beraneka rupa. Manis asam dominan manisnya, manis beneran minim asam, dan asam manis dominan asamnya. 

Head to head per-manggaan adalah sbb : 

  • Mangga manalagi/mangga madu hampir sama dengan mangga badami dari india
  • Mangga Okyong hampir sama dengan mangga Tymoor Yaman
  • Pakel sodaranya mangga hampir sama dengan mangga kalbathor Yaman
  • Mangga arum manis...mohon maaf menurut lidah sama,  belum tergantikan. 
****
Mengenal data permusiman buah di pasar ini cukup membantu dalam set up gaya hidup di Oman. Belanja buah menyesuaikan musim akan menghemat pengeluaran. Signifikan atau tidaknya kembali lagi ke gaya hidup masing-masing. 
Semisal orang lain tidak merasa perlu. Yah tidak mengapa. Anggap saja ini hanyalah opini dari saya. 

****
Cita rasa lidah manusia berbeda antara daerah satu dan lainnya. 
Satu diantara yang banyak itu. Kacang hijau goreng. 
Kacang hijau dihilangkan kulitnya, dipecah atau dipipil menjadi dua. Kemudian digoreng dengan bumbu garam. 
Enak juga rasanya. Namun kadang kala atosnya bukan main. Gigi saya kadang sampai kesulitan untuk mengunyahnya. 
Yang lain lagi misalnya : 
Kripik pisang manis. Namun kali ini sebagai pemanisnya bukanlah gula tebu melainkan gula jawa. 
Berhubung keduanya diproduksi dari India. Taburan rempahnya aneka rupa. 
Awalnya terasa agak aneh. Lama-lama terasa enak juga. 

Sekian dan demikian. 

Kamis, 25 Juni 2025
Sohar, Oman
Simon Dinomo

Prepare open Reactor 2 ....!

  • Attachment yang diperlukan untuk bongkar reaktor : 
    • Process ICC phase 1 == IsolationLP-01165545 == TA Process ICC Reactor 2 Phase 1
    • Process ICC phase 2 == IsolationLP-01165544 == TA Process ICC Reactor 2 Phase 2
    • Process ICC phase 3 == IsolationLP-01165542 == TA Process ICC Reactor 2 Phase 3
    • Mechanical ICC reactor == IsolationLP-01176156 == TA Mechanical ICC - Blinding of Reactor 2
    • Process ICC teal to Reactor == IsolationLP-01176394 == Rxt 2 TEAL line process ICC
    • Mechanical ICC teal to Reactor == IsolationLP-01176447 == MECH ICC for Blinding TEAL line Reactor 2
    • Electric ICC Cycle Gas Compressor
    • Blind List yang sudah di sign. 

Kamis, 18 Juni 2026

Kyai Sapu Angin Jajan Spare Part....!

Kyai Sapu Angin sudah waktunya untuk ganti spare part. Power window  di area supir kadang kala tidak bisa dibuka. Setelah melalui proses observasi di bengkel langganan saya. Hasil analisisnya bukan dari initiator alias tombolnya. Semua tombol-tombol masih OK. Permasalahan ada di final element'nya. Motornya sudah waktunya minta ganti. 
Biaya pengechekan kemarin, saya ditarik biaya 1 Omr. Menurut hemat saya, biaya itu terhitung murah. 
Lha wong dia sudah mencongkel cover pintu, terus mengotet-otet kabel-kabel di dalamnya. Terus merumuskan dan menyimpulkan problematika yang ada. Setelah itu dia memasangnya kembali ke sedia kala. 
Mudah - mudahan analisisnya tidak meleset. 
Kalau pun meleset lha wong ya cuma 1 Omr. Ya wis musti saya maklumi. Meski yang dengan agak nggrundel sedikit. 

Yang diluar dugaan saya adalah untuk Brand Suzuki ternyata jarang yang jual spare partnya di Oman ini.
Lha terus, ternyata motor power window tersebut musti order dan butuh waktu selama 30 hari. 
Biar saja, nunggu 30 hari yo wis ben. 
Sebuah kompensasi yang musti saya terima, mengingat saya membeli mobil dengan harga yang murah. 
Tentu saja untuk mendapatkan harga yang murah dengan tahun yang agak muda. 
Bilamana spare part agak susah, Yo wis ora popo. 

****
Shutdown sedang berlangsung di area kerjaku sudah sejak beberapa hari yang lalu. Dan tentu saja sibuk sekali. Kaki saya sampai agak sedikit kram, saking keselnya. 
Dan bilamana tulisan ini kulanjutkan isinya hanya keluh kesah saya, yang menggunung. 
Lha piye mongsok yo kondisi kayak begini, aku musti kerjo dewean....!
Piye iki ? Iki piye .... Iki piye ? Piyeeeee ikiii.....!!!!
Gemblung tenan.....!!!!!
Begitulah dunia buruh, ada kalanya berkeluh kesah. Menggrundel dan ngedumel. 
Saya kira selama masih menjadi buruh. Dimana pun berada,  yaaa begitu-begitu ....saja adanya. 
Wong tendensi manusia itu ya masih sama saja. Itu jarene pakdhe Sigmund Freud dan Alfred Adler. 
Ketika manusia itu nggrundel dan ngedumel. Yang biasanya keluar adalah nama - nama hewan. 
Topik ini layak dirumuskan juga oleh beliau berdua itu. 
Lha wong menarik sekali. Manusia dimana-mana kompak lho ini !
Terutamanya kalau orang misuh-misuh itu yang disebut adalah kirik. 
Kok bisa kompak dimana - mana sama ? Kok bukan kucing saja. Atau ayam ? Jadi semisal saya misuh misuh begitu jadinya akan begini : 
"Wooo Jiangkriiiik...pitik .... bebek .... mentok...gajah.
Trembelane tenan....!!!!"
Nah kira-kira begitulah ....!!!

***
Makanya biar adil, dan rasa capek saya juga tidak berlipat lipat dengan keluh kesah dan grundelan itu tadi. Ada satu sisi baik yang diberikan pabrik tempat kerjaku. 
Coba ... pas ketika sedang shutdown begini. 
Setiap harinya kami disediakan aneka kue-kue yang bernampan-nampan. Aneka juz juga bernampan-nampan. Terus berhubung ini sedang musim panas, datanglah pocari sweet yang berdus-dus jumlahnya. 
Masyaalloh..... wuellooook tho ? Tidak ada audit lho ini. Ha mbok yo mau minum satu dus tho. 
Opo ora hebat.....?


Kamis, 18 Juni 2026
Liwa, Oman
Simon Dinomo

Minggu, 07 Juni 2026

Hari Jum'at di Kota Falaj.

Sodara ....! Musim panas kembali menyapa. 
Pabila musim panas tiba, humidity di Oman sangat tinggi. 
Rasanya sumuk, kembrobos, baju dan daleman jadi basah meski cuma keluar sebentar saja. 
Maghrib jam 19:00, sholat shubuh jam 04:00. 
Meski begitu musim panas menyimpan aneka keistimewaan tersendiri. 

Kawan-kawan kerjaku akan membawa rutop (kurma muda) yang manis dan krenyes-krenyes dari kebun mereka. Rasanya sodara .... nikmat sekali. 

***
Hari jum'at adalah hari yang istimewa. 
Di service road sekitaran round about kota falaj..... orang orang ramai berjalan, berlalu lalang. 
Orang-orang tumpah ruah memenuhi jalanan. 
Meski hari sedang panas tidak mengurangi keramaian di sana. 
Round about falaj bisa dibilang adalah jantungnya kota falaj. Kota ini adalah kota yang kecil. 
Hampir delapan tahun lamanya aku habiskan hari-hariku di kota ini. 
Di bawah round about itu ada sebuah terowongan. Bila hujan tiba terowongan ini menjadi jalan mengalirnya air menuju ke laut. Namun dihari hari biasanya menjadi jalan yang dilalui mobil. 
Terowongan ini yang hari harinya padat dan macet di jam jam sibuk kian tambah macetnya. 
Di depan terowongan itu berdiri restarant pakistan. Yang buka 24 jam non stop. Lurus ke arah selatan ada restaurant india berwarna merah. Kami menyebutnya Restaurant merah. 

***
Kutbah jum'at kemarin diselenggarakan selama 10 menit saja. Saat bijaksana sekali bukan ? Mengingat ada jamaah yang kebagian di luar masjid. 
Di Oman ketika hari jum'at, 20 menit sebelum waktu dzuhur adzan yang pertama akan berkumandang. Disusul adzan yang kedua saat tepat memasuki waktu dzuhur. 
Kemudian kutbah yang 10 menit itu berlangsung. 

Seperti hari jum'at yang biasanya. Seorang anak muda membawa sebuah kursi. Ia gelar tikar yang masih tergulung. Kursi lipat itu dibuka di atas tikar yang baru saja digelar. 
Selang beberapa saat seorang bapak dengan tertatih berjalan dengan tongkatnya. 
Anak muda itu membantu si bapak untuk duduk, tongkatnya diletak-kan di bawah kursi. 
Hampir setiap jum'at aku saksikan pemandangan ini. 

***
Minggu, 07 Juni 2026
Liwa, Oman
Simon Dinomo

Kamis, 28 Mei 2026

Cerita Kolegaku .....!

Semenjak kepergian Paman Salim dan Alum Bhai aku kehilangan model ceritaku yang glenyengan itu. Bisa dikatakan kini ceritaku penuh tekanan. Nuansa glenyengan itu seolah pergi bersama Paman Salim dan Alum Bhai.
Meski sesekali aku masih bercengkerama dengan paman Harun. Sudah lama juga aku tidak bercerita tentang Paman Harun. 

***
Seorang kawan menyapaku. Kami ngobrol sebentar.
Beliau menyampaikan niatnya untuk balik ke negara tercinta. Menyudahi pengembaraan menjadi buruh pabrik. Memulai kisah baru, tidak diperintah .... tapi memerintah.
Mungkin di pertengahan tahun atau di akhir tahun ini keputusan itu akan beliau eksekusi. 
Dengan gestur yang sangat lelah beliau melanjutkan ceritanya.
***
Apabila ada kawan yang pergi. Satu, dua , tiga, empat, ... lama kelamaan seperti sudah menjadi semacam Anchoring effect. Kemudian memunculkan suatu anggapan dan suatu rasa takut. 
Yang tidak ikut pergi dianggap tidak kompeten, skill'nya dipertanyakan. Memang fenomena ini tidaklah tertulis, entahlah bisa saja hanya anggapanku belaka. 
Cuma dari perjalanan hidupku yang sudah lebih dari seperembat lamanya. Hal ini begitu nyata adanya.

Dahulu ketika aku masih muda sekali. Idealisme'ku begitu luar biasanya. Fenomena itu sedikit banyak mempengaruhi dan menantang jiwa mudaku. 
Nampaknya waktu sudah mendewasakanku. Memberitahuku banyak hal. 
Ada banyak hal yang musti aku pikul. Ada banyak hal yang musti aku mitigasi. Ada banyak hal yang musti aku usahakan. 
Ada komunitas atau tidak, seorang diri atau bareng-bareng. Kehidupan harus terus berjalan. 
Aku harus terus survive, terus bisa menikmati setiap perjalanan hidupku. 
Hanya kepada Illahi Rabbi aku ingin bersandar. 
Dia yang tidak pernah meninggalkanku meskipun kadang-kadang aku begitu nakal. 
Aku berdoa semoga senantiasa aku diberi petunjuk, diberi pertolongan , diberi kemudahan dan diberi perlindungan dalam segala hal. Sampai akhir perjalanan hidupku. 

***
Semakin banyak hal yang aku ceritakan ke orang-orang, cerita itu akan semakin berkembang dengan narasi tambahan yang sangat kompleks.
Berkebalikan dengan teori psikologi, semakin banyak memendam, pikiran akan bekerja semakin berat. Beratnya pikiran berbanding lurus dengan kondisi kesehatan. 
Bila banyak hal diceritakan, semakin lega pikiran. Dengan konsekuensi semakin bermunculan masalah baru. Bila dipendam sendiri, semakin tertekan kesehatan. Akan tetapi masalah tidak meluas. 
Mana yang lebih baik, pilihan ada ditanganmu. 

***
Terbersit dalam pikiranku untuk aku ceritakan apa yang aku dengar ini di warung kopi. Sebuah topik fresh dan menarik. Adat dalam obrolan warung kopi. Tanpa topik yang fresh, kurang rame. 
Tapi aku mau belajar, aku adalah seorang lelaki. Aku musti belajar untuk menahan diri. Bercerita yang sekiranya perlu saja. 
Meskipun dalam teori psikologi dan kedokteran, hal itu akan mengganggu kesehatanku. 
Persetan...! Kesehatan hanya bisa dikendalikan separo saja. Separo yang lain ada di tangan Illahi Rabbi. 
Semoga Illahi Rabbi ridho kepadaku. Kemudian Dia memberiku kesehatan meski aku jarang olahraga, meski aku banyak pikiran. Aku perlu kesehatan itu agar bisa terus beribadah kepadaNya secara maksimal. 
Dia Maha Kuasa atas segala-galanya. 

Pada kolega saya itu, aku doakan semoga Tuhan Pemilik Langit dan Bumi memudahkan semua urusan beliau. Dilapangkan dan diberikan rezeki yang melimpah dan barakah. 

Nah juga sudah menjadi adat di komunitas kami, bagi yang akan pergi akan melepas kendaraannya. Barangkali ada yang berminat untuk berganti kendaraan. Siapa tahu menjadi jodohnya. 
Bisa juga beliau tidak akan share ke komunitas. Itu pun adalah hak beliau untuk memutuskan. 


Kamis, 28 Mei 2026
Liwa, Oman
Simon Dinomo

Senin, 18 Mei 2026

Seorang diri... Menggigit akar pohon...! Bagaimana kedepan ?

Nah sodara : 
Kuawali tulisanku kali ini dari cerita Robinson Crusoe. Setelah mengalami pasang surut kehidupan yang drastis. Dia terdampar di sebuah pulau tak berpenghuni di daerah karibia. 
Di pulau itu dia tersadar bahwa tanpa society,... kekayaan, uang, emas tidak ada harganya. Tidak berarti sama sekali. 

***
Suatu waktu Pramoedya menuliskan : 
"Sejatinya dalam perikehidupan bersosial yang berlaku adalah sebuah asas,  bagaimana caranya membuat iri tetangga...!"
Aku lupa dalam buku'nya yang mana. Meskipun tidak sama persis penulisannya, namun secara konteks kurang lebih sama. 

***
Ahmad Tohari bercerita dengan judul : "Paman Doblo merobek layang-layang". 
Paman Doblo seorang yang baik hati, begitu dikenal bahkan kalangan anak kecil. Begitu diangkat menjadi satpam. Sikapnya berubah 360 drajat. Orang-orang sampai tidak habis pikir, terutama anak-anak Paman Doblo yang dulu mereka kenal, kini menjadi begitu bengisnya. 

***
Seseorang bercerita kepadaku : 
Mana kala ada pemilihan kepala desa di suatu daerah. Ada dua calon, calon pertama bergambar singkong. Calon kedua bergambar jagung. 
Keduanya punya tim sukses. Masing-masing menggelontorkan dana habis-habisan. Tim sukses terlihat begitu loyal dan setia. Siap menemani sampai mati sekalipun. Sebagaimana pengikut daimyo di era sengoku di Jepang sana.  Ketika hasil pemilihan diumumkan. Dimenangkan oleh calon bergambar singkong. 
Calon kedua bergambar jagung, ditinggalkan seorang diri. Tim sukses yang membelanya selama ini tidak ada satu pun yang membersamainya. Setelah mereka tahu, si calon kedua sudah tidak berharta. 
Dia pun berjalan kaki pulang kembali ke rumahnya. 

Kutipan kutipan di atas adalah contoh tulisan-tulisan yang beraliran realisme.
Ibnu Qaldun sedikit banyak menggambarkan tentang sosiologi atau perikehidupan bersosial di dalam bukunya Muqaddimah. 
Tapi aku tidak mendalaminya. Membaca pun tidak selesai.

Warna dalam kehidupan bersosial itu tercatat dalam sejarah. Dan sejarah itu akan terus berulang. 
Semenjak menyadari hal itu aku menyukai Karya Sastra realisme. 

***
Di rumah ibu bapak-ku, warga desa.... berkenduri. Menurut mamak-ku hal ini sudah berlangsung semenjak mbah buyutku dulu. Generasi sudah hampir berganti. Mata rantai berikutnya adalah aku sendiri. Nampaknya aku bukanlah orang yang akan meneruskan tradisi - tradisi di kampungku. 

Bukannya aku hendak membangkang, atau melawan konsensus. Aku bersyukur sekali, Tuhan pencipta langit dan bumi menganugerahkan kepadaku untuk menjadi seorang mukmin dan muslim. 
Aku ingin menjadi seorang muslim yang baik semampuku. Mungkin tidak semua orang akan mengerti. 
Kuingat-ingat hadits dari Hudzaifah ibnu Yaman. Sampai saat ini itulah yang aku pegang sebagai prinsip perikehidupanku. 
Aku seorang diri, semuanya kelompok yang ada kuanggap sebagai sodara. Aku seorang diri menggigit akar pohon....sebagaimana tertulis secara tekstual dalam Hadits Hudzaifah Ibnu Yaman. Sedang kedepannya aku pun tak tahu. Apakah tetap begini, atau ikut dalam salah satu kelompok yang ada. Aku tidak mau berkelahi atau saling serang sesama saudara.  Semoga Tuhan Pencipta langit dan bumi memberiku petunjuk. 

Yang ingin meneruskan tradisi itu juga bagus-bagus saja. Pun juga sebaliknya. 
Banyak hal yang berubah di dunia ini. 
Sejarah pun mencatat akhirnya Jepang pun memberlakukan era restorasi meiji. 
Dalam perekonomian perubahan pun terus bergulir, dahulu orang memakai gold standar ... kemudian gold standard dikonvert ke US dollar melalui perjanjian bretton woods... kemudian perjanjian bretton wood dibatalkan dan diganti  era fiat money.... entah apa yang akan terjadi berikutnya. 

Seorang diri... ! mungkin aku akan tegilas habis oleh konsensus. Terlebih bila aku lemah secara finansial. Sedang aku tak pandai berbisnis. Tapi aku masih punya Tuhan Yang Maha Kaya. 
Lagi Pramoedya pernah menuliskan : 
"Manusia tanpa prinsip adalah manusia tengik....setengik tengiknya".
Dalam sebuah hadits yang lain pun dikatakan : Mereka yang memegang teguh agamanya ibarat memegang bara api. 

Dalam catatan historis Rahmad Abdullah menjelaskan dalam bukunya berjudul wali songo :
Suatu ketika Sunan Bonang mengingatkan Sunan Kalijogo. 
"Janganlah terlalu banyak berimprovisasi dalam berdakwah.... kelak dikemudian hari akan susah dikembalikan sebagaimana mestinya"
Dijawab oleh Sunan Kalijaga : 
"Biarlah itu menjadi tugas generasi berikutnya.....!"
Tentu saja pertimbangan Sunan Kalijaga juga masuk akal. Dengan jumlah yang sedikit perlu improvisasi agar menjadi banyak, tidak punah dan bisa menang. 
Entahlah .... benar dan salah biarlah Tuhan yang menilai. 

Bilamana sampai masanya aku menjadi mata rantai tertinggi. Mohon maaf sekali saya tidak bisa ikut dalam berbagai tradisi. Yang sekiranya tidak sejalan dengan prinsip kehidupanku. 
Monggo kalau tempatnya mau dipakai. Tapi saya tidak berpartisipasi. 
Aku paham tidak akan banyak yang mau mengerti kondisiku. 
Melalui tulisan ini aku harap ada secercah jalan tengah, sehingga bisa saling mengerti satu sama lain. Tanpa harus menyalahkan antara pilihan satu dan yang lainnya. 
Aku ingin menjadi seorang muslim yang baik semampuku. Sampai maut menjemputku. Semoga Tuhan Pencipta Langit dan Bumi ridho kepadaku. Bilamana pilihanku salah atau keliru semoga Rabbul Izzati mengampuniku kemudian menunjuki-ku dan membimbingku kepada kebenaran. 

Sebaliknya bagi yang ingin menjaga tradisi. Itu juga baik. 
Aku ambil pendekatan dari Gus Baha sebagai berikut : 
Semisal ada lokalisasi,  kemudian ada yang berdakwah di sana. Sekiranya bagi yang mampu, itu baik sehingga dakwah bisa menjangkau semua kalangan. Yang buruk bisa terbawa menjadi baik. 
Namun sekiranya tidak mampu, lebih baiknya dihindari. Daripada malah terbawa menjadi buruk. 
Dalam penilaian manusia persoalan itu akan menjadi perdebatan. 
Hanya Tuhan pencipta Langit dan Bumilah yang mengetahui yang sebenarnya. Kedua pilihan tersebut bisa jadi benar di mata Rabbul Izzati. Begitu juga sebaliknya. Yang perlu kita lakukan adalah kita jujur kepada Rabbul Izzzati. Hanya diri kita dan Rabbul Izzati'lah yang mengetahui. Mana yang harus kita pilih. 

Gusti kawulo Nyuwun Tulung...kawulo Nyuwun Petunjuk. 


Minggu, 17 Mei 2026
Sohar, Oman
Simon Dinomo

Sabtu, 16 Mei 2026

Sendal Jepit dan Chromium aktif...!

Sudah sejak bebarapa tahun terakhir saya tidak memakai sendal eiger selama di Oman. Keistimewaan sendal eiger yang saya banggakan semenjak muda, seolah runtuh. Disamping agak berat bobot sendalnya. Kurang begitu cocok untuk type kaki saya. Bilamana sering terpapar air, atau basah atau lembab. Selang beberapa saat kaki saya menjadi bau. Jika tidak kaki saya menjadi "rangen", atau dalam bahasa populernya terkena kutu air. 
Sontak kaki menjadi gatal dan perih. 

Saya ingat waktu itu saya sedang berjalan-jalan di sebuah Mall di kota Sohar. Suara sendal saya terdengar sangat nyaring. Suara itu menjadikan orang orang disekitar untuk memandangi saya. Entah dari bahan lantai'nya yang spesial, atau bagaimana entahlah. 
Yang jelas saya jadi agak merasa kurang nyaman. 
Semenjak itu saya tinggalkan sendal eiger dan beralih ke sendal yang tersedia di sini.

Pertama kali saya beli hanya bertahan satu tahun, yaitu sendal medical dari India. 
Pas dipakai terasa begitu nyaman, empuk , ringan dan cepat kering. 
Bisa jadi karena panas cuaca yang tak kira-kira. Setelah kira-kira berumur setahun serampat dari sendal itu akhirnya putus. 
Saya beli lagi untuk kedua kalinya dengan model yang sama. Sampai sekarang. 
Kini umurnya sudah lebih dari setahun. 
Sebuah pencapaian yang luar biasa untuk sendal jepit saya. 
Meski kini sudah menganga seperti mulut buaya dan beberapa kali saya tambal pakai lem alteco. Rasa empuknya pun sudah menghilang. 

Saya jadi berpikir untuk membeli sendal baru. 

***
Banyak yang tidak tahu, apa yang musti saya kerjakan setiap harinya di tempat kerja.
Keseharianku di tempat kerja adalah menghandle Chromium aktif.
Jenis yang pertama bernama Acclaim yang mana ini adalah chromium bervalensi 3 plus.
Jenis yang kedua bernama Ucat B yang mana ini adalah chromium bervalensi 6 plus.
Secara teori Logam ini memiliki sifat kronis yang berbahaya. Ngeri sekali. 
Sifat carciogenicnya sangat tinggi. 
Dan hampir setiap hari, saya berurusan dengan logam tersebut. 
Saya sudah terlanjur tahu, sewaktu dahulu sekolah di jurusan kimia. 
Kadang kala terlalu banyak tahu malah jadi kurang baik. 
Apapun itu kehidupan harus terus berjalan. 
Lagi pula logam ini juga makhluknya Alloh ta'ala. Seberbahaya'nya logam chromium bila Alloh tidak menghendaki saya celaka yaa biasa saja, logam itu tidak akan mencelaka'kan. 

Saya pun berdamai dengan Chromium aktif. 
Dengan segala resiko yang berpotensi saya tanggung. Saya hanya berdoa dan terus berdoa kepada Tuhan pencipta langit dan bumi. 
Senantiasa memohom kemudahan dan pertolongan. 

Saya tidak terlalu perduli dengan kengerian logam Chromium. 
Saya berharap keberkahan dari rezeki yang saya dapatkan. 

Dan inilah jalan cerita yang musti saya jalani untuk saat ini. Tidak semua orang tahu dan paham perjuangan orang lain. Akan tetapi setiap orang punya perjuangannya masing-masing. Setiap orang punya beban dan resiko yang harus ditanggung. Apa pun itu semoga menjadi rezeki yang barakoh. 

Alhamdulillah, matur nuwun gusti. 

Sabtu, 16 May 2026
Liwa, Oman
Simon Dinomo