Berhubung saya ini bukanlah seorang yang ahli dalam menginspeksi mobil, kalau sekiranya mobil yang saya peroleh itu banyak minusnya. Kesemuanya itu masih dalam koridor yang bisa ditolerir.
Meski begitu segala mitigasi tentu saya lakukan.
Termasuk mengundang teman saya, Juragan Gurameh, ST. Sebagai QC yang menemani saya, dan memberikan input-input dan insight'nya terkait mobil yang sedang kami cek.
Jelek-jelek begini, hasil didikan dari tempat kerja yang sudah puluhan tahun. Meskipun sedikit sudah bisa membaca cara kerja controller. Beserta sensing element dan final elementnya.
Malah controller yang ada pada system mobil itu hanyalah controller yang sederhana. Dibandingkan dengan yang ada di pabrik tempat kerjaku.
Ilmu itu menjadi bekal tambahan untuk menilai dan mengobservasi apakah sebuah mobil itu bagus atau tidak.
Lha terus setelah saya buat check list begini inilah detail kondisi unit yang saya peroleh :
Malah controller yang ada pada system mobil itu hanyalah controller yang sederhana. Dibandingkan dengan yang ada di pabrik tempat kerjaku.
Ilmu itu menjadi bekal tambahan untuk menilai dan mengobservasi apakah sebuah mobil itu bagus atau tidak.
Lha terus setelah saya buat check list begini inilah detail kondisi unit yang saya peroleh :
- Stirnya ternyata sudah krowak sedikit.
- Rasa-rasanya di dalam cabin kok seperti bau wedus. Saya kemudian berpikir bisa jadi mobil ini dulunya pernah dipakai untuk mengusung dan mengangkut wedus. Welhadalah.... !
- Kaca cover lampu kabin bagian depan, sebelah kiri ...bolong.
- Knob AC...putung alias potol alias patah.
- Laci penyimpanan tuasnya sudah rusak, sudah diganti pakai kawat.
- Hidrolis bagasi tidak jalan. Sekiranya mau ambil barang harus disangga sendiri pakai tangan.
- Radiator coolant levelnya kosong, tidak bersisa sama sekali di reservoir tank'nya.
- Tutup washer tank hilang...
- Electric mirror kaca spion'nya rusak dan tidak jalan. Musti ditowel-towel manual pakai tangan.
- Bodi bagian sebelah kiri di bawah spion ada bekas nyusruk yang levelnya moderat.
- Lampu belakang sebelah kanan, pecah.
Demikian itulah temuan-temuan saya terkait unit mobil yang saya dapatkan. Sedikit demi sedikit saya coba benahi dan perbaiki.
***
Mobilnya kecil, mungil berwarna putih. Mesinnya juga kecil hanya 1200 cc. Kalau dibawa ke jalan tol begitu agak kurang sat set. Sangat jauh bila dibandingkan dengan Kyai Garudo dengan mesinnya yang 1800 cc. Yang sangat mak wush...wush...wush begitu.
Mobilnya kecil, mungil berwarna putih. Mesinnya juga kecil hanya 1200 cc. Kalau dibawa ke jalan tol begitu agak kurang sat set. Sangat jauh bila dibandingkan dengan Kyai Garudo dengan mesinnya yang 1800 cc. Yang sangat mak wush...wush...wush begitu.
Toh secara fungsional mobil baru ini masih mumpuni, semisal mobilitas bolak-balik ke tempat kerja, untuk belanja bersama keluarga, mengantar kemana saja, dan banyak lagi.
Soal keiritan bahan bakar entahlah, saya belum bisa membuat kesimpulan. Yang jelas dibanding Kyai Garudo tangki bahan bakarnya lebih kecil.
Untuk mengisi full tank cukup dengan 6-7 oman real saja. Sedang Kyai Garudo untuk mengisi sampai full mencapai 9-10 oman real.
Pasca pembelian mobil itu saya banyak dibantu oleh sahabat saya Bapak Letkol. Mulai dari pengurusan balik nama kendaraan, pengambilan unit dan banyak lagi.
Matur nuwun Gusti.
Di jalan tol, bilamana mobil-mobil besar menyalip. Angin hasil aerodinamika'nya menerpa sampai terasa goyang-goyang. Rasanya seperti mau kebur alias terbang tersapu oleh angin.
Dari pengalaman itu, yang sangat rawan tersapu oleh angin, kunamailah mobil baru kami itu sebagai Kyai Sapu Angin...!
Soal keiritan bahan bakar entahlah, saya belum bisa membuat kesimpulan. Yang jelas dibanding Kyai Garudo tangki bahan bakarnya lebih kecil.
Untuk mengisi full tank cukup dengan 6-7 oman real saja. Sedang Kyai Garudo untuk mengisi sampai full mencapai 9-10 oman real.
Pasca pembelian mobil itu saya banyak dibantu oleh sahabat saya Bapak Letkol. Mulai dari pengurusan balik nama kendaraan, pengambilan unit dan banyak lagi.
Matur nuwun Gusti.
Di jalan tol, bilamana mobil-mobil besar menyalip. Angin hasil aerodinamika'nya menerpa sampai terasa goyang-goyang. Rasanya seperti mau kebur alias terbang tersapu oleh angin.
Dari pengalaman itu, yang sangat rawan tersapu oleh angin, kunamailah mobil baru kami itu sebagai Kyai Sapu Angin...!
Semua minus yang melekat bersama Kyai Sapu Angin saya terima dengan bahagia.
Sehat-sehat yaa Kyai.
Matur nuwun Gusti. Matur nuwun Juragan Gurameh, ST. Matur nuwun bapak Letkol.
Gusti nyuwun panjenengan paringi barakah dumateng Kyai Sapu Angin.
Matur nuwun Gusti. Matur nuwun Juragan Gurameh, ST. Matur nuwun bapak Letkol.
Gusti nyuwun panjenengan paringi barakah dumateng Kyai Sapu Angin.
Rabu, 08 April 2026
Liwa, Oman
Simon Dinomo
Liwa, Oman
Simon Dinomo