Senin, 13 April 2026

Resume Buku Filosofi teras...!

Pembukaan :
  • Alur bagaimana stress bisa merusak kesehatan tubuh. 
"Stres====Cemas====Depresi"

  • Sedang salah satu solusi yang bisa kita ambil adalah : 

"Catat hal-hal dalam hidup yang bisa atau pernah membuat kita bahagia. Misalnya olahraga, ngobrol, punya teman." 

Kemudian lakukan aktivitas yang membahagiakan. 

  • Management cemas dalam kehidupan sehari-hari adalah sama dengan menagement persepsi. 

  • Seorang praktisi STOA seharusnya merasakan keceriaan senantiasa dan suka cita yang terdalam. Karena ia mampu menemukan kebagiannya sendiri dan tidak menginginkan suka cita yang lebih daripada suka cita yag datang dari dalam. 
  • Tujuan Stoisisme :

    • Hidup bebas dari emosi negatif (sedih, marah, cemburu, curiga, baper, dll). Mendapatkan hidup yang tenteram. Ketentraman ini hanya bisa diperoleh dengan menfokuskan diri pada hal-hal yang bisa kita kendalikan. 
      Damai dan tenteram ini kokoh, karena berakar dari dalam diri kita, bukan pada hal-hal eksternal yang bisa berubah, hancur atau direnggut dari kita. 
Inti dari buku ini adalah statement berikut ini : 

  1. "Ada hal-hal di bawah kendali kita, ada hal-hal yang tidak di bawah kendali kita". 
    • Tidak dibawah kendali kita : 
      • Tindakan orang lain (kecuali tentunya dia berada di bawah ancaman kita)
      • Opini orang lain
      • Reputasi/popularitas kita
      • Kesehatan kita
      • kekayaan kita
      • kondisi saat kita lahir, seperti jenis kelamin, orang tua, saudara-saudara, etnis/suku, kebangsaan, warna kulit, dll.
      • Segala sesuatu di luar pikiran dan tindakan kita, seperti cuaca, gempa bumi, dan peristiwa alam lainnya. 
      • Ada banyak hal-hal yang belum ada di masa para filsuf STOA hidup, tetapi dapat kita kategorikan di sini, seperti harga saham, indeks pasar modal, razia sepeda motor, dan nilai tukar rupiah. 
      • Apa kata orang ? kalimat ini adalah salah satu tirani yang merupakan salah satu dari hal yang di luar kendali. 
      • Pamer/ini adalah umum dan normal. Filosofi teras, menempatkan kekayaan diri sendiri saja sebagai di luar kendali, apalagi kekayaan orang lain ?
      • Menghina ada di bawah kendali orang lain

    • Di bawah kendali kita : 
      • Pertimangan (Judgement), opini, atau persepsi kita. 
      • Keinginan kita
      • Tujuan kita
      • Segala sesuatu yang merupakan pikiran dan tindakan kita sendiri. 
      •  Merasa terhina ada di bawah kendali kita

    • Hal-hal yang ada di bawah kendali kita bersifat merdeka, tidak terikat, tidak terhambat, tetapi hal-hal yang tidak di bawah kendali kita bersifat lemah, bagai budak, terikat dan milik orang lain. Karenanya, ingatlah jika kamu menganggap hal-hal yang bagaikan budak sebagai bebas, dan hal-hal yang merupakan milik orang lain sebagai milikmu sendiri...maka kamu akan meratap, dan kamu akan selalu menyalahkan para dewa dan manusia. 
    • "Siapa pun yang mengingini atau menghindari hal-hal yang ada di luar kendalinya tidak akan pernah benar-benar merdeka dan bisa setia pada dirinya sendiri, tetapi akan terus terombang ambing terseret hal-hal tersebut. "
      (Epictetus ===Discourses)
    • Di semua situasi selalu ada bagaian di dalam diri kita yang tetap merdeka yaitu pikiran dan persepsi. 
    • Kita tidak bisa memilih situasi kita tetapi kita selalu bisa menentukan sikap atas situasi yang sedang dialami. 
    • Menggantungkan kebahagiaann pada hal yang di luar kendali sesungguhnya sangat rapuh dan sangat berisiko berujung pada kekecewaan. 
    • "Jika seseorang bisa membuktikan kekeliruan saya dan menunjukkan kesalahan saya dalam berpikir dan bertindak, saya dengan senang hati aka berubah. Saya mencari kebenaran yang tidak melukai siapa pun. Yang celaka adalah terus menerus bertahan dalam menipu diri sendiri dan ketidak pedulian."
      Marcus Aurelius === Meditations.
    • Kesalahpahaman yang umum tehadap stoikisme adalah mengira filosofi ini mengajarkan kepasrahan pada situasi. Karena siautasi eksternal adalah sesuatu di luar kendali seolah-olah kita hanya bisa mengubah persepsi saja dan tidak perlu berupaya apalagi bekerja keras. 
    • Kekayaan, kecantikan, kekuatan fisik tidak serta merta membuat seseorang 'lebih baik dari kita". Dalam filosofi teras, ada yang lebih nikmat daripada keinginan yang terpenuhi. Yaitu tiadanya keinginan itu sendiri. 

2.Alur pokok bahasan dalam buku ini : 

    • Identifikasi mana yang ada di dalam kendali dan mana yang ada di luar kendali. 
    • Fokus pada apa yang ada dalam kendali, Yaitu persepsi dan belajar bagaimana cara mengelolanya. 

      • Pada dasarnya semua emosi dipicu oleh penilaian, opini, persepsi kita. Keduanya saling terkait dan jika ada emosi negatif, sumbernya ya nalar atau rasio kita sendiri. 
      • Jika kamu susah karena hal eksternal, maka perasaan susah itu tidak datang dari hal tersebut. Tetapi oleh pikiran/persepsi sendiri. Dan kammu memiliki kekuatan untuk mengubah pikiran dan persepsimu kapan pun juga. 
      • Metoda dalam mengontrol persepsi : 

S-T-A-R ( Stop---Think ---Assest---Respond)

3. Mempersiakan mental dengan memikirkan bila hal terburuk terjadi.
  • Dalam kesadaran, pikirkan hal-hal negative yang mungkin bisa terjadi. Sehingga secara mental otomatis bisa prepare seandainya hal-hal tersebut benar-benar terjadi. Sedandainya tidak terjadi artinya kita akan lebih bahagia. 

"Musibah terasa paling berat bagi mereka yang mengharapkan hanya keberuntungan

Seneca===letter from a stoic 

 Tambahan : 

  • Sesungguhnya orang miskian bukanlah dia yang memiliki harta terlalu sedikit, tetapi dia yang masih menginginkan lebih.
    (Seneca===letter from a stoic)

  • Kamu tidak bisa dihina orang lain, kecuali kamu sendiri yang pertama tama menghina dirimu sendiri.
    (Epictitus====Enchridion)

  • Kesialan terburuk yang bisa menimpa seseorang yang kebanyakan duit adalah dia mengira orang-orang adalah temannya, padahal sebaliknya tidak demikian.
    (Seneca===letters) 


Sohar, Oman
Senin, 13 April 2026
Simon Dinomo

 

 

 

 

Rabu, 08 April 2026

Selamat datang Kyai Sapu Angin....!

Mengingat mobil adalah kebutuhan primer bagi saya selaku buruh di Oman. Saya berbahagia sekali sudah mendapatkan unit pengganti Kyai Garudo. 
Berhubung saya ini bukanlah seorang yang ahli dalam menginspeksi mobil, kalau sekiranya mobil yang saya peroleh itu banyak minusnya. Kesemuanya itu masih dalam koridor yang bisa ditolerir. 
Meski begitu segala mitigasi tentu saya lakukan. 
Termasuk mengundang teman saya, Juragan Gurameh, ST. Sebagai QC yang menemani saya, dan memberikan input-input dan insight'nya terkait mobil yang sedang kami cek. 
Jelek-jelek begini, hasil didikan dari tempat kerja yang sudah puluhan tahun. Meskipun sedikit sudah bisa membaca cara kerja controller. Beserta sensing element dan final elementnya. 
Malah controller yang ada pada system mobil itu hanyalah controller yang sederhana. Dibandingkan dengan yang ada di pabrik tempat kerjaku. 
Ilmu itu menjadi bekal tambahan untuk menilai dan mengobservasi apakah sebuah mobil itu bagus atau tidak. 

Lha terus setelah saya buat check list begini inilah detail kondisi unit yang saya peroleh : 
  • Stirnya ternyata sudah krowak sedikit. 
  • Rasa-rasanya di dalam cabin kok seperti bau wedus. Saya kemudian berpikir bisa jadi mobil ini dulunya pernah dipakai untuk mengusung dan mengangkut wedus. Welhadalah.... !
  • Kaca cover lampu kabin bagian depan, sebelah kiri ...bolong. 
  • Knob AC...putung alias potol alias patah. 
  • Laci penyimpanan tuasnya sudah rusak, sudah diganti pakai kawat. 
  • Hidrolis bagasi tidak jalan. Sekiranya mau ambil barang harus disangga sendiri pakai tangan. 
  • Radiator coolant levelnya kosong, tidak bersisa sama sekali di reservoir tank'nya. 
  • Tutup washer tank hilang...
  • Electric mirror kaca spion'nya rusak dan tidak jalan. Musti ditowel-towel manual pakai tangan. 
  • Bodi bagian sebelah kiri di bawah spion ada bekas nyusruk yang levelnya moderat. 
  • Lampu belakang sebelah kanan, pecah. 
Demikian itulah temuan-temuan saya terkait unit mobil yang saya dapatkan. Sedikit demi sedikit saya coba benahi dan perbaiki. 

***
Mobilnya kecil, mungil berwarna putih. Mesinnya juga kecil hanya 1200 cc. Kalau dibawa ke jalan tol begitu agak kurang sat set. Sangat jauh bila dibandingkan dengan Kyai Garudo dengan mesinnya yang 1800 cc. Yang sangat mak wush...wush...wush begitu. 
Toh secara fungsional mobil baru ini masih mumpuni, semisal mobilitas bolak-balik ke tempat kerja, untuk belanja bersama keluarga, mengantar kemana saja, dan banyak lagi. 
Soal keiritan bahan bakar entahlah, saya belum bisa membuat kesimpulan. Yang jelas dibanding Kyai Garudo tangki bahan bakarnya lebih kecil. 
Untuk mengisi full tank cukup dengan 6-7 oman real saja. Sedang Kyai Garudo untuk mengisi sampai full mencapai 9-10 oman real. 

Pasca pembelian mobil itu saya banyak dibantu oleh sahabat saya Bapak Letkol. Mulai dari pengurusan balik nama kendaraan, pengambilan unit dan banyak lagi. 
Matur nuwun Gusti. 

Di jalan tol, bilamana mobil-mobil besar menyalip. Angin hasil aerodinamika'nya menerpa sampai terasa goyang-goyang. Rasanya seperti mau kebur alias terbang tersapu oleh angin. 
Dari pengalaman itu, yang sangat rawan tersapu oleh angin, kunamailah mobil baru kami itu sebagai Kyai Sapu Angin...!

Semua minus yang melekat bersama Kyai Sapu Angin saya terima dengan bahagia. 
Sehat-sehat yaa Kyai. 
Matur nuwun Gusti. Matur nuwun Juragan Gurameh, ST. Matur nuwun bapak Letkol. 
Gusti nyuwun panjenengan paringi barakah dumateng Kyai Sapu Angin. 


Rabu, 08 April 2026
Liwa, Oman
Simon Dinomo