***
Tuhan Pencipta Langit dan Bumi itu sangatlah sayang pada hamba-hambaNya. Terkadang Dia pun ingin guyon dan bercanda dengan hamba-hambaNya.
Sejak dahulu kala dan akan berlaku sampai akhir zaman bahwasanya agama yang hanif ini memiliki karakteristik. Yang oleh Tuhan semesta alam memang dijadikan sedemikian rupa.
Selalu begitu.
Misal saja :
Sewaktu Nabi Ibrahim diperintahkan untuk menyembelih anaknya.
Konon perintah itu datang melalui mimpi.
Perintah itu pun dilaksanakan oleh Nabi Ibrahim.
Catatan historis dalam kitab suci menyebutkan runtutan peristiwa itu.
Logika dan akal dengan kemampuan yang dimiliki tentu akan menolak.
"Masak iya, diperintah untuk menyembelih anak sendiri....!"
"Tuhan macam apa yang memberi perintah begitu rupa....?"
"Agama apa ini ?"
"Apakah ini Tuhan yang benar ?"
Kira-kira begitulah logika dan akal dengan sanggahannya.
Nabi Ibrahim menerima perintah, dia tidak diberitahu hasilnya apa, imbalannya apa.
Logika dan akal tentu mengetahui, anaknya akan mati bila disembelih.
Lain ceritanya bila perintahnya adalah begini :
"Sembelihlah anakmu, tenang saja nanti anakmu akan aku ganti dengan domba. Anakmu tidak akan mati ... kemudian akan Aku angkat derajatmu beserta anak keturunanmu. Dan akan kusediakan Surga surga yang abadi untukmu dan anak turunmu".
Barulah setelah perintah itu dilaksanakan semuanya dibuka oleh Rabbul Izzati.
"Him... Ibrahim....! Ora usah sedih. Aku cuma guyon. Aku cuma ngetes. Anakmu tidak mati.
Tadi Aku ganti dengan domba. Dan sekarang aku sudah ridho kepadamu".
Nabi Ibrahim ditakdir oleh Rabbul Izzati, Nabi Ibrahim memperolah petunjuk, sehingga aneka logika dan akal yang mokal - mokal tidak sampai menggoyahkan.
***
Kisah yang lain misalnya :
Sewaktu para ahli badr diperintahkan untuk berperang melawan keluarganya sendiri.
Mereka harus adu pedang dengan bapaknya, atau dengan saudaranya.
Lain ceritanya bila sedari awal sudah disampaikan secara komplit semisal begini :
"Barangsiapa yang ikut berperang niscaya. Aku (Rabbul Izzati).... akan ridho kepada mereka dan Aku ...tidak akan pernah marah lagi selama-selamanya. Berbuatlah apa pun di dunia ini, demikian itu tidak akan merubah ridhoKu pada kalian".
Sewaktu Nabi Ibrahim diperintahkan untuk menyembelih anaknya.
Konon perintah itu datang melalui mimpi.
Perintah itu pun dilaksanakan oleh Nabi Ibrahim.
Catatan historis dalam kitab suci menyebutkan runtutan peristiwa itu.
Logika dan akal dengan kemampuan yang dimiliki tentu akan menolak.
"Masak iya, diperintah untuk menyembelih anak sendiri....!"
"Tuhan macam apa yang memberi perintah begitu rupa....?"
"Agama apa ini ?"
"Apakah ini Tuhan yang benar ?"
Kira-kira begitulah logika dan akal dengan sanggahannya.
Nabi Ibrahim menerima perintah, dia tidak diberitahu hasilnya apa, imbalannya apa.
Logika dan akal tentu mengetahui, anaknya akan mati bila disembelih.
Lain ceritanya bila perintahnya adalah begini :
"Sembelihlah anakmu, tenang saja nanti anakmu akan aku ganti dengan domba. Anakmu tidak akan mati ... kemudian akan Aku angkat derajatmu beserta anak keturunanmu. Dan akan kusediakan Surga surga yang abadi untukmu dan anak turunmu".
Barulah setelah perintah itu dilaksanakan semuanya dibuka oleh Rabbul Izzati.
"Him... Ibrahim....! Ora usah sedih. Aku cuma guyon. Aku cuma ngetes. Anakmu tidak mati.
Tadi Aku ganti dengan domba. Dan sekarang aku sudah ridho kepadamu".
Nabi Ibrahim ditakdir oleh Rabbul Izzati, Nabi Ibrahim memperolah petunjuk, sehingga aneka logika dan akal yang mokal - mokal tidak sampai menggoyahkan.
***
Kisah yang lain misalnya :
Sewaktu para ahli badr diperintahkan untuk berperang melawan keluarganya sendiri.
Mereka harus adu pedang dengan bapaknya, atau dengan saudaranya.
Lain ceritanya bila sedari awal sudah disampaikan secara komplit semisal begini :
"Barangsiapa yang ikut berperang niscaya. Aku (Rabbul Izzati).... akan ridho kepada mereka dan Aku ...tidak akan pernah marah lagi selama-selamanya. Berbuatlah apa pun di dunia ini, demikian itu tidak akan merubah ridhoKu pada kalian".
Tapi nyatanya perintahnya tidaklah detail.
Baru setelah perintah itu dikerjakan. Setelah perang selesai. Diterangkanlah oleh Rabbul Izzati.
Bayangkan padahal masih hidup di dunia, tapi sudah diberi jaminan.
"Wahai ahli badr.... “Lakukan apa yang kalian mau, sungguh Aku telah mengampuni kalian.”
Alangkah beruntungnya mereka para ahlu badr.
Dan alangkah menyesalnya mereka yang tidak ikut di berperang.
Tentu saja secara akal dan logika akan muncul sanggahan.
"Mongsok diperintah untuk saling bunuh dengan orang tua sendiri....Nabi macam apa ini ?"
Tapi Rabbul Izzati sudah mentaqdir mereka, Rabbul Izzati memberikan petunjuk kepada mereka.
Sehingga sanggahan akal dan logika yang mokal - mokal itu tidak sampai menggoyahkan.
***
Kisah lainnya aku simpan biar tidak terlalu panjang.
Sampai dunia ini berakhir, pola karakteristik yang sama nampaknya akan berlaku.
Kuangkat tanganku dan aku memohon agar supaya Rabbul Izzati mentaqdir dan memberiku petunjuk untuk bisa mengikuti apa yang sudah dicontohkan oleh para pendahulu yang diridhoi.
Bilamana akal dan logikaku sampai meronta-ronta :
"Goblok kowe.... koyo ngono kok mbok lakoni....!"
Aku bisa menjawab dengan mantap :
"Hush meneng kowe....!"
Gusti ...sak estu kulo namung saged nyuwun pitulungan dumateng panjenengan. Tanpa pertolongan panjenengan aku tak akan pernah mampu.
Bagaimana akhir perjalanan hidupku aku tak pernah tahu.
Yang aku tahu aku punya Engkau dan Engkau adalah Tuhan Yang Baik Hati lagi Pemurah lagi Penolong.
Jum'at, 09 Januari 2025
Sohar, Oman
Simon Dinomo
Sampai dunia ini berakhir, pola karakteristik yang sama nampaknya akan berlaku.
Kuangkat tanganku dan aku memohon agar supaya Rabbul Izzati mentaqdir dan memberiku petunjuk untuk bisa mengikuti apa yang sudah dicontohkan oleh para pendahulu yang diridhoi.
Bilamana akal dan logikaku sampai meronta-ronta :
"Goblok kowe.... koyo ngono kok mbok lakoni....!"
Aku bisa menjawab dengan mantap :
"Hush meneng kowe....!"
Gusti ...sak estu kulo namung saged nyuwun pitulungan dumateng panjenengan. Tanpa pertolongan panjenengan aku tak akan pernah mampu.
Bagaimana akhir perjalanan hidupku aku tak pernah tahu.
Yang aku tahu aku punya Engkau dan Engkau adalah Tuhan Yang Baik Hati lagi Pemurah lagi Penolong.
Jum'at, 09 Januari 2025
Sohar, Oman
Simon Dinomo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar