Sabtu, 16 Mei 2026

Sendal Jepit dan Chromium aktif...!

Sudah sejak bebarapa tahun terakhir saya tidak memakai sendal eiger selama di Oman. Keistimewaan sendal eiger yang saya banggakan semenjak muda, seolah runtuh. Disamping agak berat bobot sendalnya. Kurang begitu cocok untuk type kaki saya. Bilamana sering terpapar air, atau basah atau lembab. Selang beberapa saat kaki saya menjadi bau. Jika tidak kaki saya menjadi "rangen", atau dalam bahasa populernya terkena kutu air. 
Sontak kaki menjadi gatal dan perih. 

Saya ingat waktu itu saya sedang berjalan-jalan di sebuah Mall di kota Sohar. Suara sendal saya terdengar sangat nyaring. Suara itu menjadikan orang orang disekitar untuk memandangi saya. Entah dari bahan lantai'nya yang spesial, atau bagaimana entahlah. 
Yang jelas saya jadi agak merasa kurang nyaman. 
Semenjak itu saya tinggalkan sendal eiger dan beralih ke sendal yang tersedia di sini.

Pertama kali saya beli hanya bertahan satu tahun, yaitu sendal medical dari India. 
Pas dipakai terasa begitu nyaman, empuk , ringan dan cepat kering. 
Bisa jadi karena panas cuaca yang tak kira-kira. Setelah kira-kira berumur setahun serampat dari sendal itu akhirnya putus. 
Saya beli lagi untuk kedua kalinya dengan model yang sama. Sampai sekarang. 
Kini umurnya sudah lebih dari setahun. 
Sebuah pencapaian yang luar biasa untuk sendal jepit saya. 
Meski kini sudah menganga seperti mulut buaya dan beberapa kali saya tambal pakai lem alteco. Rasa empuknya pun sudah menghilang. 

Saya jadi berpikir untuk membeli sendal baru. 

***
Banyak yang tidak tahu, apa yang musti saya kerjakan setiap harinya di tempat kerja.
Keseharianku di tempat kerja adalah menghandle Chromium aktif.
Jenis yang pertama bernama Acclaim yang mana ini adalah chromium bervalensi 3 plus.
Jenis yang kedua bernama Ucat B yang mana ini adalah chromium bervalensi 6 plus.
Secara teori Logam ini memiliki sifat kronis yang berbahaya. Ngeri sekali. 
Sifat carciogenicnya sangat tinggi. 
Dan hampir setiap hari, saya berurusan dengan logam tersebut. 
Saya sudah terlanjur tahu, sewaktu dahulu sekolah di jurusan kimia. 
Kadang kala terlalu banyak tahu malah jadi kurang baik. 
Apapun itu kehidupan harus terus berjalan. 
Lagi pula logam ini juga makhluknya Alloh ta'ala. Seberbahaya'nya logam chromium bila Alloh tidak menghendaki saya celaka yaa biasa saja, logam itu tidak akan mencelaka'kan. 

Saya pun berdamai dengan Chromium aktif. 
Dengan segala resiko yang berpotensi saya tanggung. Saya hanya berdoa dan terus berdoa kepada Tuhan pencipta langit dan bumi. 
Senantiasa memohom kemudahan dan pertolongan. 

Saya tidak terlalu perduli dengan kengerian logam Chromium. 
Saya berharap keberkahan dari rezeki yang saya dapatkan. 

Dan inilah jalan cerita yang musti saya jalani untuk saat ini. Tidak semua orang tahu dan paham perjuangan orang lain. Akan tetapi setiap orang punya perjuangannya masing-masing. Setiap orang punya beban dan resiko yang harus ditanggung. Apa pun itu semoga menjadi rezeki yang barakoh. 

Alhamdulillah, matur nuwun gusti. 

Sabtu, 16 May 2026
Liwa, Oman
Simon Dinomo

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar