Akhir tahun 2025.
Alhamdulillah .... Kyai Garudo masih lolos inspeksi dari kepolisian oman.
Biaya asuransi tahunannya sebesar 54 oman real.
Untuk biaya inspeksi dan penerbitan kartu baru sebesar 28 oman real.
Di oman setiap kendaraan harus ter-register dan akan memperoleh kartu yang dinamai mulkiya.
Semua'nya sudah berbasis online yang sangat memudahkan.
Unit kendaraan yang sudah melewati usia di atas 10 tahunan, harus melalui uji inspeksi kelayakan di kantor polisi. Begitulah kira-kira sodara...
***
Sebagai salah satu hobi saya, tidak lupa bulan ini saya berkunjung ke bengkel.
Sodara bengkel menyambut saya dengan hangat.
"Halo sodara indonesi... ada keluhan apa di mobilmu ?"
"Nganu sodara bengkel, saya tidak punya keluhan ... Hanya saja saya mau check brake pad semua sisi, kemudian juga untuk Fan belt".
"Wah kok elook tenan...nggak ada keluhan kok mau dicheck...!"
"Yo ben... !"
Begitulah percakapan singkat saya dengan sodara bengkel.
Saya kalkulasikan dua part tersebut sudah berumur lebih dari lima tahun sejak terakhir saya ganti.
"Brake pad depan dua-duanya masih bagus.
Fan belt sudah kurang bagus. Dan brake pad belakang sudah habis".
"Baiklah sodara bengkel... saya belikan spare partnya tolong diganti"
"Wokey siap....!"
Sebelum Dzuhur semua pekerjaan sudah selesai.
Kyai Garudo saya bawa pulang.
Sewaktu brake pad belakang diganti, saya dapat ilmu baru.
Ternyata rem belakang yang masih tromol punya dua sisi yang dioperate oleh system yang berbeda.
Satu sisi oleh hydrolis yaitu rem kaki. Sisi yang lainnya oleh mekanis yaitu rem tangan.
Begitu saya lihat sisi yang habis adalah bagian rem tangan. Sangat masuk akal karena rem tangan menjadi tumpuan saat mobil sedang terparkir.
Justru kendala yang masih bermasalah sampai sekarang adalah getaran mesin terasa sangat kuat saat di posisi D dan mobil dalam kondisi berhenti. Seperti pada saat di lampu merah.
Kecurigaan saya adalah flow udara yang tidak bisa terkontrol secara maksimal oleh controller.
Hanya saja saya coba cari spare partnya masih belum ketemu. Pipa jalur engine intake itu sudah coba saya cari muter - muter.
Suspect yang lain adalah engine mounting. Tapi rasanya bukan ini masalahnya.
Kalau ndak itu berarti yaa ada yang salah pada penyaluran tenaga dari engine ke transmisi.
Yaa biarlah lumayan untuk mengisi kegiatan bulanan. Gusti ...Nyuwun pajenengan paringi kelimpahan rezeki nggih.
Kajenge saged ngrumat Kyai Garudo dengan optimal.
Bulan ini efisiensi Kyai Garudo mencetak rekornya. Yang biasanya pada hari ke-9 atau maksimal ke-10. Sudah harus ngisi bensin lagi. Kemarin itu sampai pada hari ke-15 bensinnya masih belum habis-habis.
Padahal jarak yang ditempuh masih seperti biasanya. Bedanya, AC jarang dinyalakan karena musim dingin.
Lah justru menjadi pertanyaan bagi saya :
"Kyai ...! Ini kamu memang tambah efisien apa sedang tidak baik-baik saja ?"
Dan Kyai Garudo pun .... terus berjalan seiring gas yang saya injak.
"Mak tleser...tleser...tleser.... Glodak...Glodak...!"
***
Nah ... Selepas sholat shubuh, Alum bhai menungguku di luar masjid.
Dia menghampiriku memberitahukan bahwa mulai besok, dia sudah harus pindah ke tempat lain.
Matur nuwun Gusti... pada beberapa kasus, orang begitu percaya kepada saya, jauh di atas ekpektasi saya.
Semua itu karena limpahan nikmat saking panjenengan.
Alum bhai sampai meluangkan waktu untuk berpamitan kepada saya.
Gusti matur nuwun nggih.
***
Saya pernah safar dengan kawan saya.
Integritasnya kawan saya itu baik.
"Hal tersebut lumrah dilakukan banyak orang.... mengapa kamu tidak melakukan hal yang sama ?"
Aku bertanya dalam sebuah perbincangan dengan kawan saya itu.
"Aku takut karma...! Aku tidak mau mengambil apa yang bukan hak saya...!"
Begitu jawabnya singkat.
Kawan saya itu kini sedang liburan.
Bayak hal yang berbeda antara kami.
Matur nuwun Gusti, panjenengan sampun maringi kawan yang baik.
Kalau Panjenengan bolehkan, aku ingin mendoakan banyak hal untuk kawan saya itu.
Selasa, 30 Desember 2025
Sohar, Oman
Simon Dinomo
Selasa, 30 Desember 2025
Worthy Companion....!
Minggu, 07 Desember 2025
OVER RUNNING CLUTCH .... !
Kadang kala aku hanya bertanya sesekali.
Dia menjelaskan kepadaku suatu device yang baru buatku.
Yaitu OVER RUNNING CLUTCH.
***
Ketika alat yang bernama Extruder hendak dijalankan, Secara garis besar berikut ini permissive yang harus tercapai :
- Torque sudah kecil
Untuk memperoleh low torque. Dijalankanlah Auxiliary motor. Motor ini akan memutar gear box beserta screw secara keseluruhan. Bila sudah tercapai low torque, akan berlanjut ke step 2. - Clutch ON/Active
Coupling dari Main drive akan terkonek oleh IA. IA terletak disamping Auxiliary drive. Tersedia jalur khusus di dalam gear box yang tidak bisa terlihat dari luar. Jalur itu memanjang sampai coupling main drive.
IA itu akan menekan piston. Dan piston ini yang akan meng-clutch coupling dari main drive.
Poin pentingnya.
Step 2 komplit, maka torque sudah low, clutch on, dan Auxiliary drive masih jalan.
Saat itu auxiliary drive akan memutar main drive, gear box dan screw. Karena sudah terkoneksi menjadi satu kesatuan system.
Semuanya akan berputar dengan kecepatan putaran yang rendah. Oleh Auxiliary drive.
Dalam beberapa detik, MAIN DRIVE sudah harus dijalankan.
Saat MAIN DRIVE berjalan/Running. Saat itu ada dua sumber energi putaran dalam satu system.
Dari MAIN DRIVE dan AUXILIARY DRIVE.
Kecepatan putaran MAIN DRIVE lebih cepat. System yang terkoneksi itu akan diambil alih oleh MAIN DRIVE.
Itulah tugas dari OVER RUNNING CLUTCH.
Yang terletak di coupling-nya Auxiliary Drive.
Selang beberapa saat. AUXILIARY DRIVE akan di stop.
Sodara Auxiliary.... tugasmu sudah selesai. Beristirahatlah.
Matur nuwun Gusti. Matur nuwun Tim.
***
Oiya sebagai tambahan. Gupta mengajariku. Hanya saja aku kurang paham bahasa yang dia pakai. Salahku sendiri sudah bertahun - tahun di dunia industri, kemampuan bahasa inggrisku tidak ikut improve secara signifikan.
"Sodara Gupta bisakah kau tunjuk-kan padaku. Mana Trust bearing dan mana Journal bearing ?"
Aku bertanya kepadanya.
"Gear Box ini tidak punya journal bearing.
Hanya punya Roller bearing dan Trust bearing."
Gupta mulai menjelaskan.
"Roller bearing dipakai untuk system dengan putaran yang cepat.
Ball bearing dipakai untuk system dengan putaran yang rendah.
Journal bearing dipakai untuk system yang punya Fly Wheel.
Dan itu lihatlah disana... itulah yang namanya Trust bearing. Itulah satu satunya yang ada di system ini".
Jarinya sambil menunjuk ke sebuah bearing.
Journal bearing : Berfungsi untuk menjaga shaft dari gerakan naik turun secara vertikal.
Trust bearing : Berfungsi untuk menjaga shaft dari gerakan maju mundur secara horisontal.
Matur nuwun Gusti. Matur nuwun Tim. Matur Nuwun Gupta.
Minggu, 07 Desember 2025
Liwa, Oman
Simon Dinomo
Kamis, 04 Desember 2025
Paman Gula-Gula .... !
"Bii... kupingku sakit. Besok ke rumah sakit ya ?"
Katanya malam-malam sebelum tidur.
Sementara itu tidak ada tanda tanda sakit yang berarti. Tidak ada demam, batuk atau pilek. Datar-datar saja, masih berlarian bersama Si Mbak.
Paman gula-gula selalu diingat oleh si adik.
Suatu ketika sewaktu sedang antri membayar belanjaan di kasir supermarket. Seorang helper dengan cekatan melaksanakan tugasnya. Kemudian dia mengajak ngobrol dengan bahasa melayu.
Dikiranya saya ini orang malaysia.
Cukup lama dia habiskan hidupnya untuk bekerja di Malaysia.
Setelah tahu bahwa saya orang indonesia. Baginya sama saja, Indonesia dan Malaysia adalah sama saja.
Welhadalah .... yowis lah paman ora popo sak karepmu.
Di kemudian hari si mbak dan si adik sering diberi hadiah oleh paman itu. Hadiah pertama kali yang beliau berikan adalah permen atau kembang gula.
Itulah awal mula si adek menyebutnya Paman Gula-Gula.
Selain permen si mbak dan si adik sering diberi balon.
****
Setiap kali diberi makan dan minum, hanya berselang lima belas menitan kemudian muntah lagi.
Bahkan ketika si adik tengah tertidur, pun begitu masih muntah juga.
Walhasil saya bawalah si adik ke rumah sakit.
Dikarenakan tidak ada gejala lain, seperti demam, flu , batuk atau pilek. Dokter memutuskan untuk melakukan test secara menyeluruh.
Pertama tama diberi injeksi infus, kemudian check darah, kemudian x ray, kemudian usg scanning, dan yang terakhir check urin.
Pikiranku sudah sangat mokal-mokal, suatu reaksi alamiah seorang anggoro kasih. Karakter campuran yang agak anomali, melankolis yang nyaris sempurna berpadu dengan koleris beberapa persennya.
Dan lagi karena sebuah trauma yang tidak perlu aku sebutkan diceritaku kali ini.
Sebuah gemblengan perjalanan kehidupan yang Alloh gariskan untuk aku jalani.
Birokrasi pun aku jalani satu demi satu. Sampai saat tulisan ini kubuat.
Hal yang tidak kuduga, tepat di belakang agak kesamping dari bangunan rumah sakit itu. Ada sebuah cerminan tatanan sosial yang membuatku bernostalgia.
Padatnya orang-orang yang berlalu lalang, bau khas sampah organik dari bak-bak sampah besar di sekitarnya. Genangan air di beberapa lokasi. Situasi yang agak kumuh dan semrawut. Disertai dengan pasar kecil yang menjual aneka sayuran dan juga ayam hidup.
Kenanganku langsung membawa diriku ke suatu daerah sepuluh tahunan yang lalu, yang juga masih di jazirah arab. Mirip ....benar-benar mirip. Kondisi yang boleh orang kata kurang nyaman. Tapi memberiku cerita berharga dalam perikehidupanku.
Aku hirup udara dalam-dalam.
Alhamdulillah, matur nuwun gusti. Atas semua nikmat yang engkau beri.
Termasuk nikmat pengalaman.
Si adik sudah tertidur. Kemudian ngulet, baru saja disambung lagi selang infusnya untuk antibiotik. Mungkin agak kesakitan.
Gusti .... panjenengan Yang Maha Menyembuhkan.
Sohar, Oman
Simon Dinomo
Rabu, 03 Desember 2025
Bengkel Mobil Pakistani....!
Kadang kala tanpa ada kendala yang berarti tetep saya bawa saja Kyai Garudo ke bengkel. Untuk sekedar check up.
"Bhai... ! Tolong di bersihkan throttle valve saya !"
"Lha kenapa, apa masalahnya kok musti di cleaning..."
"Ya tidak ada, wong namanya Preventif maintenance jeeee...!"
"Walah nggak usah dibersihkan kalo begitu, lha wong mobilnya masih bagus begitu kok !"
"Woooo semprul tenan ki.." Pisuh saya.
Saat kondisi stationer kadang kadang terasa getaran yang tidak normal. Menurut hemat saya, letak permasalahannya harusnya control udara yang masuk ke ruang bakar.
Jalur udara saat stationer secara logika akan menggunakan jalur fixed, jadi meskipun throttle valvenya tertutup. Tetap ada udara yang masuk ke ruang bakar.
Dikarenakan ketika gas diinjek kemudian throttle valve mulai membuka getaran itu hilang.
Maka masalahnya adalah jalur udara stationer tidak lancar, begitulah asumsi saya.
Yang ternyata dibantah oleh beberapa bengkel.
Menurut mereka Kyai Garudo masih bagus, masih prima. Tidak perlu dicheck ini dan itu.
Saya tidak mau menyerah begitu saja. Lha wong hobi jeeee.
Akan saya cari bengkel yang mau untuk membersihkan throttle valve dan akan saya lihat apakah ada perkembangan atau tidak.
***
Saya senang ke bengkel kecil, yang rata-rata mekaniknya orang pakistan.
Di bengkel besar saya disuruh menunggu di ruang ber-AC. Lengkap dengan kopi'nya. Tapi saya tidak diizinkan untuk melihat. Saya tidak tahu bagaimana proses pengerjaannya, apa saja yang dibuka serta bagaimana dikerjakannya.
Pokoknya tinggal duduk manis, tahunya beres. Mbayarnya agak larang.
***
Kawan saya pernah bercerita ketika dia mengundang teknisi untuk memperbaiki kulkasnya.
Yang datang adalah orang pakistan, teknisi tersebut memperbaiki dengan teknik kepruknya.
Anehnya meski cuma dipukul-pukul alias di kepruk kepruk itu, kulkasnya pun bisa kembali normal untuk beberapa waktu lamanya.
Rak yooo hebat tenan tho itu.
Tadi pas saya lihat Kyai Garudo diperbaiki, saya teringat cerita kawan saya itu.
Saya lihat Kyai Garudo diongkek-ongkek, Dikepruki dan dieret-eret.
Selain tenaganya yang roso sekali. Teknisi Pakistani juga banyak akalnya. Solusinya ada saja.
Saya biarkan saja mereka bekerja, sambil saya lihat.
Akhirnya pun masalah demi masalah terpecahkan oleh teknisi pakistani itu.
Sudah murah, saya bisa belajar, masalah pun terpecahkan.
Opo ora hebat....?
Matur nuwun Gusti, kemudian matur nuwun teknisi pakistani.
Selasa, 02 Desember 2025
Sohar, Oman
Simon Dinomo
Sabtu, 29 November 2025
Turn Arround....!
Beliau selalu memanggilku "Ari Seeer...!"
Padahal beliau lebih tua daripadaku.
Seragam yang aku pakai ini sodara, alangkah kuatnya.
Begitulah manusia membangun peradaban dalam segala hal.
Warna helm dibeda-bedakan. Ada yang berwarna putih, kuning, merah. Tentu saja setiap warna mempunyai derajatnya sendiri. Begitu pun dengan seragam.
Matur nuwun Gusti ... !
Atas nikmat dan karunia dari Tuhan Semesta Alam. Aku diperkenankan untuk memakai seragam yang powerful ini.
Tanpa harus ikut memanggil Mister, atau pun Sir. Bahkan kepada orang-orang Eropa yang dahulu datang jauh-jauh ke negriku. Hanya untuk mengambil rempah-rempah dan menjajah ratusan tahun lamanya.
Dan dengan seragam ini. Memaksa Aziz bhai untuk memanggilku dengan "Ari Seeer...!"
Apakah karena itu aku jadi sangat terkenang dengan Aziz Bhai ?
Dia mengakui adanya kewenanganku yang lebih, kemudian aku menyadari posisiku itu.
Entahlah ... mungkin juga demikian.
Sehat-sehat dan sukses selalu Aziz bhai. Selamat berkumpul dengan keluarga. Semoga Alloh segerakan berangkat ke project berikutnya yang lebih baik dan lebih melimpah cuannya.
Turn Around tahun ini sudah selesai.
Kobaran api dan suara bergemuruh di langit selama beberapa hari menjadi saksi berakhirnya.
Pekerjaan yang overloaded itu kini tinggal cerita.
Dan mulailah rutinitas kembali yang musti kami jalani.
****
Angin musim dingin sudah berhembus kencang.
Kerja shift pagi, berangkat jam 06:30 hari masih gelap.
Begitu pun untuk shift malam berangkat kerja 18:30 hari sudah gelap sekali. Sudah hampir waktunya sholat isya.
Malam hari di musim dingin memanglah lebih panjang. Sedang di musim panas berkebalikannya.
Malamnya begitu pendek, siangnya lebih panjang.
Bulan Januari tahun depan dia akan ke Indonesia selama satu bulan. Bersama anaknya.
Hampir setiap tahun dia pergi ke Indonesia. Mengunjungi anak dan istrinya di Indramayu. Istrinya yang keberapa aku tidak berani menanyakannya.
Ceritanya begitu panjang, dan aku hanya paham setengahnya saja.
Aku pun meminta maaf dan meminta izin untuk pergi karena harus kerja masuk shift malam.
***
Liwa, Oman
Simon Dinomo
Selasa, 11 November 2025
Kyai Alap-alap : Jazz GE8 2008
Bismillah, mudah-mudahan berkah :
Sebetulnya mind set dalam pikiran saya masih sama. Bahwasanya mobil itu merupkan sebuah liabilitas bukan sebuah aset. Sampai pada akhirnya saya ambil liabitilas itu.
Kyai Alap-alap saya beli secara kebetulan. Meski begitu sudah melalui pertimbangan yang mendalam dan menyeluruh.
- Poin utamanya adalah ukuran kandang yang saya miliki di rumah mungil kami. Maka panjang mobil tersebut tidak boleh lebih 4,5 m agar bisa dengan proper menghuni garasi rumah.
- Poin berikutnya apa pun mobil yang saya ambil haruslah di range budget yang saya miliki sekitar 120 jt'nan. Mobil yang harus mengikuti budget, bukan budget yang mengikuti mobil.
- Mesin paling tidak 1500 cc. Agar supaya tenaganya memadai untuk menghandle segala medan.
- Konsumsi bahan bakarnya sewajarnya lah. Tidak boros-boros amat.
- Radius putar yang seminimal mungkin. Untuk memudahkan dalam bermanuver mengingat medan yang tersedia.
- Depresiasi harga jual kembalinya masih reasonable.
- Ketersediaan spare part yang memadai.
Walhasil, total biaya sementara pemeliharaan Kyai Alap-alap selama satu tahun kira-kira begini :
Sohar, Oman
Simon Dinomo
Sabtu, 08 November 2025
Sepeda warisan ....!
Sepeda warisan itu sudah beberapa kali masuk bengkel.
Terakhir ini ban dalam depan dan belakang diganti yang baru. Ban dalam itu diganti entah sudah yang keberapa kali. Wajar saja mengingat saya yang kurang mengopeni dan kondisi alam yang memang sangat panas.
Biaya penggatian spare partnya menurut saya cukup mahal sebesar 3 oman real. Seingat saya harga baru sepeda itu dahulu sekitar 14 oman real.
Artinya untuk penggantian ban dalam saja sudah 25 % sendiri. Empat kali ganti ban dalam sudah bisa untuk membeli sepeda baru.
Si Adik tetap senang dengan sepeda warisannya itu.
Begitu pun sepeda Si Mbak, untuk penggantian pedal sepasang biayanya 3 oman real. Ditambah ban dalam depan 1,5 oman real. Totalnya 4,5 oman real.
Matur nuwun tukang sepeda, Menghidupkan usaha sodara sendiri adalah juga merupakan hal yang baik. Mudah-mudahan berpahala di sisi Illahi Rabbi.
***
Naluri saya sebagai seorang operator lapangan. Memberi tahu saya ada semacam ketidakberesan pada Kyai Garudo. Saya konsulkan ke bengkel mereka bilang tidak ada masalah. Hasil Scanning melaporkan semuanya baik-baik saja.
Malah kemudian bengkelnya nawar mau membeli Kyai Garudo.
Welhadalah .... !
Malah ditawari opsi lain lagi, mau ditukar sama honda civic model 2005 yang diparkir tepat di depan workshopnya.
Angan-angan untuk mengganti kendaraan itu memang muncul beberapa kali di pikiran saya.
Dikarenakan keterbatasan finansial niat itu aku urungkan saja.
Secara fungsional Kyai Garudo masih sangat mumpuni.
Mobilnya sudah nyaman, hiburan sudah saya upgrade android, mau youtuban, bluetooth, radio .... semuaya baik. Kabin bagasinya luas. Bisa muat banyak barang belanjaan. Buat angkut sepeda pun tak masalah.
Tenaga dari mesinnya yang 1.8 itu juga powerfull. Malah Kyai Alap-alap terasa sangat lemot dibadingkan Kyai Garudo.
Mak Wuuushhh....ngeng...ngeng...ngeng.
Kendalanya memang Kyai Garudo sudah cukup tua untuk sebuah kendaraan. Jadi butuh perhatian lebih dan musti ada spare budget untuk repair sewaktu-waktu.
Kyai Alap-alap bahkan lebih tua lagi daripada Kyai Garudo.
Wis sehat-sehat semuanya yoo...Kyai...!
"Maaf pak bengkel untuk saat ini, saya belum berniat menjual Kyai Garudo....!"
Saya masih penasaran.
Meski dari pemeriksaan fisik dan scanning katanya semuanya baik-baik saja.
Sabtu, 08 November 2025
Falaj, Sohar , Oman
Simon Dinomo
Minggu, 26 Oktober 2025
Si Seeer....!
Dia bilang kepada saya :
"Apakah kau tidak ingin memberiku beras ?"
Saya tertegun.
Cukup lama saya tidak berjumpa dengan Alum bhai. Hingga dia kembali datang , menggantikan paman Salim yang sudah kembali ke negara asalnya.
Mungkin saat ini Paman Salim sudah berkumpul dengan seorang dokter muda, anak perempuannya yang dia banggakan itu.
Semoga Alloh mudahkan segala urusan beliau.
"Apakah kau ingin makan nasi ?"
Saya balik bertanya.
Kemudian saya ulurkan uang untuk membeli makan siang. Tapi dia menolaknya. Dia hanya ingin beras.
Saat itu setelah dia pergi. Saya angkat tanganku ke langit. Memohon kepada Tuhan Yang Maha Kaya.
Agar saya diberi kemampuan dan kecukupan untuk membelikan beras.
***
Turn Arround di tempat kerjaku sudah berlangsung hampir sebulan. Banyak cerita aku lalui. Aku ngobrol banyak hal, dengan banyak orang. Kadang kami bersitegang, lama-lama menjadi akrab satu sama lain.
Aziz bhai bercerita kepadaku. Hari jum'at kemarin dia pergi jalan-jalan bersama empat orang kawannya. Mereka mencari rumah makan pakistan. Dia bilang sekali kali mereka ingin menikmati kehidupan. Membelanjakan hasil jerih payah mereka. Makanan pakistan yang minyaknya kombyang-kombyang itu, yang bumbunya seabrek dan pedesnya membuat perut panas. Tapi memang mak nyuuus sekali.
Dari mereka aku belajar standard kebahagiaan tanpa keseakanan.
Tim berperawakan tinggi besar. Umurnya sudah separuh baya. Awalnya Tim sedikit sengak kepadaku. Mungkin pikirannya sedang kalut oleh kerjaannya yang bertumpuk. Aku balas dengan agak sengak juga.
Kalau harus adu jotos, aku akan tumbang dengan sekali pukulan.
Biar saja, paling tidak aku akan mencoba melawan. Meski hanya dengan kata-kata.
Entahlah lama-lama justru jadi dekat. Aku bantu dia menyelesaikan tugasnya semampuku.
Lainnya halnya dengan Steven, sejak awal dia lebih friendly.
Terlebih lagi Ranjan bhai. Aku berterima kasih kepada beliau. Nuansa menganyomi sangat kental sekali dalam pribadinya.
Negri tempatku kerja saat ini, nuansa egaliternya begitu terasa. Jauh berbeda dengan bangsaku sendiri.
Di tempat kerjaku aku ngobrol dengan petinggi-petinggi. Langsung kusebut nama mereka, tanpa embel-embel apa pun. Mereka tidak tersinggung dan aku juga tidak punya rasa sungkan sama sekali.
Yang mana jauh bertolak belakang dengan budaya di bangsaku.
Oh, aku berterima kasih sekali. Atas nikmat pengalaman yang begini rupa.
Mentalitas inferior kompleks itu tidak hanya dimiliki oleh orang orang indonesia saja. Ternyata kaum inlander itu ada banyak juga. Literasi yang kubacai semasa muda dulu membawaku pada pehamanan yang lebih holistik mengenai kehidupan. Aku berterima kasih sekali atas nikmat bisa membaca.
Memberiku ide yang mokal-mokal. Aku mulai membranding diriku dengan glenyengan dan guyonan. Layaknya kaum inlander yang dibesarkan dalam budaya feodal yang kental.
Aku panggil orang-orang dengan embel-embel "Seeer...!".
"Ok...Seeer"
"Siap ...Seeer"
Saking berbiasanya dalam penulisan yang lebih resmi yang seharusnya aku tulis "Sir" terpleset menjadi "Seeer". Aku tertawa seorang diri, mentertawakan diriku sendiri.
Aku tidak tersinggung. Justru bagiku ini adalah suatu keberhasilan dalam membranding.
Meski pada realitanya untuk sebagian kalangan, panggilan itu adalah suatu bentuk ejekan. Untuk menyatakan pada dunia bahwa mereka memiliki strata yang lebih tinggi, sedang aku hanyalah kaum inlander. Orang yang lolak-lolok yang dipaksa dan terpaksa untuk membungkuk-bungkuk oleh tatanan yang turun menurun.
Gusti sampai mana derajatku disisiMu ?
Derajatku di mata manusia tidak terlalu aku pedulikan.
Aku harap Engkau ridho kepadaku.
Bukankah Engkau pernah ceritakan melalui kalam-Mu ? Ada sekelompok orang yang Engkau ridho'i kemudian Engkau tanya kepada mereka ?
Pernah kuangkat tanganku .... di tempat yang Engkau berkahi. Dan aku yakin Engkau masih ingat apa yang aku panjatkan dan aku pintakan itu. Sedang Engkau adalah Tuhan Yang Maha Memberi, Maha Pemurah, Maha Pengasih dan Penyayang. Engkau akan sangat malu bila ada hambaMu mengangkat tangan kepadaMu lalu tidak Engkau penuhi.
Sabtu, 26 Oktober 2025
Sohar, Oman
Simon Dinomo
Sabtu, 18 Oktober 2025
Miss Tumolo ....!
Warung itu menyediakan tahu, tauge, tahu plempung, sayur-sayuran segar, frozen food, dan aneka cemilan. Yang punya adalah seorang wanita Cina.
Perlu diketahui tahu adalah makanan yang berharga untuk kami para imigran. Eh....TKI. Eh...Diaspora. Eh apa pun itulah.
Dikarenakan harganya yang murah dan juga bergizi dan juga pas di lidah orang Indonesia. Harganya 500 baisa. Kira-kira dua puluh ribu rupiah per biji.
Saya sering berkunjung di kedai itu.
Suatu waktu saat saya berkunjung, kebetulan tahu tidak tersedia.
Saya pun bertanya kepada pemilik kedai.
"When Tofu available Miss ?"
"Maybe tumulo...!" Jawabnya datar.
Keesokan harinya saya pun datang kembali untuk mendapatkan tahu favorit saya.
"Still not available today ?"
"Yes. Maybe tumolo....!"
Semenjak saat itu saya sebut kedai itu sebagai "Kedai Miss Tumolo".
Selang beberapa lama. Miss Tumolo punya karyawan.
Saya sampai bertanya nomer whatsapp karyawannya itu. Untuk mempermudah akses informasi keberadaan tahu.
"Hello brother... today have tofu or no have ?"
Saya bertanya mengikuti pola grammer mereka.
"No have...!"
"When have ?"
"Maybe tomorrow ?"
"Welhadalah......! Tumolo....?"
Saya manggut manggut. Hebat betul Miss Tumolo bahkan sampai karyawannya saja begitu fasih tentang metode dagangnya.
Setelah saya pikir-pikir Metode dagang Miss Tumolo itu sangat brilian.
Bagaimana tidak, ia tidak mencederai citra dirinya sebagai pedagang. Saya tidak bisa mengklasifikan tindakannya itu sebagai suatu bentuk kebohongan. Kan memang hanya mengatakan besok.
Ntah besok dua hari lagi, tiga hari lagi, seminggu lagi.
Kata orang pembeli adalah raja. Ketika saya masih berjualan sendal dahulu kala. Bilamana saya mengikuti metode dagangnya Miss Tumolo. Pembeli saya akan lari ke penjual yang lain.
Lumrah saja hal demikian itu, saya pun harus maklum. Karena pembeli adalah raja.
Selaku pembeli meskipun saya ini adalah raja. Raja yang harus kecewa beberapa kali. Tetap saja saya selalu setia mengunjungi kedai Miss tumolo. Akan tetapi melalui sebuah kontemplasi yang pajang, saya tidak terlalu kecewa lagi.
Soalnya ini tentang tahu, makanan favorit kami. Dan adanya cuma di kedai ini. Di kedainya Miss Tumolo.
Pada kesempatan kontemplasi saya yang kesekian kalinya. Saya mencoba mengambil kesimpulan.
Ini itu sebenarnya yang hebat penjualnya atau kebodohan saya sebagai pembeli yang katanya adalah raja. Apakah judul cerita saya ini lebih baik saya tulis begini :
"Penjual yang hebat dan Raja yang bodoh"
Apapun itu, saya berterima kasih. Karena di tempat yang jauh ini saya masih bisa menikmati tahu.
Matur nuwun gusti. Matur nuwun Miss Tumolo.
Jum'at, 17 Oktober 2025
Sohar, Oman
Simon Dinomo
Minggu, 21 September 2025
Water heater, Mas Bengkel dan Kyai Alap-alap
Sekitar dua tahun yang lalu aku pasang water heater berbasis gas di tempat bapak dan ibuku. Tiba-tiba water heater itu tidak bisa panas. Muncul alarm ODS di display. Kemudian alarm yang muncul selalu E1. Yang berarti furnace gagal, tidak ada api.
Secara mekanisme, bila flow air cukup. Feedback dari sensor flow akan menjadi command untuk membuka valve gas. Feedback valve gas terbuka, akan menjadi command untuk start igniter. Dalam kondisi normal tentu saja furnace akan menyala. Yang diyakinkan dengan flame scanner. Bila flame scanner aktif dan membaca ada api, furnace akan menyala terus.
Dalam timer tertentu bila flame scanner gagal mendeteksi adanya api. Feedback ini akan menjadi command untuk menutup valve gas. Yang berarti furnace gagal dan tidak menyala.
Benar saja. Water heater itu akhirnya aku bongkar bersama ayahandaku, aku coba analisa , kemungkinan besar penyebabnya adalah flame scanner yang gagal dalam membaca adanya api.
Aku cari kira-kira mana komponen flame scanner tersebut. Aku persihkan karbon hitam yang menutupi ujung tip'nya.
Alhamdulillah, setelah itu flame detector berhasil membaca api dengan baik.Water heaternya kembali normal.
Itulah nikmatnya pengalaman.
***
Dalam sebulan ini aku berulang kali aku pergi ke bengkel. Tidak selalu karena Kyai Alap-alap sedang ada masalah atau trouble. Kadang kala biayanya tidaklah sedikit. Ini salah satu hobiku. Biaya itu tidak terlalu aku pedulikan. Apa salahnya mengeluarkan biaya untuk hobi yang ingin aku tekuni. Semoga Alloh ta'ala senantiasa memberiku kemampuan finansial yang lebih.
Memelihara mobil tua merupakan kenikmatan tersendiri.
Seni dalam mengobservasi, seni dalam mitigasi dan berpikir untuk mencari trouble shooting terbaik.
Kadang kala analisisku gagal. Biaya yang aku keluarkan sia-sia belaka. Memberikan pressure di kepalaku. Kendala yang lain adalah aku tidak punya tenaga yang memadai. Pengalamanku memberikan akses yang cukup memadai untuk menganalisa. Tapi untuk memperbaiki tenaga-ku tidaklah cukup untuk menghandle seorang diri. Kupaksa diriku untuk tidak menyerah, cari lagi solusinya dan teruslah mencoba. Sampai masalah itu terselesaikan.
Aku senang bukan main.
***
Matur nuwun Gusti.... Matur nuwun mas bengkel.... Matur nuwun Kyai Alap-Alap....Matur nuwun Water Heater.
Prambanan, Klaten
Simon Dinomo
Selasa, 02 September 2025
Kekuatan Kapital.... !
Ada beberapa kejadian akhir-akhir ini.
Setelah perjalanan panjang selama kurang lebih 24 jam, sampailah kembali aku di tempat ibundaku dan ayahandaku berada.
***
Pertama kali aku layangkan complain untuk menukar kembali barang yang sudah aku beli di toko online. Setibanya di rumah barang tersebut pecah.
Aku ingin tahu seperti apa respon serta solusi apa yang mereka tawarkan.
Di luar dugaanku, service dan respon mereka begitu impressive.
Setelah memberikan beberapa eviden. Penukaran barang dan pengembalian uang tersebut diproses. Saat ini masih in progress.
Aku kagum pada mentalitas bisnis yang mereka terapkan.
Mereka tidak lepas dari tanggung jawab.
****
Jauh hari aku sudah membuat semacam mapping planning untuk liburanku kali ini.
Aku tunda sementara waktu dikarenakan beberapa hal.
Salah satunya, Kyai Alap-alap ada masalah di radiatornya.
Ada semacam rembes di radiator tersebut.
Dari hasil observasi, aku bawalah di bengkel terdekat.
Kepala radiatornya ternyata hanya terbuat dari plastik. Seiring berjalan umur kendaraan, plastik tersebut sudah mengalami pelapukan dan timbul rembes.
Digantilah dengan plastik lagi, dan tentu saja spare part duplikat saja yang aku pakai. Mengingat harganya yang lebih terjangkau. Mudah-mudahan bisa awet dan barakoh.
***
Memelihara mobil tua adalah hobi baruku. Observasi, eksekusi, pencarian solusi, perbaikan ke bengkel, pencariaan spare part, masalah yang belum ketemu. Semuanya mengasyik-kan.
Sesuai planing-ku Kyai Alap-alap aku check up kaki-kakinya.
Dugaanku tidaklah meleset terlalu jauh. Karet mounting banyak yang sudah sobek.
Perbaikan sudah dilakukan, dan sekarang Kyai Alap-alap sudah lebih dari cukup dari sisi kenyamanan. Karena memang ekpektasiku juga tidak terlalu berlebihan.
Yang terpenting bisa untuk mobilitas yang fungsional.
***
Dari kejauhan di malam hari. Puncak pegunungan kidul dipenuhi oleh cahaya.
Terang berbinar-binar. Dari sana orang memandangi pemandangan di bawah.
Pemandangan dari bawah ke arah puncak itu tak kalah indahnya.
Itulah kekuatan kapital.
Tempat yang dahulu ketika kami daki sampai ke puncak tidak ada air disana. Kini sudah disulap menjadi tempat healing yang hingar bingar.
Sekali lagi itulah kekuatan kapital.
Sebuah literasi yang pernah kubaca menyebutkan.
Ketika kekuasaan raja terakhir di bangsaku tunduk pada VOC. Dengan kekuatan kapital yang mereka miliki. Mereka berkata :
"Lihatlah tuan-tuan sekalian. Orang-orang mengatakan bahwanya raja tuan-tuan itu sebagai suami dari ratu samudra. Seolah-olah ingin melegitimasi bahwasanya kekuasaannya meliputi daratan dan lautan.
Tapi apa ? Tidak-kah tuan-tuan lihat, siapa yang menguasai lautan saat ini ?
Kamilah penguasanya dengan meriam-meriam yang kami miliki".
Kurang ajar memang, tapi apa mau dikata pemenang boleh berbuat apa saja.
Dan pihak yang kalah musti menerima.
Sekali lagi itulah dahsyatnya kekuatan kapital.
Selasa, 02 September 2025
Prambanan, Klaten
Simon Dinomo
Senin, 18 Agustus 2025
Bretton Woods, Gold Standard, Fiat money .... !
Aku punya rencana untuk meresume sebuah tema yang berguna untuk-ku. Tentang bagaimana uang tercipta, tentang Era Gold standard. Kemudian berakhirnya Gold standard berganti dengan fiat money sampai sekarang ini, Apa itu bank central, apa itu inflasi, apa itu deflasi. Apa itu Supply and demand.
Rencana itu sempat aku tuliskan di sebuah catatan kecilku.
Dan rencana itu aku eksekusi semampuku, mari kumulai satu per satu :
###ERA GOLD STANDARD###
Ribuan tahun yang lalu kegiatan ekonomi dilakukan dengan cara barter atau tukar menukar barang. Ditemukan berbagai kesulitan dalam transaksi jenis ini.
Misalkan sapi dengan beras, bagaimana takarannya yang pas ?
Karena kesulitan itu, dipikirlah sebuah takaran yang disepakati bersama. Yaitu dengan menggunakan logam sebagai alat tukar. Dipilihlah emas dan perak atas berbagai pertimbangan. Emas dan perak logam yang aman dan tidak berbahaya serta tidak mudah rusak.
Emas dan perak disepakati di seluruh dunia sebagai alat tukar baru.
Sampai kemudian ditemukan suatu masalah lain. Logam merupakan barang yang berat. Bila transaksi dalam jumlah yang besar. Emas dan perak menjadi sangat berat untuk dibawa. Dan rawan dicuri atau dirampok bila terlihat membawa emas dan perak berpeti peti.
Munculah ide lain, dibuatlah surat kepemilikan emas. Yang dijamin dan diakui oleh pemerintah. Ada yang mengatakan surat ini keluarkan oleh pemerintahan Cina, ada yang menyebut ide ini berasal dari Hongaria.
Surat itu pun disepakati di seluruh dunia sebagai alat tukar dalam transaksi ekonomi. Dengan kata lain kertas itu sebagai keterangan kepemilikan emas. Dan sewaktu-waktu kertas tersebut bisa ditukar dengan emas.
"Era ini disebut sebagai Era Gold Standard".
Di era ini uang kertas berharga karena merupakan interpretasi dari kepemilikan emas.
***
Sampailah masa di era berakhirnya perang dunia ke-2. Dimana Amerika dan sekutunya sebagai pemenang perang.
Sebagai pemenang berhak memberlakukan apa saja sesuka hatinya. Itulah hukum yang berlaku di dunia.
Maka pada bulan July 1944 dibuatlah perjanjian Bretton Woods. Yang diselenggarakan di Bretton woods, New Hampshire, Amerika Serikat.
Isinya secara garis besar adalah sbb :
Merubah tatanan alat tukar ekonomi dunia.
Dollar amerika dicetak berdasarkan stok emas. Dan seluruh dunia harus menggunakan Dollar amerika sebagai standard.
System yang meresmikan hegemoni US dollar sebagai mata uang dunia.
Effectnya :
Dollar amerika menjadi sangat berpengaruh di dunia. Dollar Amerika mengontrol tatanan ekonomi di seluruh dunia.
Tapi sekali lagi pemenang berhak menentukan apa saja.
"Era ini adalah era gold standard yang dimodifikasi".
Di era ini uang kertas masih berharga karena meski di pack ke US dollar. US dollar tersebut dicetak sesuai ketersediaan emas yang ada. Yang artinya US Dollar sewaktu-waktu masih bisa ditukar dengan emas.
###ERA FIAT MONEY###
"Sistem Bretton Woods bubar pada tahun 1976 setelah beberapa negara di Eropa mengalami kehancuran ekonomi sehingga tidak lagi bisa menjadi partner perdagangan Amerika Serikat, disamping itu resesi ekonomi dunia yang berlangsung besar-besaran pada periode waktu itu telah mendorong negara-negara di dunia untuk mengedepankan kepentingan nasionalnya masing-masing [11] The Fed tergiur mencipta dollar melebihi kapasitas emas yang dimiliki. Akibatnya, terjadi krisis kepercayaan masyarakat dunia terhadap dolar AS. Hal tersebut ditandai dengan peristiwa penukaran dollar secara besar-besaran oleh negara-negara Eropa. Adalah Prancis, pada masa pemerintahan Charles de Gaule, negara yang pertama kali menentang hegemoni dollar dengan menukaran sejumlah 150 juta dollar AS dengan emas. Tindakan Prancis ini kemudian diikuti oleh Spanyol yang menarik sejumlah 60 juta dollar AS dengan emas. Praktis, cadangan emas di Fort Knox berkurang secara drastis. Ujungnya, secara sepihak, Amerika membatalkan Bretton Woods System melalui Dekret Presiden Nixon pada tanggal 15 Agustus 1976, yang isinya antara lain, USD tidak lagi dijamin dengan emas. ‘Istimewanya’, dollar tetap menjadi mata uang internasional untuk cadangan devisa negara-negara di dunia. Pada titik ini, berlakulah sistem baru yang disebut dengan floating exchange rate."
Demikian itu saya kutip dari wikipedia terkait awal mula diberlakukannya era fiat money.
Di era Bretton Wood, US Dollar dicetak berdasarkan stok cadangan emas yang ada.
Di era Fiat Money. US Dollar dicetak hanya berdasarkan kepercayaan bahwa : lantaran yang mencetak adalah Amerika Serikat maka layak untuk dipercaya dan dijadikan standard oleh seluruh dunia.
Alasan logisnya :
Jumlah manusia di dunia terus bertambah. Pertambahan jumlah ini tidak sebanding dengan pertambahan emas yang ada. Sehingga di era gold standard uang itu terbatas, jumlah uang tersebut mengikuti ketersediaan emas yang ada. Kalau uangnya kurang pertumbuhan ekonomi akan melemah.
Kalau pakai gold standard, dengan makin banyaknya jumlah orang, jumlah uang tidak sebanding dengan jumlah manusianya, akhirnya ekonomi akan stagnan.
Seharusnya uang sebagai alat tukar besarannya ditentukan oleh keadaan ekonomi, bukan karena jumlah emas.
Resikonya adalah :
- Di era ini uang kertas dianggap berharga, hanya karena Amerika Serikat yang mencetaknya dan seluruh dunia harus percaya. Meski semuanya juga tahu bahwasanya uang kerta era fiat money sebenarnya hanyalah kertas saja. Tidak mewakili kepemilikan emas sebagaimana di era gold standard.
- Akibatnya nilai inflasi dari mata uang dunia akan menjadi semakin tinggi. Misalkan saja hutang luar negri Indonesia seiring dengan menurunnya nilai rupiah. Maka hutang tersebut naik berkali-kali lipat semenjak fiat money.
- Amerika Serikat berhak mencetak uang sesuka hatinya. Yang jadi masalah adalah semua mata uang dunia di standarkan ke US Dollar. Maka seandainya US Dollar bermasalah semua mata uang dunia terkena dampaknya.
Kemudian US Dollar dollar tersebut bisa dicetak tanpa batas. Semakin banyak uang dicetak, potensi inflasi semakin tinggi.
"Era ini adalah era FIAT MONEY"
- wikipedia
- Berakhirnya Gold Standard = Dimulainya Inflasi ? | Part 1 - YouTube
- Berakhirnya Gold Standard = Dimulainya Inflasi ? | Part 2
- How Is Money Created?
Senin, 18 Agustus 2025
Simon Dinomo
Sabtu, 02 Agustus 2025
Buah ketapang ... !
Saraid adalah tea boy yang sangat multitalenta. Kemampuannya dalam bergaul di atas rata-rata. Dia bisa membaur dengan baik dalam kesehariannya. Memperbaiki sepeda, memasak, bersih-bersih semua dilakukannya dengan baik. Kawan-kawan sangat akrab sekali dengannya. Kadang kala dia disia-siakan juga oleh kami ini. Kadang hanya sedikit kadang agak keterlaluan. Meski dengan niat hanya bercanda. Bila kita ini dalam posisi yang lemah, atau minim harta, sudah umum dimana mana kita diperlakukan seperti itu. Tatanan yang dilakukan manusia meski perintah Tuhan pencipta manusia tidak begitu.
Manusia boleh saja keliru tapi TuhanNya manusia ampunannya jauh lebih besar dan lebih banyak.
Saraid tetap Saraid, ia tetap bergembira menjalani hari-harinya. Semoga Alloh memudahkan dan memberikan keberkahan kepadanya.
Baru saja di sebuah shift malam dia menawari saya buah-buahan berwarna hijau dan merah yang masih segar. Dia bilang :
"Saya dapat banyak badam hari ini. Apa kamu mau mencoba buah badam ?" Katanya pada saya.
Dia keluarkan buah-buahan dari sakunya. Hampir sepuluhan biji banyaknya.
"Buah apa itu ?" tanya saya.
"Kamu tidak tahu ?
Di Bangladesh namanya buah badam. Buah ini enak sekali. Khasiatnya banyak.
Cara makannya bisa kamu makan bagian luarnya kemudian isinya kamu pecah di dalamnya ada kacang. Seperti kamu makan kuaci."
Dia ambil buah yang masih berwarna hijau. Dicuci sebentar kemudian dia makan seperti orang makan buah jambi biji.
"Kremus....kremus...kremus...!"
Setelah tahu isi buah tersebut setelah dipecah. Saya baru ngeh, bahwa buah yang dimaksud itu adalah buah ketapang.
Tapi saya tetap diam saja.
Saya katakan pun dia tidak akan mudeng dengan ketapang.
Dia terus bercerita. Di tempat kerja kita ada dua pohon. Satunya di dekat product warehouse yang lainnya di dekat bangunan admin yang lama. Saya sering memetiknya, kalo pas lewat disana.
"Cobalah... siapa tahu kamu suka" Dia menawarkan kepada saya untuk kesekian kalinya.
"Tidak... terima kasih banyak". Saya sudah kenyang.
Saraid adalah kawan yang baik.
Matur nuwun Gusti, panjenengan maringi seorang kawan yang baik.
Sabtu, 02 Agustus 2025
Liwa, Oman
Simon Dinomo
Senin, 28 Juli 2025
Long Chase Tail.... !
Aku tak tahu pasti apa yang sedang terjadi.
Pikiranku terus mengembara, mungkin ini adalah Long Chase Tail.
Kondisi dimana Feed sudah melewati Cold Section kemudian lighter gas yang terdiri dari hidrogen, metana, dan ethane dibalik-kan kembali ke inlet product kompressor untuk disirkulasikan. Sebagiannya dibuang dan dibakar di cerobong asap yang tinggi itu.
Heavier gas perlahan akan berubah fase menjadi liquid. Build up level tentu membutuhkan waktu yang cukup lama.
Begitulah pikiranku yang mokal mokal itu mencoba membaca situasi.
Ingatanku kembali lagi di masa mudaku. Ingatan itu begitu membekas hingga saat ini.
Sampai otak-ku terus menerus bertanya kembali, mengingat-ingat apa itu short chase tail dan long chase tail. Kala itu aku hadapi tekanan mental yang cukup berat.
Dalam sebuah literasi yang pernah aku baca. Di buku itu ditulis, bahwa Kartini pernah mengutarakan :
"Berani... ! Jadilah berani... ! Hanya para pemberani yang bisa menguasai sepertiga dunia"
Dia alamatkan pada orang-orang Eropa yang berani mengarungi lautan, menjelajahi sudut sudut bumi, menguasai lautan dengan meriam-meriamnya.
Rasa tertekanku, kemudian kawan-kawanku yang baik, yang sifat-sifatnya seperti kisah-kisah sejarah di zaman sahabat, tabi'in dan tabiut tabi'in. Kemudian kawan-kawanku yang menikamku. Yaa... kawan-kawanku sendiri. Sewajarnya seperti dalam catatan-catatan sejarah. Hal demikian wajar adanya untuk mewarnai cerita kehidupan. Lagi pula kita juga hanya manusia bukanlah seorang Nabi. Bila ada salahnya semoga diampuni.
Layaknya perjalanan kehidupan yang dialami semua orang. Aku maafkan semua-mua yang telah menyakitiku, karena mengharap ampunan dari Tuhan Pemilik Langit dan Bumi. Dan pada kawan-kawanku yang baik itu, semoga kita dikumpulkan dan dipertemukan oleh Rabbul Izzati di surgaNya yang kekal.
Atas karunia dari Rabbul Izzati aku dapat tawaran untuk kembali lagi kesana. Dan keputusanku adalah tetap berada disini.
Entahlah ketika kulihat kobaran api yang besar itu.
Memori memori itu kembali muncul.
Gusti matur nuwun, ilmu short case tail dan long chase tail itu begitu berharganya. Karena harus aku tebus dengan tekanan mental yang luar biasa.
Sejarah yang dulu biarlah berlalu.
Dan masa depan akan terus selalu menjadi misteri.
Dan misteri itu sampai kapan pun akan terus menggelitik hati.
Marilah kita sambut dengan senang hati .... Semoga Rabbul Izzati memberikan kemudahan dan pertolongan di setiap lagkah kaki.
Minggu, 27 Juni 2025
Sohar, Oman
Simon Dinomo
Sabtu, 19 Juli 2025
Tukang Gas ... !
Saat ini saya ditugaskan menjadi tukang gas, di tempat kerja saya. Setelah 4 tahun lamanya saya bertugas untuk nggereti grobak.
Alhamdulillah di tempat kerja saya ini saya berbahagia.
Kira-kira setiap seminggu sekali, kalo pas kebeneran saya masuk kerja, saya musti mengganti tabung gas.
Saya guling-gulingkan, kadang-kadang kalo saya seorang diri, tabung itu hampir ngglimpang.
Maklum saja wong saya ini seorang lelaki yang pekrook.
Tabung gas itu terhitung berat untuk saya.
Tapi ya ndak papa, lha wong cuma tabung gas saja lho.
***
Bapak Supadno Robertus mengajari kami sewaktu kami sekolah dulu. Mata Pelajarannya kalo tidak salah adalah elektrolisa. Ketika itu saya mengenal logam yang bernama Chromium.
Di tempat kerja saya yang dulu sekali, kalo soal Chromium itu semuanya dibuat ngeri.
Ngueeriii sekali.
Bahkan kalo ada pekerjaan yang berhubungan dengan Chromium harus memakai pakaian khusus yang sekali pakai.
Perkaranya Chromium yang sudah di aktivasi yang mempunyai bilangan oksidasi 3+ atau 6+ itu mempunyai sifat karsiogenik. Bisa menyebabkan kangker.
Tidak mudah untuk mengaktivasi logam Chromium itu. Masih dari tempat kerja saya yang dulu untuk menjadikannya aktif dengan bilangan oksidasi 3+ itu. Musti dipanaskan dalam temperature yang tinggi, seingat saya 300 - 400 drajat celsius selama beberapa jam lamanya.
Logam yang mengerikan itu sekarang ini juga musti saya tangani setiap hari.
Gusti ... biar semengerikan apa pun, itu tetap makhluknya Njenengan. Pokokmen kulo nyuwun pertolongan dan kemudahan saking Panjenengan.
Biar katanya Chromium itu bisa menyebabkan Kanker. Kalo Panjenengan tidak menghendaki, hal itu juga tidak akan bisa terjadi.
Walhasil, dengan mengucap Bismillah. Chromium yang aktif itu pun saya handle seperti saya menghandle tepung terigu untuk membuat bakwan.
***
Semasa muda saya, pernah saya bacai cash flow quadrant dari Robert Kiyosaki.
Cerita demi cerita dari buku ayah kaya dan ayah miskin menambah wacana dalam otak saya.
Aku catat dalam catatan harian saya dan juga aku pajang di dinding kamar kos pada papan tulis yang besar.
Bahwa kelak bilamana saya punya uang banyak, saya pun ingin menjadi seorang investor.
Seperti layaknya orang-orang kaya pada umumnya.
Atas pertolongan dari Tuhan Pemilik langit dan bumi. Kesempatan itu pun datanglah. Yah pokoknya ada lah sedikit 2x uang yang bisa diinvestasikan.
Bersamaan dengan itu sedang aku bacai tentang muamalah kontemporer dari Erwandi Tarmidzi. Menurut beliau investasi saham itu masih ada area abu-abunya. Yaitu perusahaan itu harus terbebas dari pinjaman bank yang ribawi. Lha mosok ada perusahaan di dunia ini yang tidak punya pinjaman ribawi di bank ?
Tentu dalam masalah ini perbedaan pendapat pasti ada.
Saya memilih untuk tunduk dan patuh pada pendapat beliau.
Gusti ... mugi dados saksi ten ngajenge njenengan mbenjang. Kulo namung pengen ngestokaden dawuhipun panjengan sak mampu kulo.
Saat ini kesempatan itu datang lagi.
Saya pun masih ragu untuk terjun berinvestasi. Tapi ada sesuatu yang mengusik pikiran saya.
Orang-orang kaya di dunia itu. Dengan uang hasil investasinya mereka mendukung suatu negara. Mereka kucurkan dana untuk membeli senjata dan bom. Kemudian di bom-lah, di tembaki-lah orang-orang disana dengan membabi buta.
Sodara-sodaranya hanya bisa berdemonstrasi dan mengutuk-ngutuk.
Mungkin orang-orang kaya itu berkata pada negara yang dititipi :
"Sudah musnahkan saja orang-orang itu...toh sodara-sodaranya hanya bisa berdemontrasi dan mengutuk-ngutuk.... !"
Kurang ajar memang.
Mereka dapat uang dari hasil investasi mereka.
Lah kalo semua sodara tidak ada yang ikut berinvestasi layaknya mereka. Perlawanan tidak akan jadi berimbang. Mereka dapat membeli senjata bom dengan tanpa batas yang tidak bisa dilawan dengan bom dan senjata yang sama. Wong duitnya kalah.
Meskipun begitu. Saya pun belum berani untuk ikut berinvestasi. Yang saya takutkan adalah saya kemudian hilang kendali dan menjadi tamak.
Gusti ... Kulo nyuwun pangapunten.
"Allahummansur ikhwanana fi falastin....!"
Liwa, Oman
Sabtu, 19 July 2025
Simon Dinomo
Selasa, 08 Juli 2025
Hobi yang menyusahkan ... !
Sebuah buku yang baru selesai aku baca, memperkenalkanku pada Eric Raymond dan linux.
Jangankan linux , waktu itu wong komputer saja sangat asing bagi saya. Ora mudeng blas.
Tapi namanya rezeki ketika saya ingin tahu suatu hal, Alloh pertemukan saya dengan orang yang tepat.
Ternyata beliau langganan majalah khusus linux. Hampir semua distro linux dia punyai. Mulai dari ubuntu, Kubuntu, Suse, OpenSuse, Fedora, Red Hat dan masih banyak lagi.
Dia terangkan banyak hal tentang linux kepada saya. Idealismenya sangat luar biasa.
Beliau fokus pada open source karena tidak ingin memakai software bajakan. Sekiranya kedepan bisa membuat bisnis atau apa pun, akan dia set up berbasis open source. Katanya lagi pantang sebagai seorang muslim memakai software bajakan. File system yang ada pada linux menjadikannya lebih tahan terhadap serangan virus dibandingkan dengan OS jendela.
Dia sarankan saya untuk mencoba ubuntu saja.
Tapi wong namanya pengen belajar, saya install macam-macam.
Linux Mint, Ubuntu, Puppy linux, Open Suse sudah pernah saya install.
***
Tahun 2013 ketika pertama kali saya berangkat ke saudi. Kira-kira 12 tahun yang lalu. Bersama saya sebuah laptop lenovo thinkpad E130 dengan prosesornya core i3 sandy bridge. Terpasang ubuntu 12.04.
Saat itu entah kenapa driver wifi'nya tidak terdeteksi, dan laptop saya itu tidak bisa terkonek internet.
Banyak hal terasa susah, misal untuk printer saja. Tidak semua brand printer punya driver yang cocok untuk linux, kala itu.
Meski microsoft office bisa dijalankan melalui wine, akan tetapi performanya jauh dari kata maksimal.
Beberapa waktu lalu, saya check sudah ada perbaikan. Aplikasi untuk transfer file antar platform sudah tersedia di linux, driver printer sudah semakin banyak yang support.
Tapi buat apa ?
Tak bisa aku jawab sendiri.
Saya sekedar suka saja, meski tanpa manfaat yang berarti. Setidaknya asal bukan untuk bermaksiat kepada Alloh ta'ala sebenarnya sah-sah saja untuk menekuni sebuah hobi.
Mungkin kesenanganku untuk menyusahkan diri sendiri itu tidak memberi manfaat yang berarti.
Dan lagi akan menghabiskan banyak biaya.
Untuk mencoba linux kembali brand laptop yang saya incar adalah Dell.
Dan harganya cukup mahal untuk ukuran saya.
Haruskah waktu aku buang-buang untuk sebuah hobi yang menyusahkan diriku sendiri ?
Haruskah juga masih ditambah dengan biayanya yang tidak sedikit ?
Inikah yang namanya hobi ?
Sampai saat ini pertanyaan itu aku biarkan mengambang dengan tanpa keputusan.
Gusti, nyuwun panjenengan paringi tambahan rezeki yang semakin melimpah dan berkah.
Untuk Mas Eep... kenalan saya itu... semoga Alloh berikan kebaikan yang tak terhingga dimana pun beliau berada.
Liwa, Oman
Selasa, 08 July 2025
Simon Dinomo
Rabu, 02 Juli 2025
Ganti oli mobil di Oman.
Saya pun menganalisa, kemana gerangan oli tersebut menghilang. Kebocoran yang major sepertinya tidak nampak sejauh ini.
Sekiranya masuk ruang bakar, tanda-tanda pada asap knalpot juga tidak terlihat.
Kemungkinan masuk ke coolant system juga kecil sekali. Coolant'nya masih bagus baik dari sisi warna dan viscositasnya.
Saya pun berencana untuk mengganti tutup oli tersebut.
***
Cukup jauh dari prediksi saya.
Wis lah ndak papa, malah bagus ganti oli setiap tiga bulan sekali.
Nantilah bila tiba waktunya ada budget extra.
"Ndak papa yo Kyai.... !" Saya elus-elus stirnya.
"Mak...tleser....tleser....!" Kyai Garudo bergerak menyusuri jalanan pasir. `
Oiya saya mau ceritakan fasititas yang ada di negara oman. Khususnya berkenaan dengan perawatan mobil. Di setiap SPBU terintegrasi dengan beberapa hal. Disediakan kompressor gratis untuk isi angin. Toilet ada dan juga gratis tidak perlu bayar. Perbengkelan aneka bidang berjejer bersebelahan. Khusus kelistrikan mobil, khusus ganti ban, ganti oli dan mekanik umum, variasi mobil. Semuanya tersedia.
Jadi sewaktu - waktu ada kendala dengan mobil. Bisa mengunjungi pom bensin terdekat untuk sekedar kerusakan minor.
Ganti oli mobil di Oman itu lebih murah daripada di negriku sendiri.
Terakhir kemarin biayanya 9 oman real. Itu sudah termasuk oli dan filternya beserta jasanya. Pelayanannya cukup cepat dan sangat totalitas. Tekanan ban dikondisikan, filter cabin dan air intake filter disemprot juga. Malah oli rem ikut di top up tanpa ada biaya tambahan.
Weleh... opo ora hebat ?
Wong mesin mobil lho, bocor coolant'nya lho, ditambal pakai lemah lempung.
Dan sampai sekarang masih OK.
Weleh ... opo ora hebat ?
Sangat solutip sekali, dan saya sangat suka trouble shootingnya.
***
Kyai Garudo bukanlah mobil elit. Umurnya pun tidak muda lagi. Biaya perawatannya terhitung murah. Selang-selangnya, kabel-kabelnya sudah banyak yang retak-retak dan melapuk.
Tapi fungsionalitasnya masih mencukupi. Mengantar saya pergi ke tempat kerja, dan kemana saja. Di negri gurun ini cukup sulit kalo tidak punya mobil.
Dan Alhamdulillah saya punya Kyai Garudo.
Matur nuwun Kyai Garudo.
Sohar, Oman
Simon Dinomo
Senin, 30 Juni 2025
Reactor Peripheral (Feed Stream, Purge Header, E Nozzle, Venturi) ..... !
Dumping, Oksidasi, Vacuuming System .... !
- Depress Catalyst Feeder sampai 3.5 bar.
- Connect Line dumping ke Empty Cylinder. Pastikan sudah dilakukan Oksigen Free dengan menggunakan Nitrogen dari ground Floor.
- Press Up Empty Cylinder untuk mencegah Oksigen masuk ke dalam Cylinder.
- Connect Empty Cylinder ke Vent Filter. Jangan lupa dilakukan Oksigen free area hose.
- Line Up dumping system ke empty cylinder. Buka Nitrogen yang ke Cat feeder untuk menjaga press tetap di 3.5 bar.
- Tunggu sampai habis via side glass.
- Isolate system dan disconnect hose.
Senin, 30 Juni 2025
Simon Dinomo
Cycle Gas Compressor & Cycle Water Pump System ... !
Kamis, 26 Juni 2025
Sekarat....!
Mangga lokal memiliki banyak type dengan rasa yang berbeda-beda. Masa dimana rutop atau kurma muda begitu mudah ditemui. Rasanya yang renyah dan legit kadang disertai sepet sepet sedikit. Ah sodara... nikmat sekali rasanya.
Alhamdulillah, matur nuwun gusti.
Di sebelah utara sana tensi emosi juga makin panas. Rudal balistik beterbangan di udara. Menghantam bangunan, meledak di udara seperti kembang api.
Bulan-bulan ini musim panas sedang merangkak menuju puncaknya.
Hawa panas dan humidity tahun ini hampir merenggut nyawaku. Ketika berdiri agak lama rasanya seperti mau terjatuh. Kukira hanya karena cuaca yang baru extrim saja. Humidity'nya begitu besar, sekedar bernafas normal saja begitu berat. Ternyata tubuhku sudah dehidrasi.
Rasa dingin menjalar dari ujung kaki dan tanganku, bergerak dengan perlahan.
Saat hawa dingin itu sampai diperutku, seketika terasa mengkerut dan tertarik ke atas.
Hawa dingin itu terus menjalar ke arah kepala.
Apakah aku akan mati kali ini ? Pikirku kala itu.
Kusebut Alloh sebanyak yang aku mampu.
Pikiranku sudah mulai remang-remang ke arah gelap. Kawan-kawanku memberiku air.
Sampai di klinik aku diberi infus. Pelan pelan dimulai dari tangan dan kaki yang sebelah kiri mulai membaik. Berlanjut ke kaki dan tangan sebelah kanan secara perlahan.
Alhamdulillah... matur nuwun Gusti.
Masa depan memang selalu jadi misteri.
Kali ini Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyanyang masih memberiku kesempatan lebih panjang untuk hidup di bumi'Nya ini.
Semoga bisa beribadah lebih maksimal kepadaNya.
***
Proteksi IT di tempatku bekerja kini semakin ketat, hal yang wajar untuk sebuah perusahaan besar. Progress digitalisasi dari ilmu yang aku dapat agak sedikit ribet.
Langkah ini aku ambil, mengingat potensi hilang bila aku simpan dalam wujud kertas sangat besar. Sedang effort yang aku keluarkan untuk menggores gambar demi gambar begitu besar.
Sejak lama sebenarnya aku ingin mengambil langkah ini, tapi aku enggan lantaran kerahasiaan data yang ada. Aku pikir ulang dan pertimbangkan lagi beberapa kali. Semuanya adalah gambarku sendiri, harusnya tiada mengapa.
Dahulu pernah aku gambar tentang Cold Box dan Propylene Compressor yang sangat berharga. Kini gambar itu hilang tak bersisa.
Gambarku di perusahaan elastomer besar itu pun masih ada aku simpan. Semua itu adalah masa lalu, berharga untuk dikenang.
Sedang gambar-gambarku yang sekarang masih aku gunakan untuk bekerja. Harus aku tata, agar bisa aku gunakan sebaik mungkin.
Akan aku usahakan memberikan 100 % yang aku miliki di tempat ini, tempatku kerjaku yang sekarang, yang oleh Tuhan Pemilik Langit dan Bumi dijadikan sebagai tempat yang memberiku kehidupan.
Selamat datang digitalisasi ilmu.....!
Pelan-pelan ...sedikit demi sedikit akan aku usahakan semampuku.
Liwa, Oman
Kamis, 26 Juni 2025
Simon Dinomo
Minggu, 08 Juni 2025
Extruder .... !
Sohar, Oman
Simon Dinomo

















































