Kamis, 04 Desember 2025

Paman Gula-Gula .... !

Si Adek lahir di Oman tahun 2022. Sudah hampir 4 tahun umurnya. 
"Bii... kupingku sakit. Besok ke rumah sakit ya ?"
Katanya malam-malam sebelum tidur. 
Sementara itu tidak ada tanda tanda sakit yang berarti. Tidak ada demam, batuk atau pilek. Datar-datar saja, masih berlarian bersama Si Mbak. 

Paman gula-gula selalu diingat oleh si adik. 
Suatu ketika sewaktu sedang antri membayar belanjaan di kasir supermarket. Seorang helper dengan cekatan melaksanakan tugasnya. Kemudian dia mengajak ngobrol dengan bahasa melayu. 
Dikiranya saya ini orang malaysia. 
Cukup lama dia habiskan hidupnya untuk bekerja di Malaysia. 
Setelah tahu bahwa saya orang indonesia. Baginya sama saja, Indonesia dan Malaysia adalah sama saja.
Welhadalah .... yowis lah paman ora popo sak karepmu. 

Di kemudian hari si mbak dan si adik sering diberi hadiah oleh paman itu. Hadiah pertama kali yang beliau berikan adalah permen atau kembang gula. 
Itulah awal mula si adek menyebutnya Paman Gula-Gula. 
Selain permen si mbak dan si adik sering diberi balon. 

****
Sehabis belanja pukul sebelas siang. Tiba-tiba saja si adik muntah-muntah dengan hebatnya. 
Setiap kali diberi makan dan minum, hanya berselang lima belas menitan kemudian muntah lagi. 
Bahkan ketika si adik tengah tertidur, pun begitu masih muntah juga. 
Walhasil saya bawalah si adik ke rumah sakit. 
Dikarenakan tidak ada gejala lain, seperti demam, flu , batuk atau pilek. Dokter memutuskan untuk melakukan test secara menyeluruh. 
Pertama tama diberi injeksi infus, kemudian check darah, kemudian x ray, kemudian usg scanning, dan yang terakhir check urin. 

Pikiranku sudah sangat mokal-mokal, suatu reaksi alamiah seorang anggoro kasih. Karakter campuran yang agak anomali, melankolis yang nyaris sempurna berpadu dengan koleris beberapa persennya. 
Segala-galanya akan saya bawa ke arah overthinking. Itu sudah tabiat karakter dengan type sepertiku. Tidak bisa aku rubah. 
Dan lagi karena sebuah trauma yang tidak perlu aku sebutkan diceritaku kali ini. 
Sebuah gemblengan perjalanan kehidupan yang Alloh gariskan untuk aku jalani. 

Birokrasi pun aku jalani satu demi satu. Sampai saat tulisan ini kubuat. 

***
Hal yang tidak kuduga, tepat di belakang agak kesamping dari bangunan rumah sakit itu. Ada sebuah cerminan tatanan sosial yang membuatku bernostalgia. 
Padatnya orang-orang yang berlalu lalang, bau khas sampah organik dari bak-bak sampah besar di sekitarnya. Genangan air di beberapa lokasi. Situasi yang agak kumuh dan semrawut. Disertai dengan pasar kecil yang menjual aneka sayuran dan juga ayam hidup. 

Kenanganku langsung membawa diriku ke suatu daerah sepuluh tahunan yang lalu, yang juga masih di jazirah arab. Mirip ....benar-benar mirip. Kondisi yang boleh orang kata kurang nyaman. Tapi memberiku cerita berharga dalam perikehidupanku. 
Aku hirup udara dalam-dalam. 
Alhamdulillah, matur nuwun gusti. Atas semua nikmat yang engkau beri. 
Termasuk nikmat pengalaman. 

Si adik sudah tertidur. Kemudian ngulet, baru saja disambung lagi selang infusnya untuk antibiotik. Mungkin agak kesakitan. 
Gusti .... panjenengan Yang Maha Menyembuhkan. 


Kamis, 04 Desember 2025
Sohar, Oman
Simon Dinomo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar