Kadang kala tanpa ada kendala yang berarti tetep saya bawa saja Kyai Garudo ke bengkel. Untuk sekedar check up.
"Bhai... ! Tolong di bersihkan throttle valve saya !"
"Lha kenapa, apa masalahnya kok musti di cleaning..."
"Ya tidak ada, wong namanya Preventif maintenance jeeee...!"
"Walah nggak usah dibersihkan kalo begitu, lha wong mobilnya masih bagus begitu kok !"
"Woooo semprul tenan ki.." Pisuh saya.
Saat kondisi stationer kadang kadang terasa getaran yang tidak normal. Menurut hemat saya, letak permasalahannya harusnya control udara yang masuk ke ruang bakar.
Jalur udara saat stationer secara logika akan menggunakan jalur fixed, jadi meskipun throttle valvenya tertutup. Tetap ada udara yang masuk ke ruang bakar.
Dikarenakan ketika gas diinjek kemudian throttle valve mulai membuka getaran itu hilang.
Maka masalahnya adalah jalur udara stationer tidak lancar, begitulah asumsi saya.
Yang ternyata dibantah oleh beberapa bengkel.
Menurut mereka Kyai Garudo masih bagus, masih prima. Tidak perlu dicheck ini dan itu.
Saya tidak mau menyerah begitu saja. Lha wong hobi jeeee.
Akan saya cari bengkel yang mau untuk membersihkan throttle valve dan akan saya lihat apakah ada perkembangan atau tidak.
***
Saya senang ke bengkel kecil, yang rata-rata mekaniknya orang pakistan.
Di bengkel besar saya disuruh menunggu di ruang ber-AC. Lengkap dengan kopi'nya. Tapi saya tidak diizinkan untuk melihat. Saya tidak tahu bagaimana proses pengerjaannya, apa saja yang dibuka serta bagaimana dikerjakannya.
Pokoknya tinggal duduk manis, tahunya beres. Mbayarnya agak larang.
Di bengkel kecil saya boleh nungguin nengkrus saat mereka mengerjakan. Dengan melihat dari awal sampai akhir saya jadi tahu banyak hal. Mbayarnya pun lebih murah.
***
Kawan saya pernah bercerita ketika dia mengundang teknisi untuk memperbaiki kulkasnya.
Yang datang adalah orang pakistan, teknisi tersebut memperbaiki dengan teknik kepruknya.
Anehnya meski cuma dipukul-pukul alias di kepruk kepruk itu, kulkasnya pun bisa kembali normal untuk beberapa waktu lamanya.
Rak yooo hebat tenan tho itu.
Tadi pas saya lihat Kyai Garudo diperbaiki, saya teringat cerita kawan saya itu.
Saya lihat Kyai Garudo diongkek-ongkek, Dikepruki dan dieret-eret.
Selain tenaganya yang roso sekali. Teknisi Pakistani juga banyak akalnya. Solusinya ada saja.
Saya biarkan saja mereka bekerja, sambil saya lihat.
Akhirnya pun masalah demi masalah terpecahkan oleh teknisi pakistani itu.
Sudah murah, saya bisa belajar, masalah pun terpecahkan.
Opo ora hebat....?
Matur nuwun Gusti, kemudian matur nuwun teknisi pakistani.
Selasa, 02 Desember 2025
Sohar, Oman
Simon Dinomo
***
Kawan saya pernah bercerita ketika dia mengundang teknisi untuk memperbaiki kulkasnya.
Yang datang adalah orang pakistan, teknisi tersebut memperbaiki dengan teknik kepruknya.
Anehnya meski cuma dipukul-pukul alias di kepruk kepruk itu, kulkasnya pun bisa kembali normal untuk beberapa waktu lamanya.
Rak yooo hebat tenan tho itu.
Tadi pas saya lihat Kyai Garudo diperbaiki, saya teringat cerita kawan saya itu.
Saya lihat Kyai Garudo diongkek-ongkek, Dikepruki dan dieret-eret.
Selain tenaganya yang roso sekali. Teknisi Pakistani juga banyak akalnya. Solusinya ada saja.
Saya biarkan saja mereka bekerja, sambil saya lihat.
Akhirnya pun masalah demi masalah terpecahkan oleh teknisi pakistani itu.
Sudah murah, saya bisa belajar, masalah pun terpecahkan.
Opo ora hebat....?
Matur nuwun Gusti, kemudian matur nuwun teknisi pakistani.
Selasa, 02 Desember 2025
Sohar, Oman
Simon Dinomo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar