Selasa, 29 September 2026

Cuti hari pertama, kedua dan ketiga...!

Menulis adalah bekerja untuk keabadian.
Jadinya kutulislah masa cuti'ku kali ini.
Hari pertama cuti, aku ajak anak-anak untuk memetik buah strawberry di Kaliurang. Buahnya cenderung kecil - kecil kurang optimal. Anak-anak tetap suka dan bahagia. Selepas maghrib menjadi agak sulit untuk mengolah waktu. Dalam angan-anganku setiap satu hari setidaknya satu essay kubacai. Beberapa hari berlalu dan tak satu pun essay terbacai. 
Jalur sanitasi di rumah hampir selalu bermasalah. Seperti cuti-cuti sebelumnya aku luangkan waktu'ku untuk trouble shoot jalur sanitasi. Booster pump selalu bunyi cetak-cetek. Tanpa booster pump water heater tidak dapat beroperasi. Masalah ini menjadi problem primer yang harus segera diselasaikan. 
Aku coba akali suction head'nya. Installasi pipa tambahan sudah aku pasang. Secara teori suction head sudah bukan masalah lagi. 
Selang beberapa jam, booster pump kembali cetak-cetek. Menurut ayahandaku pompa dan flow switch terhitung masih baru. Baru sekitar dua bulan yang lalu diganti yang baru. Sedang yang lama motornya mati. Wajar saja bila terus cetak cetek, tinggal menunggu waktu motor terbakar. 


Aku coba pasang check valve di dicharge pompa. Dan sejauh ini semua berjalan dengan baik. Alhamdulillah. 
Mudah mudahan permasalahannya benar-benar teratasi dengan sempurna. Suction head sudah baik, kick back pressure sudah teredam dengan check valve. Apakah clear,... ? kita tunggu saja sodara. Bilamana masih bermasalah, akan aku ganti flow switchnya. Langkah terakhir akan aku ganti semua instalasinya. Jalur pipa PVC akan aku ganti menjadi system outdoor, sehingga bila ada kebocoran gampang untuk terdeteksi dan gampang ditangani. 

Water heater sangat membantuku, bisa dipakai ayahandaku, ibundaku dan aku sendiri. Tanpa harus repot-repot memasak air untuk keperluan mandi. 

****
Aku tinggal menumpang di rumah ayah dan ibuku. Rumahku sendiri, jarang kami huni. Hampir tak pernah malah. Entah mengapa anak-anak'ku lebih nyaman tinggal bersama mbahnya. Mereka tidak mau tidur di rumahnya sendiri.

Cuti hari kedua, aku berbekam. Tiga titik dikepala darahnya banyak sekali. Rambutku belang hasil berbekam, jadinya kepalaku aku gundul sekalian dengan alat seadanya yang aku punyai. 
Hari berikutnya aku lanjut terapi TCM. Terdeteksi berpotensi gejala strok atau kanker otak. Ngeri sekali....!

Sekian dulu... pikiranku masih terbayang-bayang berita ngeri itu. 
Kuceritakan saja sekalian kepadamu, biar sedikit release pikiranku. 
Aku masih punya Illahi Rabbi, Tuhan Yang Maha Menyembuhkan. PadaNya aku berserah diri dan menyandarkan semuanya. 

****

Selasa, 29 September 2026
Prambanan, Klaten
Simon Dinomo



Rabu, 23 September 2026

Perikehidupan yang selalu tak menentu....!

Semakin kesini badanku sudah semakin melemah, sedang apa yang musti aku pikul bertambah beratnya.
Bilamana tiba masanya aku hendak diambil pulang oleh Illahi Rabbi, semoga Dia mengambilku ketika Dia Ridho kepadaku. Dan dijadikan hatiku ridho pada segala apa yang telah Dia tetapkan untuk-ku.

***
Sejak waktu itu harapanku tidaklah muluk-muluk. Semoga masih diberi kesempatan bertemu bulan ramadhan, dan aku diberi kekuatan untuk beramal dan beribadah secara maksimal. 
Tahun demi tahun berlalu. Bukankah itu sudah lebih dari cukup ?

Aku berterima kasih sekali senantiasa diingatkan bahwasanya dalam perikehidupan  itu selalu tidak menentu. Boleh manusia merencanakan sesuatu dengan sedetail-detailnya. Akan tetapi pencipta manusia mempunyai kehendaknya sendiri.
Sebagai manusia hanya bisa berusaha untuk mencapai rencanya semaksimal mungkin, kemudian senantiasa berdoa dan memohon pertolongan dan petunjuk kepada pemilik dan penciptanya. Dan hasilnya adalah sesuatu yang selalu jadi misteri. Suka-suka pencipta manusia, dan pemilik dunia seisinya. Begitulah perjalanan kehidupan itu musti dijalani hari-harinya. 

***
Hati manusia selalu berubah-ubah. Petunjuk itu selalu kuminta setiap saat. Setiap ketidakpastian dibarengi dengan kekhawatiran dan ketakutan. Setiap kekhawatiran membawa efek buruk bagi pikiran. Bila pikiran menjadi buruk pelan-pelan akan menjalar pada kesehatan.
Sudah semestinya segala sesuatu disandarkan pada pemiliknya. 
Bila sudah bersandar pada pemiliknya apapun ketidakpastian yang mungkin terjadi di masa depan. Sudah barang tentu akan dibarengi dengan solusi yang paling pas. Baik dari arah yang masuk logika ataupun dari ranah yang tak disangka-sangka. 

***
Tetanggaku adalah orang yang baik. Aku menghormatinya seperti aku menghormati ayahku sendiri. Dia juga memperlakukanku seperti anaknya sendiri. 
Bahkan bisa jadi akan lebih mengutamakan aku dibandingkan anak kandungnya sendiri. Dan itu benar adanya. Semisal aku bertamu ke rumahnya, aku akan dijamu bagaikan seorang raja. Tentu saja demikian itu akan menjadikannya repot. 
Dari situlah aku mulai menjaga jarak kepada beliau. 

Suatu ketika beliau berkata kepadaku :
"Nak, kenapa kamu menjauh kepadaku....!
Bila aku ada salah kepadamu, bilanglah... Jangan menghindar dariku."
Beliau bilang ke temen-temennya. 
"Aku tidak tahu mengapa tetanggaku ini menjauh dariku...!"

Aku menjauh karena cintaku kepada beliau. Dari kejauhan senantiasa aku angkat kedua tanganku. Aku berdoa kepada Illahi Rabbi. Agar memberikan keberkahan kepada keluarga beliau. 
Meski beliau tidak pernah tahu, dan selalu beranggapan bahwasanya aku menjauh karena ada masalah. 
Karena sekali lagi sodara...bilamana aku ada perlu, potensinya beliau itu akan lebih mendahulukan aku daripada anak kandungnya sendiri. 

Aku mencoba untuk tahu diri. Sebagaimana dahulu ketika Abdurrahman bin Auf ditawari oleh sodaranya kaum Anshor. Beliau tidak menerimanya. Dan berusaha sendiri berdagang di pasar. 
Hingga saat tulisan ini kubuat, aku masih main kucing-kucingan dengan beliau. 

***
Pada suatu kesempatan saya diundang oleh salah satu jamaah masjid ke rumahnya. Aku hendak diperkenalkan dengan pembantunya yang baru. Dia sangat bersemangat untuk memperkenalkan pembantunya itu kepadaku. Karena dia bawa dari indonesia. 
Namun permintaan beliau saya tolak. 
Sebenarnya beliau agak kurang berkenan, tapi tetap aku pun bersikeras dengan keputusanku. 
Aku lupa menanyakan apakah pembantu barunya itu laki-laki atau perempuan. 
Namun hal itu rasanya tidak akan mempengaruhi keputusanku. 
Cukup aku yang tahu alasannya. 
***

Liwa, Oman
Rabu, 23 September 2026
Simon Dinomo

Minggu, 13 September 2026

Logoterapi...sekte lain psikologi....!

Tiga ekor anjing liar melintas di jalan. Di depannya kira-kira 20 meteran lagi ada sebuah round about. Perlahan terangnya langit memudar diganti oleh gelap. 
Kyai Sapu Angin melaju 70 km/jam menuju ke tempat kerja. Berangkat petang pulang pagi untuk yang kesekian kalinya. Aku nikmati caraku menghabiskan hari. 

Belum lama ini selama hampir setengah bulan aku selesaikan sebuah buku dengan judul "Manusia mencari makna hidup". Buku itu ditulis oleh seorang Yahudi tulen yang bernama Viktor E Frankl. 
Dia menceritakan kisahnya sendiri saat tragedi Holocaust. 
Auschwitz sebuah camp tempat dibakarnya para tawanan  hidup - hidup. 

***
Setelah mengetahui pengarangnya. Ada sedikit kekhawatiran dalam pikiranku. Mengingat pengarangnya adalah seorang Yahudi tulen. Meski begitu aku coba berlaku adil dan kubacailah sampai selesai. 
Menjadi tawanan artinya kehilangan kebebasan. Hari-harinya dipenuhi dengan siksaan, penderitaan. Banyak diantara mereka yang kehilangan emosi dan harapan. 
Banyak diantara mereka yang dibakar hidup-hidup. 

Dari perjalanan hidupnya itu dia berhasil merumuskan ilmu psikologi sekte baru. Yang dia beri nama Logoterapi.
Dia bilang : Kekuatan di luar kendalimu dapat merampas segala milikmu kecuali satu hal, kebebasanmu untuk memilih caramu menanggapi sesuatu. 
Bila manusia kehilangan harapan secara mendadak. Imunitas tubuhnya bisa memberikan respon yang bisa berakibat pada kematian. 
Karenanya sangat penting sekali untuk mengasah pikiran agar selalu mampu untuk menanggapi dengan cara yang benar. 
Seburuk-buruknya perikehidupan yang harus dijalani. Kehidupan harus berjalan terus. Dan kehidupan yang kita jalani adalah sesuatu yang bernilai. Yang musti kita teruskan. 

Setelah kubacai buku ini. Aku tahu ada tiga sekte psikologi. 

  • Psikoanalisis sigmund freud
    Manusia yang sekarang dibentuk dari perlakuan masa lalu. Semisal masa kecil di bully, atau kurang kasih sayang orang tua. 
    Sebab yang sudah lewat, sangat berpengaruh pada kondisi saat ini.
    ***
    Dari sudut pandangku sendiri : mengingatkanku pada kaidah yang disampaikan Gus Baha kepada kita : 
    Apabila kita miskin kemudian disia-siakan oleh masyarakat. 
    Memang lumrahnya sudah begitu. Hal yang lumrah tidak usah terlalu dimasukan hati. Tidak perlu dipikir sampai berlebihan. 

  • Teori Psikologi Adler
    Manusia dibentuk oleh tujuan hidupnya saat ini. 
    Hal 2x yang sudah lewat tidak relevan untuk mempengaruhi perikehidupan yang sekarang. 
    ***
    Terkait teori ini mengingatkanku pada salah satu point dari 7 habbits Steven Covey.
    Begin with the end of mind. 
    Mulailah segala sesuatu dari akhir suatu kejadian. 
     
  • Logoterapi : Viktor E Frankl. 
    Manusia harus selalu ingat bahwa kehidupannya adalah berarti yang harus dilanjutkan, meski kondisi yang sangat sulit sekalipun. Tidak merubah esensi kehidupan pribadi yang penting dan berarti. 
    ***
    Terkait teori ini ada semacam korelasi dari penjelasan Gus Baha : Mengapa kehidupan itu penting dan berarti. 
    Para ahli kubur selalu mengharap dan memohon kepada Illahi Rabbi agar bisa dihidupkan kembali ke dunia. Niscaya akan beramah sholeh yang banyak. 

Liwa, Oman
Sabtu, 12 September 2026
Simon Dinomo




Rabu, 02 September 2026

Mister Fire and Gas....!!!!

Waktu itu saya berjalan menuju kantin dari arah reaktor. 
Di sebelah instrument air compressor, aku menepi dan berhenti. Sebuah sepeda melintas di depanku. Dan berlalu begitu saja. 
Sepeda lain yang mengikutinya berhenti tepat di depanku. 
Dia menyapaku, memberitahuku bahwa bulan depan dia akan pindah ke Muscat. Mengakhiri masa pengabdiannya di tempat kerjanya yang sekarang. 

****
"Hello ...Good morning Mister Fire and Gas !"

Awal perkenalan dulu saya pernah menanyakan namanya. Apalah daya kini , kapasitas otak'ku yang sudah makin tua ini, sekedar mengingat nama saja begitu susahnya. 
Bertahun tahun lamanya, bilamana saya masuk kerja pagi. Kami sering bertemu dan selalu saya memanggilnya .... Mister Fire and Gas. 
Dia pun tersenyum dan aku yakin dia sama seperti saya. Dia tidak ingat namaku. Karena juga tidak terlalu penting untuk mengingat namaku. 

Satu tahun terakhir ini, saya beranikan diri untuk menanyakan lagi namanya. 
Dalam kurun waktu satu hari saya lupa lagi. 
Akhirnya saya cari dalam dokumen permit, ketemulah namanya : VINAYK. 
Semenjak itu aku selalu menyapanya dengan nama asli yang sebenarnya. Kemudian dia pun menanyakan lagi namaku. 
Dipikir-pikir dahsyat juga teori Dale Carnegie. 
***
Sejatinya dia berpamitan juga karena kebetulan saja. Meskipun hanya sebagai suatu kebetulan. Tetap hal ini adalah sesuatu yang bernilai. Setidaknya interaksi kami yang bertahun-tahun lamanya kami jalin dengan baik. 

Sampai jumpa lagi Mister Fire and Gas....eh Mas Vinayk.
Kosong-kosong Yaaaa...!

***
Menurut kawanku, suasana sosial politik di tempat kerjaku sedang mengalami turbulensi yang tidak menentu.  Ketakutan akan masa depan menjadi topik warung kopi. 
Bukankah masa depan itu senantiasa akan jadi misteri ? Sama seperti kematian. Tidak ada yang tahu, akan tetapi alangkah baiknya bila dipersiapkan sejak dini. 
Karena rasa takut itu ada sedikit perubahan paradigma di kalangan komunitas. 
Dahulu orang seperti'ku yang hanya membeli kendaraan ala kadarnya. Semurah mungkin. Atau kawanku yang lain yang memilih untuk tidak membeli kendaraan. 
Kami ini berpotensi akan diperbincangkan di warung kopi. Di bully dan sedikit direndahkan. 
Namun kini, opini publik itu bisajadi akan bergeser. 
"Wah bisa jadi pilihanmu masuk akal ...!"

Buruh itu sodara, layaknya kuda. 
Yang menggeret kereta, yang diberi beban. Semakin lama beban itu ditambah sedikit demi sedikit. Bilamana si kuda capek, mulai lelah, mulai pelan jalannya. 
Maka dicambuklah kuda itu dengan kerasnya. 
"Hiyah...hiyah...hiyaa...!"
Lama-lama si kuda akan menyadari kok bebannya semakin berat. Tapi dia bingung, tidak yakin dengan prasangkanya sendiri. Karena dia hanya bisa melihat lurus kedepan, tidak bisa melihat ke samping atau menoleh kebelakang. 
Itulah kenapa kuda itu diberi kacamata. Yang dikenal sebagai KACAMATA KUDA.

Begitulah tuan-tuan sekalian,  menurut buku yang pernah aku bacai. 

****
Sampai saat ini aku masih berbahagia dengan statusku sebagai buruh. 
Beban boleh ditambah sampai batas maksimal fisik dan psikis yang aku punya. 
Aku masih punya Tuhan Semesta Alam. Yang punya Langit dan Bumi dan segala isi di dalamnya. 
PadaNya aku berserah diri dan memohon pertolongan. 

Matur nuwun Gusti. 
Matur nuwun Tempat Kerjaku. 

***
Semasa mudaku dahulu. Kala itu mungkin umurku baru 20 tahun'an. Aku catat dengan rapi di buku harianku. Cash Flow Quadrant dari Robert Kiyosaki. 
Aku tulis di papan kamar kos'ku. 
Bilamana ada kesempatan aku pun akan menjadi investor, begitu kataku dalam hati. 
Tahun 2015'an kesempatan itu datang. Waktu untuk mengeksekusi telah tiba. 
Bersamaan dengan itu kuselesaikan buku muamalat kontemporer karya Erwandi Tarmidzi. Dengan mengharapkan ridho dari Tuhan Semesta Alam. Yang Maha Kaya, Yang Maha Pengasih dan Penyanyang, Yang Maha Segala-galanya. Akal'ku, ego'ku, jiwa mudaku,  aku kesampingkan. 
Aku pilih pendapat beliau terkait investasi. 
Dari buku-buku kontemporer terkini, semisal Psikologi of money. Polanya sebenarnya hampir sama dengan ajaran Robert Kiyosaki. 
Aku masih berdiri dengan pilihanku. Dan memilih jalur yang masih konservatif. 
Berulang kali aku gagal, berulang kali aku dikhianati. 
Aku tetap bahagia. 
Sambil terus berusaha sebisa'ku. 
Tidak lupa setelahnya aku bersandar pada Tuhan Semesta Alam, Yang Maha Baik. Yang Maha Segala-galanya. 
Dengan bersandar pada Illahi Rabbi, setelah berusaha sebisaku ini. Aku songsong masa depan yang masih jadi misteri. 

Selasa, 01 September 2026
Sohar, Oman
Simon Dinomo