Minggu, 01 November 2026

Sikut-sikutan...tikam-tikaman...!

Pada akhirnya training kendaraan listrik yang sudah terjadwal musti aku batalkan. Dalam kehidupan terkadang kita musti mengambil keputusan secara cepat. Benar atau salahnya sebuah keputusan peluangnya hanya 50 persen. Ada prioritas lain yang harus aku dahulukan. 
Semoga aku masih diberi kesehatan. Untuk menyelesaikan sesuatu yang tertunda itu dikemudian hari nanti. 

***
Kawanku bilang di sela-sela makam malam. 
"Ternyata sesama mereka yang satu negara, saling sikut di belakang ...!"
Dia menyebut sebuah nationality dalam hiruk pikuk perpolitikan dunia buruh. 
Dengan terus terang saya katakan. 
"Jangankan yang lain...wong kita saja sesama orang indonesia potensinya sama saja. 
Saling sikut satu sama lainnya. Tikam-tikaman, tapi tentu saja juga dibelakang".

Manusia tercipta dengan egoisme yang sangat tinggi. 
Terlepas dari mulut yang berbicara tidak mungkin demikian atau muka yang berjuta-juta yang bisa diperlihatkan. 
Orang boleh tidak percaya. Itu juga hak setiap individu.
Bagaimana kisah saling sikut dan saling tikam itu akan berujung ? Sodara ....mana ada yang tahu. Masa depan itu adalah misteri. Sudah barang tentu misteri itu selalu menggelitik hati. 

Cerita tertinggi dalam pewayangan mahabarata adalah sikut-sikutan dan tikam-tikaman sesama sodara. Boleh jadi ini prakteknya .... ! Dan kebetulan sama-sama mengenal cerita masyur itu dalam didikan historis. Anggap saja kita sedang nonton wayang. Ada sengkuni, ada pandawa, ada kurawa, ada kresno, baladewa, dan ada juga tokoh seperti adipati karna. 

***
Sesi yang lain kawanku yang lain berkata :
"Mengapa kamu tidak komplain ? Kalau kamu tidak komplain kamu akan mati..!"
"Sodara ...  ketahuilah .... boleh saja aku mati ! Tapi aku berdoa kepada Illahi Rabbi. Agar jangan sampai aku menikam sodaraku sendiri dari belakang. 
Bila suatu ketika ternyata aku ikut menikam dari belakang, semoga Rabbul Izzati mengampuniku".

Roda kehidupan mengajariku agar jangan sampai berharap pada manusia. Agar jangan sampai bersandar pada manusia. Hanya Illahi Rabbi semata yang tidak pernah meninggalkanku. KepadaNya kusandarkan segala-galanya. Dia yang tidak pernah meninggalkanku. 


***
Aku begitu cinta pada laptop macbook air M series. Saat release pertama kalinya. Aku langsung terpesona. Bagaimana bisa sebuah laptop tanpa kipas. Tanpa device mekanis. Hitung-hitungan kasarku tentu laptop ini akan lebih awet. Saat pertama release di tahun 2020 aku beli di harga 405 oman real. Harga yang sebenarnya cukup mahal buatku. Semoga berkah.... !
Hingga kini aku masih sering menulis dengan macbook air M series itu. 

***
Kyai Sapu Angin bermesin 1200 cc empat cylinder. Konsumsi bahan bakarnya impressif. Satu kali full tank bisa untuk 12-15 hari. 
Kyai Alap-alap dari data statiskik untuk pemakaian medium. Sekali full tank, akan habis dalam 7 harian. Terkadang hal yang menggelitik pikiran itu, apa musti aku ganti saja Kyai Alap-alap dengan yang lain. Yang mirip dengan spesifikasi Kyai Sapu Angin ?

Dan pikiran itu aku biarkan saja terus. Bisa jadi pikiran itu hanyalah sebuah keinginan gila yang tidak perlu. Keinginan yang bilamana dituruti tidak akan ada habisnya. Keinginan yang tiada ada ujungnya ?

Sehat-sehat teruslah kalian berdua. Kyai Sapu Angin...Kyai Alap-alap. 
Matur untuk semua. Akan aku coba merawat kalian dengan sebaik mungkin. 

Note :
Buat Si Mbak dan Si adik.
Photo dalam tulisan ini. Diambil tahun 2014 di Jubail, Saudi Arabia. 

Sabtu, 31 Oktober 2026
Sohar, Oman
Simon Dinomo. 








Tidak ada komentar:

Posting Komentar