Kamis, 29 Oktober 2026

Wina Terapi....!

Deretan ruko berjejer di sebelah utara puskesmas pakem. Berjejer membentang ke arah timur dari arah jalan kaliurang. Ada warung kelontong, jualan pulsa, jajanan anak-anak sekolah, bakso, soto , es krim, frosen food. Di penghujung timur ada turunan. Sebuah gorong-gorong melintang di turunan tersebut, membelah deretan ruko dengan percetakan dan toko busana di bawahnya. Pohon trembesi yang besar memberi nuansa adem dan teduh. 

Tepat di sebelah selatan sebelum turunan itu. Di bawah pohon trembesi yang besar itu. Semua keluargaku pernah berobat terapi disana. Aku, anak-anak'ku, istriku, ibuku, ayahandaku, mertuaku. Semuanya ... !
Di tempat itu aku menyaksikan betapa ujian perikehidupan manusia itu sangat beraneka ragam. 

Pada titik kehidupanku yang terguncang pernah kubawa ibundaku seorang diri. Saat kebanyakan manusia meninggalkanku. Tempat itu menerimaku, dan mengobati ibundaku. Semoga Illahi Rabbi membalas dengan kebaikan yang lebih baik dan lebih banyak lagi. 

***
Waktu itu aku sedang menunggu di luar. Sambil duduk - duduk, kadang berdiri, kemudian duduk kembali. Mas Yudi datang menghampiriku. 
Kami ngobrol beberapa saat lamanya. 
Ternyata kami satu almamater. Beliau dari jurusan teknik sipil sedangkan aku dari jurusan kimia industri. 
Bilamana aku datang kesana, selalu beliau sempatkan meski sebentar menghampiriku dan mengobrol denganku. Di sela sela jadwal kerjanya sebagai seorang pegawai instansi pemerintah. 

Tiga ekor kucing bermain keluar masuk gorong-gorong. Berlarian kesana kemari. 

***
Bisa dibilang aku habiskan 50 % masa cutiku kemarin di sana. Banyak jadwal kutinggalkan demi menyelesaikan berobat disana. Tempat kerjaku memfasilitasiku untuk berobat di rumah sakit. Fasilitas itu cukup memadai. Dengan standard yang cukup tinggi. Semuanya akan dibayar oleh perusahaan. 
Meski harus membayar sendiri aku lebih memilih untuk berobat kesana. Fasilitas dari tempatku bekerja aku abaikan. 
Pukul 09:00 biasanya kami berangkat. Terapi disana cukup memakan waktu. Normalnya paling tidak habis ashar baru pulang. Kadang kala malah pulang sehabis maghrib.

Titik demi titik ditusuk dengan jarum akupuntur. Kemudian dialiri dengan aliran listrik. 

Dan sekarang aku sudah kembali di tempatku bekerja. 
Tempat yang jauh, hampir delapan jam terbang dari jakarta. 

Rabu, 28 Oktober 2026
Liwa, Oman
Simon Dinomo



Kamis, 08 Oktober 2026

Tukang tambal Ban .... !

Pertama tama essay yang aku bacai itu menceritakan sewaktu pramodya dianggap gagal oleh ayahnya sendiri terkait studinya. Walhasil Pramoedya pun berdagang rokok kretek. Hingga bisa dibilang menjadi seorang pedagang rokok yang sukses. Sampai sampai disejajarkan dengan Roro Mendut yang begitu ahlinya dalam memasarkan rokok. 
Pada intinya rokok kretek tidak bisa dipisahkan dari kehidupan pramoedya. Barangkali sosok pramoedya cukup berpengaruh pada penulis essay tersebut. 

***
Kemudian pembahasan selanjutnya mengambil bahasan, bagaimana awal mula rokok kretek itu ditemukan. Tembakau dicampur dengan cengkeh yang diramu menjadi citarasa baru. Yang dinikmati oleh banyak orang hingga kini. Cengkeh memberi nuansa hangat pada setiap hisapannya. Aku sendiri bukanlah seorang perokok, seberapa hangat dan bagaimana sensasinya aku tak tahu. 
Karena itulah perlu kiranya orang-orang berterima kasih kepada H. Djamhari. Yang disinyalir sebagai penemu dari rokok kretek tersebut. Begitu kata penulis essay itu. 

***
Masih lanjutan dari essay yang kubaca. Di Temanggung sana, dahulu sekali seseorang mencicipi sebuah daun. Yang setelah itu dia rasakan badannya menjadi lebih sehat dan lebih segar.  Itu juga menurut penulis. Sehingga dia bergumam .... *Iki tambaku*. Secara harfiah dia bilang ini adalah obatku. 
Dari kata tambaku seiring berjalannya waktu berubah menjadi tembakau. 

Nah begitulah tiga essay  yang aku bacai selama kurang lebih dua mingguan ini. 

***
Di sela sela jadwal terapiku. Kusempatkan lagi untuk menulis. 
Hari ini sebuah paku besar menancap di ban belakang sebelah kirinya Kyai Alap-alap. Atas rekomendasi dari ayahandaku. Kubawalah pada tukang tambal ban yang sudah terakreditasi oleh beliau. 
Wuelook tenan. 
Singkat cerita sampailah disana. Di check pakunya masih menancap dengan kencang. 

"Mas... ban'nya musti dilepas dulu ini...!"
"Njih bapak, dilepas mawon, mboten nopo nopo..."
Dongkrak pun dipasang, kedua sisi ban diganjel. Rem tangan tak lepas dari sisi kemudi. 
Paku itu menancap dalam posisi miring. 
Udara mendesis saat paku ditarik keluar. 
Effort'nya luar biasa dikarenakan posisi'nya yang miring melintang. 
Butuh kira-kira sejam lamanya sampai semuanya beres. 
Semua sisi ban sudah ditambah angin oleh si bapak. 

"Pak pinten totale ....?"
"Kalih doso mas ...!"
Saya tertegun. Dengan effortnya yang seluar biasa itu. Beliau hanya memberikan tarif 20 ribu saja. 
Tambal ban, pasang dongkrak, nyopot ban, kemudian masang kembali masih isi angin keempat roda. Di Oman saja semisal hanya rotasi ban dikenakan tarif 2 omr. Kira-kira 90 ribu rupiah.
Semoga Tuhan Yang Maha Pemurah. Membalas beliau dengan balasan yang lebih baik dan lebih banyak. Semoga Illahi Rabbi memberikan rizki yang melimpah dan berkah kepada bapak tukang tambal ban. 
Bagaimana tidak, semisal di pom bensin saja. Untuk pompa satu roda dikenakan tarif 5 rb. Normalnya hanya untuk isi angin keempat roda mobil sebesar 20 ribu. 
Oiya .... barangkali alasannya. 
"Lha iya wong yang buat ngisi nitrogen jee....!"
"Hmmm ...ya...ya...ya...ya." 

****
Pertemuan saya dengan bapak tukang tambal ban itu, mengingatkan saya tatkala sedang berdiskusi bersama kawan saya Juragan Gurameh ST. 

Sebelum saya ambil cuti liburan. Juragan Gurameh ST melihat video di kanal youtube. Di kawasan PIK disebutkan harga rumah mencapai 80 milyar. 
Mendengar itu, saya agak terkaget-kaget. 
"Wueloook tenan .... 80 milyar gan ?"
Sudah begitu unitnya juga laku, tak perduli berapa pun harganya. 
Yang jadi pikiran saya. Itu terus yang beli kerjanya apa kira-kira. Usahanya disektor apa. Dan gajinya berapa. 
Semisal saya hitung pendapatan saya dari awal mulai bekerja sampai sekarang nampaknya juga tidak bakalan nyampe. Kejauhan untuk dipikir...!
Kemudian nalar saya yang mokal mokal menelusur lebih jauh. Terus itu kira-kira ngambil untungnya berapa. Semisal dengan luas bangunan yang terlihat di video youtube. 
Masih menurut kawan saya juragan gurameh ST. Dia perkirakan ya maksimal pembangunannya habis 15 Milyar. Dia mentaksir margin keuntungan sebesar 65 milyar. Artinya 400 persen lebih.
Nah kalo bisa nyari model bisnis yang seperti ini....! 
Begitulah Juragan Gurameh ST menyimpulkan. 
"Lha piye... 400 persen margin jeee"

***
Pagi-pagi sehabis subuh. Jalan Yogya Solo sudah ramai kendaraan berlalu lalang. 
Seorang bapak-bapak berjalan menyusuri sawah dengan senter terpasang di kepalanya. Kepalanya menunduk mengikuti air yang mengalir di bawahnya. 
Pompa air menyala menyemburkan air ke sawah. 
Pompa itu beratnya kira-kira 35 kg. 
Di musim ini sawah-sawah musti diariri setiap hari. Setiap hari pula pompa air seberat 35 kg itu musti dibopong bongkar dan pasang. 
Dari cerita yang kudengar belum lama ini pompa air yang ditinggal disawah. Hilang di beberapa tempat sekaligus. dalam waktu yang bersamaan. 
Gila ...memang, tapi begitulah realita yang ada. 

Di jalan tengah sawah sebelah utara jalan yogya solo, banyak orang berjalan kaki dan berlari-larian. 
Hari masih agak gelap. 
Udara juga masih sejuk. 
Rumput-rumputan masih berembun. 

****
Di masa liburan cuti begini. Sekedar untuk menulis aku musti bergantian dengan si mbak. Aku musti meminjam sebentar laptopnya si mbak. 
Kukira ipad air sudah bisa menggantikan laptop untuk kebutuhan harianku. Bagi sebagian orang mungkin memang bisa. Ternyata untuk-ku, tidak bisa. 
Office berbasis cloud banyak fitur yang masih terbatas. Kemudian untuk sekedar menulis di blog, masih kurang proper meski sudah dikombinasikan dengan keyboard sekalipun. 
Mau beli laptop sendiri, masih pikir-pikir budget. 
Baiknya memang beli sendiri semacam windows berbasis arm dengan snapdragon rasanya sudah cukup. 
Ya nantilah .... apakah itu hanya keinginan atau memang kebutuhan. Biar terjawab seiring berjalan waktu. 

Kamis, 09 Oktober 2026
Prambanan, Klaten
Simon Dinomo


Selasa, 29 September 2026

Cuti hari pertama, kedua dan ketiga...!

Menulis adalah bekerja untuk keabadian.
Jadinya kutulislah masa cuti'ku kali ini.
Hari pertama cuti, aku ajak anak-anak untuk memetik buah strawberry di Kaliurang. Buahnya cenderung kecil - kecil kurang optimal. Anak-anak tetap suka dan bahagia. Selepas maghrib menjadi agak sulit untuk mengolah waktu. Dalam angan-anganku setiap satu hari setidaknya satu essay kubacai. Beberapa hari berlalu dan tak satu pun essay terbacai. 
Jalur sanitasi di rumah hampir selalu bermasalah. Seperti cuti-cuti sebelumnya aku luangkan waktu'ku untuk trouble shoot jalur sanitasi. Booster pump selalu bunyi cetak-cetek. Tanpa booster pump water heater tidak dapat beroperasi. Masalah ini menjadi problem primer yang harus segera diselasaikan. 
Aku coba akali suction head'nya. Installasi pipa tambahan sudah aku pasang. Secara teori suction head sudah bukan masalah lagi. 
Selang beberapa jam, booster pump kembali cetak-cetek. Menurut ayahandaku pompa dan flow switch terhitung masih baru. Baru sekitar dua bulan yang lalu diganti yang baru. Sedang yang lama motornya mati. Wajar saja bila terus cetak cetek, tinggal menunggu waktu motor terbakar. 


Aku coba pasang check valve di dicharge pompa. Dan sejauh ini semua berjalan dengan baik. Alhamdulillah. 
Mudah mudahan permasalahannya benar-benar teratasi dengan sempurna. Suction head sudah baik, kick back pressure sudah teredam dengan check valve. Apakah clear,... ? kita tunggu saja sodara. Bilamana masih bermasalah, akan aku ganti flow switchnya. Langkah terakhir akan aku ganti semua instalasinya. Jalur pipa PVC akan aku ganti menjadi system outdoor, sehingga bila ada kebocoran gampang untuk terdeteksi dan gampang ditangani. 

Water heater sangat membantuku, bisa dipakai ayahandaku, ibundaku dan aku sendiri. Tanpa harus repot-repot memasak air untuk keperluan mandi. 

****
Aku tinggal menumpang di rumah ayah dan ibuku. Rumahku sendiri, jarang kami huni. Hampir tak pernah malah. Entah mengapa anak-anak'ku lebih nyaman tinggal bersama mbahnya. Mereka tidak mau tidur di rumahnya sendiri.

Cuti hari kedua, aku berbekam. Tiga titik dikepala darahnya banyak sekali. Rambutku belang hasil berbekam, jadinya kepalaku aku gundul sekalian dengan alat seadanya yang aku punyai. 
Hari berikutnya aku lanjut terapi TCM. Terdeteksi berpotensi gejala strok atau kanker otak. Ngeri sekali....!

Sekian dulu... pikiranku masih terbayang-bayang berita ngeri itu. 
Kuceritakan saja sekalian kepadamu, biar sedikit release pikiranku. 
Aku masih punya Illahi Rabbi, Tuhan Yang Maha Menyembuhkan. PadaNya aku berserah diri dan menyandarkan semuanya. 

****

Selasa, 29 September 2026
Prambanan, Klaten
Simon Dinomo



Rabu, 23 September 2026

Perikehidupan yang selalu tak menentu....!

Semakin kesini badanku sudah semakin melemah, sedang apa yang musti aku pikul bertambah beratnya.
Bilamana tiba masanya aku hendak diambil pulang oleh Illahi Rabbi, semoga Dia mengambilku ketika Dia Ridho kepadaku. Dan dijadikan hatiku ridho pada segala apa yang telah Dia tetapkan untuk-ku.

***
Sejak waktu itu harapanku tidaklah muluk-muluk. Semoga masih diberi kesempatan bertemu bulan ramadhan, dan aku diberi kekuatan untuk beramal dan beribadah secara maksimal. 
Tahun demi tahun berlalu. Bukankah itu sudah lebih dari cukup ?

Aku berterima kasih sekali senantiasa diingatkan bahwasanya dalam perikehidupan  itu selalu tidak menentu. Boleh manusia merencanakan sesuatu dengan sedetail-detailnya. Akan tetapi pencipta manusia mempunyai kehendaknya sendiri.
Sebagai manusia hanya bisa berusaha untuk mencapai rencanya semaksimal mungkin, kemudian senantiasa berdoa dan memohon pertolongan dan petunjuk kepada pemilik dan penciptanya. Dan hasilnya adalah sesuatu yang selalu jadi misteri. Suka-suka pencipta manusia, dan pemilik dunia seisinya. Begitulah perjalanan kehidupan itu musti dijalani hari-harinya. 

***
Hati manusia selalu berubah-ubah. Petunjuk itu selalu kuminta setiap saat. Setiap ketidakpastian dibarengi dengan kekhawatiran dan ketakutan. Setiap kekhawatiran membawa efek buruk bagi pikiran. Bila pikiran menjadi buruk pelan-pelan akan menjalar pada kesehatan.
Sudah semestinya segala sesuatu disandarkan pada pemiliknya. 
Bila sudah bersandar pada pemiliknya apapun ketidakpastian yang mungkin terjadi di masa depan. Sudah barang tentu akan dibarengi dengan solusi yang paling pas. Baik dari arah yang masuk logika ataupun dari ranah yang tak disangka-sangka. 

***
Tetanggaku adalah orang yang baik. Aku menghormatinya seperti aku menghormati ayahku sendiri. Dia juga memperlakukanku seperti anaknya sendiri. 
Bahkan bisa jadi akan lebih mengutamakan aku dibandingkan anak kandungnya sendiri. Dan itu benar adanya. Semisal aku bertamu ke rumahnya, aku akan dijamu bagaikan seorang raja. Tentu saja demikian itu akan menjadikannya repot. 
Dari situlah aku mulai menjaga jarak kepada beliau. 

Suatu ketika beliau berkata kepadaku :
"Nak, kenapa kamu menjauh kepadaku....!
Bila aku ada salah kepadamu, bilanglah... Jangan menghindar dariku."
Beliau bilang ke temen-temennya. 
"Aku tidak tahu mengapa tetanggaku ini menjauh dariku...!"

Aku menjauh karena cintaku kepada beliau. Dari kejauhan senantiasa aku angkat kedua tanganku. Aku berdoa kepada Illahi Rabbi. Agar memberikan keberkahan kepada keluarga beliau. 
Meski beliau tidak pernah tahu, dan selalu beranggapan bahwasanya aku menjauh karena ada masalah. 
Karena sekali lagi sodara...bilamana aku ada perlu, potensinya beliau itu akan lebih mendahulukan aku daripada anak kandungnya sendiri. 

Aku mencoba untuk tahu diri. Sebagaimana dahulu ketika Abdurrahman bin Auf ditawari oleh sodaranya kaum Anshor. Beliau tidak menerimanya. Dan berusaha sendiri berdagang di pasar. 
Hingga saat tulisan ini kubuat, aku masih main kucing-kucingan dengan beliau. 

***
Pada suatu kesempatan saya diundang oleh salah satu jamaah masjid ke rumahnya. Aku hendak diperkenalkan dengan pembantunya yang baru. Dia sangat bersemangat untuk memperkenalkan pembantunya itu kepadaku. Karena dia bawa dari indonesia. 
Namun permintaan beliau saya tolak. 
Sebenarnya beliau agak kurang berkenan, tapi tetap aku pun bersikeras dengan keputusanku. 
Aku lupa menanyakan apakah pembantu barunya itu laki-laki atau perempuan. 
Namun hal itu rasanya tidak akan mempengaruhi keputusanku. 
Cukup aku yang tahu alasannya. 
***

Liwa, Oman
Rabu, 23 September 2026
Simon Dinomo

Minggu, 13 September 2026

Logoterapi...sekte lain psikologi....!

Tiga ekor anjing liar melintas di jalan. Di depannya kira-kira 20 meteran lagi ada sebuah round about. Perlahan terangnya langit memudar diganti oleh gelap. 
Kyai Sapu Angin melaju 70 km/jam menuju ke tempat kerja. Berangkat petang pulang pagi untuk yang kesekian kalinya. Aku nikmati caraku menghabiskan hari. 

Belum lama ini selama hampir setengah bulan aku selesaikan sebuah buku dengan judul "Manusia mencari makna hidup". Buku itu ditulis oleh seorang Yahudi tulen yang bernama Viktor E Frankl. 
Dia menceritakan kisahnya sendiri saat tragedi Holocaust. 
Auschwitz sebuah camp tempat dibakarnya para tawanan  hidup - hidup. 

***
Setelah mengetahui pengarangnya. Ada sedikit kekhawatiran dalam pikiranku. Mengingat pengarangnya adalah seorang Yahudi tulen. Meski begitu aku coba berlaku adil dan kubacailah sampai selesai. 
Menjadi tawanan artinya kehilangan kebebasan. Hari-harinya dipenuhi dengan siksaan, penderitaan. Banyak diantara mereka yang kehilangan emosi dan harapan. 
Banyak diantara mereka yang dibakar hidup-hidup. 

Dari perjalanan hidupnya itu dia berhasil merumuskan ilmu psikologi sekte baru. Yang dia beri nama Logoterapi.
Dia bilang : Kekuatan di luar kendalimu dapat merampas segala milikmu kecuali satu hal, kebebasanmu untuk memilih caramu menanggapi sesuatu. 
Bila manusia kehilangan harapan secara mendadak. Imunitas tubuhnya bisa memberikan respon yang bisa berakibat pada kematian. 
Karenanya sangat penting sekali untuk mengasah pikiran agar selalu mampu untuk menanggapi dengan cara yang benar. 
Seburuk-buruknya perikehidupan yang harus dijalani. Kehidupan harus berjalan terus. Dan kehidupan yang kita jalani adalah sesuatu yang bernilai. Yang musti kita teruskan. 

Setelah kubacai buku ini. Aku tahu ada tiga sekte psikologi. 

  • Psikoanalisis sigmund freud
    Manusia yang sekarang dibentuk dari perlakuan masa lalu. Semisal masa kecil di bully, atau kurang kasih sayang orang tua. 
    Sebab yang sudah lewat, sangat berpengaruh pada kondisi saat ini.
    ***
    Dari sudut pandangku sendiri : mengingatkanku pada kaidah yang disampaikan Gus Baha kepada kita : 
    Apabila kita miskin kemudian disia-siakan oleh masyarakat. 
    Memang lumrahnya sudah begitu. Hal yang lumrah tidak usah terlalu dimasukan hati. Tidak perlu dipikir sampai berlebihan. 

  • Teori Psikologi Adler
    Manusia dibentuk oleh tujuan hidupnya saat ini. 
    Hal 2x yang sudah lewat tidak relevan untuk mempengaruhi perikehidupan yang sekarang. 
    ***
    Terkait teori ini mengingatkanku pada salah satu point dari 7 habbits Steven Covey.
    Begin with the end of mind. 
    Mulailah segala sesuatu dari akhir suatu kejadian. 
     
  • Logoterapi : Viktor E Frankl. 
    Manusia harus selalu ingat bahwa kehidupannya adalah berarti yang harus dilanjutkan, meski kondisi yang sangat sulit sekalipun. Tidak merubah esensi kehidupan pribadi yang penting dan berarti. 
    ***
    Terkait teori ini ada semacam korelasi dari penjelasan Gus Baha : Mengapa kehidupan itu penting dan berarti. 
    Para ahli kubur selalu mengharap dan memohon kepada Illahi Rabbi agar bisa dihidupkan kembali ke dunia. Niscaya akan beramah sholeh yang banyak. 

Liwa, Oman
Sabtu, 12 September 2026
Simon Dinomo




Rabu, 02 September 2026

Mister Fire and Gas....!!!!

Waktu itu saya berjalan menuju kantin dari arah reaktor. 
Di sebelah instrument air compressor, aku menepi dan berhenti. Sebuah sepeda melintas di depanku. Dan berlalu begitu saja. 
Sepeda lain yang mengikutinya berhenti tepat di depanku. 
Dia menyapaku, memberitahuku bahwa bulan depan dia akan pindah ke Muscat. Mengakhiri masa pengabdiannya di tempat kerjanya yang sekarang. 

****
"Hello ...Good morning Mister Fire and Gas !"

Awal perkenalan dulu saya pernah menanyakan namanya. Apalah daya kini , kapasitas otak'ku yang sudah makin tua ini, sekedar mengingat nama saja begitu susahnya. 
Bertahun tahun lamanya, bilamana saya masuk kerja pagi. Kami sering bertemu dan selalu saya memanggilnya .... Mister Fire and Gas. 
Dia pun tersenyum dan aku yakin dia sama seperti saya. Dia tidak ingat namaku. Karena juga tidak terlalu penting untuk mengingat namaku. 

Satu tahun terakhir ini, saya beranikan diri untuk menanyakan lagi namanya. 
Dalam kurun waktu satu hari saya lupa lagi. 
Akhirnya saya cari dalam dokumen permit, ketemulah namanya : VINAYK. 
Semenjak itu aku selalu menyapanya dengan nama asli yang sebenarnya. Kemudian dia pun menanyakan lagi namaku. 
Dipikir-pikir dahsyat juga teori Dale Carnegie. 
***
Sejatinya dia berpamitan juga karena kebetulan saja. Meskipun hanya sebagai suatu kebetulan. Tetap hal ini adalah sesuatu yang bernilai. Setidaknya interaksi kami yang bertahun-tahun lamanya kami jalin dengan baik. 

Sampai jumpa lagi Mister Fire and Gas....eh Mas Vinayk.
Kosong-kosong Yaaaa...!

***
Menurut kawanku, suasana sosial politik di tempat kerjaku sedang mengalami turbulensi yang tidak menentu.  Ketakutan akan masa depan menjadi topik warung kopi. 
Bukankah masa depan itu senantiasa akan jadi misteri ? Sama seperti kematian. Tidak ada yang tahu, akan tetapi alangkah baiknya bila dipersiapkan sejak dini. 
Karena rasa takut itu ada sedikit perubahan paradigma di kalangan komunitas. 
Dahulu orang seperti'ku yang hanya membeli kendaraan ala kadarnya. Semurah mungkin. Atau kawanku yang lain yang memilih untuk tidak membeli kendaraan. 
Kami ini berpotensi akan diperbincangkan di warung kopi. Di bully dan sedikit direndahkan. 
Namun kini, opini publik itu bisajadi akan bergeser. 
"Wah bisa jadi pilihanmu masuk akal ...!"

Buruh itu sodara, layaknya kuda. 
Yang menggeret kereta, yang diberi beban. Semakin lama beban itu ditambah sedikit demi sedikit. Bilamana si kuda capek, mulai lelah, mulai pelan jalannya. 
Maka dicambuklah kuda itu dengan kerasnya. 
"Hiyah...hiyah...hiyaa...!"
Lama-lama si kuda akan menyadari kok bebannya semakin berat. Tapi dia bingung, tidak yakin dengan prasangkanya sendiri. Karena dia hanya bisa melihat lurus kedepan, tidak bisa melihat ke samping atau menoleh kebelakang. 
Itulah kenapa kuda itu diberi kacamata. Yang dikenal sebagai KACAMATA KUDA.

Begitulah tuan-tuan sekalian,  menurut buku yang pernah aku bacai. 

****
Sampai saat ini aku masih berbahagia dengan statusku sebagai buruh. 
Beban boleh ditambah sampai batas maksimal fisik dan psikis yang aku punya. 
Aku masih punya Tuhan Semesta Alam. Yang punya Langit dan Bumi dan segala isi di dalamnya. 
PadaNya aku berserah diri dan memohon pertolongan. 

Matur nuwun Gusti. 
Matur nuwun Tempat Kerjaku. 

***
Semasa mudaku dahulu. Kala itu mungkin umurku baru 20 tahun'an. Aku catat dengan rapi di buku harianku. Cash Flow Quadrant dari Robert Kiyosaki. 
Aku tulis di papan kamar kos'ku. 
Bilamana ada kesempatan aku pun akan menjadi investor, begitu kataku dalam hati. 
Tahun 2015'an kesempatan itu datang. Waktu untuk mengeksekusi telah tiba. 
Bersamaan dengan itu kuselesaikan buku muamalat kontemporer karya Erwandi Tarmidzi. Dengan mengharapkan ridho dari Tuhan Semesta Alam. Yang Maha Kaya, Yang Maha Pengasih dan Penyanyang, Yang Maha Segala-galanya. Akal'ku, ego'ku, jiwa mudaku,  aku kesampingkan. 
Aku pilih pendapat beliau terkait investasi. 
Dari buku-buku kontemporer terkini, semisal Psikologi of money. Polanya sebenarnya hampir sama dengan ajaran Robert Kiyosaki. 
Aku masih berdiri dengan pilihanku. Dan memilih jalur yang masih konservatif. 
Berulang kali aku gagal, berulang kali aku dikhianati. 
Aku tetap bahagia. 
Sambil terus berusaha sebisa'ku. 
Tidak lupa setelahnya aku bersandar pada Tuhan Semesta Alam, Yang Maha Baik. Yang Maha Segala-galanya. 
Dengan bersandar pada Illahi Rabbi, setelah berusaha sebisaku ini. Aku songsong masa depan yang masih jadi misteri. 

Selasa, 01 September 2026
Sohar, Oman
Simon Dinomo



Kamis, 13 Agustus 2026

Dunning Kruger Effect...!

Pengalaman adalah soal waktu. Waktu berbanding lurus dengan usia. Semakin tua usia seseorang, pengalamannya lebih matang. 
Matangnya pengalaman, mendewasakan mental, serta memberikan indikasi yang aktual, terkait skill, atau kompetensi, atau performance. 
Kompetensi atau skill yang belum dibarengi oleh pengalaman,dalam penelitian Dunning Kruger,  biasanya masih berupa kompetensi yang masih mentah, atau masih raw. Belumlah bisa dikatakan sebagai real skill, atau kompetensi yang nyata. 
Namun dalam diri manusia, ketika sudah pada tahap skill yang mentah itu, anggapannya dia sudah tahu segalanya, dan bisa menyelesaikan permasalahan apa pun. Kepercayaan dirinya melonjak drastis. 
Seiring berjalannya waktu, .... ketika dihantam oleh realita. Ternyata banyak problematika yang masih belum dimengerti. Ternyata pengetahuannya masih mentah, belum apa-apa. Kepercayaan dirinya selama ini palsu belaka. 
Kondisi ini akan terus berulang. Sampai pada suatu grafik, skillnya yang sungguhan atau kepercayaan dirinya yang sejati , sampai pada fase yang lebih tinggi dari pada anggapan, atau penilaiannya terhadap dirinya sendiri. 
Inilah fenomena DUNNING KRUGER effect. 
Yang sudah lazim terjadi terutama bagi pemula dan jiwa-jiwa muda. 

Misalnya saja di tempatku bekerja saat ini...
Jadi, begini... Emmm...sudahlah tidak jadi. Daripada nanti banyak yang tersinggung. 
Lebih baik aku pakai untuk diriku sendiri saja. 

***
Cerita apalagi kita sodara ?
Kyai Sapu Angin, yang tak lain adalah kendaraan andalan saya. Dulunya sewaktu awal saya beli, keempat pintunya berbunyi pating krengket. Bahkan si mbak dan si adik sempet mempertanyakannya. 
"Kok pintunya bunyi krengket-krengket tho bi...?"
"Ho'o mbak, ya wis ndak papa ya. Yang penting sudah ada kendaraan lagi..."
Usut punya usut oleh paman bengkel cuma dikasih vaselin di keempat engselnya. Langsung sembuh, hilang bunyinya. 

***
Pagi-pagi sekali. Saya dapat laporan dari Ibu Sinshe. 
Tabung Gas'nya habis, di tengah aktifitas memasak. 
Saya pun langsung sat-set. Lha wong urusannya soal logistik jeeee....
"Haloo...tukang gas..!
Jam berapa bisa delivery ?"
"Jam 18:30."
Tanpa terasa waktu maghrib pun berlalu. 
Menjelang sholat isya, waktu menunjuk-kan hampir pukul 21:00. 
Saya pun jengkel sekali. Tukang gas belum datang juga. 
Persis saat saya hendak berangkat ke masjid. Tukang gas baru datang. 
Saya tinggal begitu saja. 
Tabung gas berdiri di depan pintu gerbang untuk beberapa lamanya. 

Dikesempatan yang lain, boleh jadi saya akan cari solusi yang lain. Terkait tabung gas. 
Lha sudah kadung anyeeel....

Liwa, Oman
Kamis, 13 Agustus 2026
Simon Dinomo





Initiator Reactor Kill.....!

Initiator Kill 1 : 
Total ada 5 point : 

  1. Temperature run away. Kondisi cooling system baik dan prima. Memang aktual terjadi reaksi yang ekstrim di dalam reaktor. Ditandai dengan temperature reaktor TT 0427 A mencapai 118 drajat celcius. Sedang aktual OP TV 0426 sudah maksimum. 
  2. Cooling system Failed. Ditandai dengan Temperature reaktor TT 0427 A (PV) valuenya mencapai 7 drajat lebih besar daripada SP temp reaktor TT 0426 SP. Sedangkan OP dari TV 0426 sudah maksimum. Selisih perbedaan ini berarti bahwa kondisi reaksi di dalam reaktor normal, akan tetapi cooling water gagal dalam menjaga temperature. Karena seharusnya bila PV sudah lebih besar dari pada SP. PV akan turun mendekati SP. Bila selisihnya sudah mencapai 7 drajat. Artinya TV gagal menjalankan tugasnya. 
  3. Sisanya adalah soal Cycle Gas Compressor (Gampangnya adalah adanya minor problem pada Cycle Gas Compressor yang bisa menyebabkan problem yang lebih besar) : 
    1. Lube Oil Pressure Low Low ( PALL 0244 A/B/C (2003) )
    2. Vent Flow primary seal High High ( FAHH 0204 A/B/C (2003) )
    3. Primary Seal Flow Low ( FAL 0202 B)

Initiator Kill 3 : 
Ada dua option : 
  • 440 HS 0951 (Manual from DCS)
  • Automatic by Logic : 
    1. Loss of Cycle Gas Flow (Untuk menyakinkan bahwa Flow aktual benar-benar low maka diputuskan harus ada dua parameter yang terbaca secara bersamaan) Salah satu dari dua point di bawah ini akan mengaktifkan Kill 3: 
      • FT 0203 low + Bed Weight Low
      • FT 0203 low + Lower Density Low
    2. Cycle Gas Compressor Motor Trip. 
      • Yang nge-trip'in ada banyak. Intinya motor ngetrip.
Initiator Kill 2 : 
Kill 2 hanya back up protection, seandainya Kill 3 failed maka Kill 2 akan active. 

Kamis, 13 Agustus 2026
Simon Dinomo

Jumat, 31 Juli 2026

Perpanjang Passport....!!!

Setelah hampir 5 tahun berlalu. Passportnya si adik sudah waktunya untuk diperpanjang. Datanglah kami ke KBRI Muscat. 
Jam 06:30 kami berangkat dari Sohar. 
Kira-kira pukul 09:00 sampailah di KBRI Muscat. 
Biaya yang harus dikeluarkan untuk perpanjangan passport yang kilat (sehari jadi) sebesar 34 oman real. 
Proses perpanjangannya sendiri berlangsung selama sejam. 
Mengumpulkan berkas, verifikasi berkas, photo dan passport baru pun jadilah sudah. Alhamdulillah. 

Pelayanan di KBRI Muscat menurut saya sudah baik dan cepat. 
Disana saya bertemu staff dan para bapak diplomat. 
Pakaiannya rapi, dan tampak berwibawa sekali. Semisal pulang kampung begitu, tentunya sangatlah terkenal, dibanggakan, dihormati, disegani. Wis pokoknya kelasnya sudah tinggi lah. 
Lha wong Priayi jeee......!!!!
Kerjaannya bersih , jelas tidak kasar dan tidak perlu otot berlebih, jam kerjanya teratur. Gajinya juga mumpuni. Di masa tua pun masih mendapatkan pensiunan. 

Saya juga heran. Kok tiba-tiba "angan-angan" saya jadi melanglang buana begitu. 
Welha...terus, bagaimana dengan saya ?
Jelek-jelek begini , bisa dibilang saya itu termasuk setengah priayi. Kerjaan saya juga bersih, tidak kasar ....tapi cuma kadang-kadang. Kadang bersih ...kadang ya harus babak belur habis-habisan. 

Angan-angan itu hanya berkelebat sebentar saja. 
Passport baru'nya si adik sudah di tangan. Kami pun berjalan keluar dengan gembira. 
Matur nuwun Gusti. 

***
Kyai Sapu Angin mengantarkan kami bolak - balik ke Sohar dan Muscat. Sejak saya beli februari lalu, baru kali ini Kyai Sapu Angin menempuh perjalanan yang cukup jauh. 

Lha bagaimana ? Wong bawaan saya itu sudah overthinking. 
Terus di tempat kerja saya. Masih diajari untuk overthinking. Malah justru harus menerapkan overthinking itu.
Makanya overthinking menjadi alam bawah sadar saya. 
Dalam bahasa tempat kerja saya musti me-mitigasi resiko. Musti menerapkan Hazard Identification dan Risk Assestment dalam segala hal. 
Saya pun khawatir. 
Gek---gek-- nanti radiator bermasalah di tengah jalan. Gek -- gek nanti terus overheating. 
Gek---gek nanti ban'nya mbledos. 
Nanti nek ban'nya nggembos di tengah jalan bagaimana ?
Karenanya saaya teliti dan cermati betul kondisi dari Kyai Sapu Angin.
Kipas radiator saya ganti, fan belt saya ganti, oli mesin saya ganti. Ban serep saya isi angin'nya. 
Terakhir saya check dua ban produksi tahun 2025, sedangkan dua ban yang lain produksi tahun 2026. 
Meski ban merk Cina harusnya masih aman lah. 
Perjalanan bolak balik Sohar - Muscat tercatat konsumsi bahan bakarnya hanya sekali full tank. Sebuah pencapaian di luar ekspektasi saya. 
Dari full to full saya dapatkan 7,5 oman real. Sudah bolak balik lho itu. Hebat tho ? Mongsok ora hebat ?
Kenyaman dikendarai  biasa-biasa saja. Secara efisiensi bahan bakar sungguh luar biasa. Itulah Kyai Sapu Angin.
Sejauh ini fungsi - fungsi dari fitur yang ada masih baik. 
Lha wong diragati jeee.....!!!
Alhamdulillah. 
Matur nuwun Gusti. 
Matur nuwun Kyai Sapu Angin. 

***
Menjadi priayi...atau mriayeni....! 
Yaa...itu adalah idaman bagi sebagian orang. 

Tahu kapan waktu harus berhenti itu penting dalam segala hal. 
Kapan memulai, kapan fase puncak, dan kapan musti berhenti/landing. 
Dalam setiap tahap perikehidupan semuanya perlu untuk diperhatikan. 
Saya hanya berpikir kedepan bagaimana. 
Kalau saya mau macul sawah kok kayak tidak sanggup. Kalau mau bakulan kok kayak ndak pantas. Kalau mau bisnis kok masih gagal terus. 

Lagi-lagi overthinking....!

Nah saya ingat-ingat lagi beberapa kisah. 
Suatu waktu Maryam ditanya oleh Imron. 
"Nduk Maryam...ini kok ada makanan di sini. Siapa yang ngasih ?"
Kata Maryam : "Ini pemberian dari Illahi Rabbi..."
Meski tidak sejalan dengan logika, Illahi Rabbi...mempunyai kuasa untuk itu. Dalam segala hal. 

Di dalam kisah yang lain. 
Tatkala Maryam kabur dari kaum'nya. Tibalah masa hendak melahirkan. 
Karena rasa sakit yang tak terperikan, Maryam beristirahat di bawah pohon kurma. 
Lapar dan haus bercampur jadi satu. 
Datanglah sebuah perintah ....
"Wahai Maryam.... jejaklah pohon kurma didekatmu...!"
Pohon itu pun dijejek oleh Maryam sebisanya. Buah kurma pun tersedia di hadapannya. 

Meski Illahi Rabbi punya kuasa untuk memberikan secara langsung. Namun kali ini musti ada keterlibatan usaha dari hambaNya. 

Begitulah...wong Dia Yang Maha Kuasa...Maha Segala-galanya. Yaa suka-suka Dia, mau seperti apa. 

Tapi nganu...nggih Gusti...
"Kawulo nyuwun pertolongan...nyuwun perlindungan...nyuwun kemudahan .... nyuwun hidayah...nyuwun petunjuk...nyuwun hidayah ... nyuwun Rihdonipun Panjenengan...!"
Nek mboten Panjenengan tulung...weleh sekedar njejak pohon kurma ... nopo kulo nggih mampu ?
Nggih Gusti nggih....!

Jum'at, 31 Juli 2026
Sohar, Oman
Simon Dinomo







Rabu, 22 Juli 2026

Reactor 1 Ucat J Logic

  •  Final element yang utama ada 4 : 
    • XV1614 (Inject ke Reactor)
    • XV 1613 Three way valve upstream XV 1614 (Untuk inject ke reactor atau recirculation mode)
    • XV 1618 A/B Double three way valve ( Untuk long circulation atau short circulation)
  • Pada dasarnya XV 1614 dan XV 1613 adalah satu kesatuan final element. 
    XV 1614 akan open secara otomatis apabila XV 1613 di beri comand inject ke reactor. 
    Begitu juga sebaliknya apabila XV 1613 mengarah ke recirculation secara otomatis XV 1614 akan close.
  • Bila terjadi Slurry feed pump trip/stop/mati. Yang akan terjadi adalah PDAL antara Slurry pump dicharge vs Reactor pressure akan low. 
    Effectnya XV 1614  akan nutup. 
    Bila XV nutup, XV 1613 (Three way valve diatasnya) akan berubah ke recirculation mode. 
    Recirculation mode dengan long circulation itu hanya berlaku saat sedang start up. 
    Berhubung tidak dalam kondisi start up maka akan divert ke short circulation. 
  • Bila slurry pump mati karena PAH. 
    XV 1613 akan mengarah ke recirculation mode. Secara otomatis XV 1614 akan close. 
    Recirculation mode dengan long circulation itu hanya berlaku saat sedang start up. 
    Berhubung tidak dalam konsisi start up maka akan divert ke short circulation.
Kesimpulan : 
Dalam kondisi trip/terkena interlockt. 
Kondisi akhir di lapangan adalah SHORT CIRCULATION. 
Dengan XV 1614 close. 

Selasa, 21 Juli 2026

Hukum - hukum sosial yang penting... !

  •  Kidlin's Law : 
    If you write down a problem clearly and specifically, you have solved half of it. 
  • Pareto's Law : 
    80 % of result come from 20 % of effort, focus on the few actions that matter the most. 
  • Murphy's Law :
    The more you fear something happening, the more likely it is to happen. 
  • Wilson's Law :
    If you prioritize knowledge and intelligence, money will follow. 
    I've listed some people in the caption whose content will make you smarter, I highly recommend you follow them. 
  • Gilbert's Law : 
    When you take on a task, finding the best way to achieve the desired result is always our responsibility.
  • Falkland's Law : 
    If you don't have to make a decision about something, then don't decide. 
  • Hick's Law : 
    More choices mean slower decisions. Reduce options to decide faster. 

Liwa, Oman
Selasa, 21 Juli 2026
Simon Dinomo

Rabu, 08 Juli 2026

Perpanjang SIM di Oman...!

Dua tahun yang lalu ketika saya memperpanjang SIM di Oman. Saya musti datang ke kantor polisi. Hari ini saya memperpanjang SIM tanpa harus datang ke kantor polisi. Kira-kira sejam saja sudah beres. 
Pertama-tama saya musti check mata ke optic yang sudah diakui lisensinya oleh kantor polisi. 
Di optic itu saya musti membayar 2 oman rial. 
Check dan ricek tak sampai 10 menit. Laporan di input secara online disinkronkan dengan Oman ID/Residen ID. Perlu diketahui Oman ID itu semacam KTP kalau di indo. 
Proses input ini pun tak sampai 5 menit lamanya. 

Nah...langkah berikutnya. Log in ke aplikasi kepolisian. Ambil opsi perpanjang SIM. Disana tertera biayanya 20 oman rial. 
Pembayaran bisa melalui aplikasi tersebut. 
Setelah dibayar masih di aplikasi yang sama, SIM baru yang sudah diperpanjang akan langsung terupdate datanya. 
Tinggal di print saja. 

Mencetak SIM baru ada dua opsi. Yang pertama bisa datang langsung ke kantor polisi. Yang kedua bisa dicetak langsung di mesin khusus yang disediakan di supermarket atau mal  terdekat. 
Saya sendiri memilih untuk mencetak di mesin secara langsung. 

Kyai Sapu angin saya parkir di depan supermarket langganan saya. 
Saya masukan Oman ID, saya masukan data tanggal pertama kali SIM dicetak, satu lagi adalah nomer telepon. 
Biaya pencetakan kartu baru di mesin ini sebesar 2 oman rial. Yang bisa langsung di bayar di mesin yang sama. 
Setelahnya itu tinggal nunggu proses pencetakan. Tidak sampai 10 menitan. 
"Mak ...klunting...!"
Kartu SIM baru pun menjedul dari mesin. 
Alhamdulillah ... Matur nuwun Gusti. 
SIM di Oman untuk orang luar, memiliki masa berlaku selama 2 tahun. 

****
Ternyata Kyai Sapu Angin masih menyimpan cerita. Sewaktu mobil menyala dengan AC on. Di area kabin terdengar suara yang agak aneh. 
"ethek..etek..etek...etek...!"
Kira-kira seperti itu bunyinya. 
Kipas radiatornya sudah oblak dan bergerak secara geal geol. 
Memang secara fungsi masih bekerja dengan baik. 
Hitungan saya, dalam waktu dekat. Kipas ini akan mati, atau setidaknya rusak yang lebih berat. 
Lha kalo sampai rusaknya lebih berat atau terburuknya sampai mati. 
Welhadalah...Kyai Sapu Angin bisa kena Over heat. 
AC bisa tidak bekerja karena condensernya tidak sempurna. 
Waaaah...lha gawat ini. Lha wong musim panas jeeee.....!

"Pakdhe...tolong dichek'kan kipas radiator saya...!"
Teriak saya kepada mas bengkel. 
"Wah...sudah rusak ini. Musti diganti...!"
"Weeeh sampeyan punya spare partnya ?"
"Ada...!"
"Total sekalian masang, piro pakdhe ?"
"23 Oman Real"
"Weeeeh.... ! Yo wis ... Gas ! Tolong dibongkar...!"

***
"Ini soketnya agak beda. Tak kasih kipas yang lebih gede. Tak kroak sedikit manifold kipasnya boleh apa tidak ?"
"Woalah ... kok iso tho pakdhe ? Yo wislah. Dikrowak saja. Ora po po ..wis"
Singkatnya Kipas second pun terpasanglah. 

Malamnya saya coba amati. Wong biasanya kipas dan AC akan hidup mati kalo temperaturnya sudah tercapai. 
Lha kok ini masih jalan terus dua duanya. 
Walhasil setelah menunggu hampir 30 menitan. 
Barulah AC dan kipas bekerja mengikuti sequence seperti biasa. Mati sebentar kemudian nyala sebentar. 

Pengeluaran tak terduga bermunculan bulan ini. 
Order motor power window 25 oman rial. Order soket tombol power window plus pasang 30 oman rial. Ganti motor kipas radiator bekas 23 oman rial. 

Alhamdulillah...! Matur nuwun Gusti. 

Rabu, 08 Juli 2026
Liwa, Oman
Simon Dinomo

Minggu, 28 Juni 2026

Process Safety and 12 Safety Rules.

 Process Safety : 

  1. Validating line up changing
  2. Following start up and shutdown procedures
  3. Taking mitigating measures for overrides
  4. Never leave draining unattended
  5. Using 2 barriers for drains and vents
  6. No hose connection to utilities without a risk assessment
  7. Verifying equipment is pressure free before maintenance
  8. Assuring mechanical completion after maintenance
  9. Making no changes without MOC
12 Safety Rules : 
  1. Overriding safety controls
  2. Confined space entry
  3. Driving
  4. Energy Isolation
  5. Hot work
  6. Line of Fire
  7. Mechanical lifting operation
  8. Permit to Work (PTW)
  9. Working at Height
  10. Personal Protective Equipment
  11. Overhead Power Line
  12. Alcohol and Drugs

Kamis, 25 Juni 2026

Mangga Sindri dari Pakistan...!

Manggo Kalbathor dari Yaman sudah menghilang dari pasaran. Kalaupun ada harganya sudah mahal. Musim terus bergulir. Kini giliran mangga sindri dari Pakistan. 
Tumpah ruah bertumpuk-tumpuk di supermarket. Harga per kilo'nya 600 baisa. 
Buah sawo harganya relatif stabil sepanjang tahun di sekitaran 1 oman real per kilo. 
Hadir sebagai salah satu nikmat dari Tuhan Pencipta Langit dan Bumi. Dia jadikan buah semangka dengan kesegarannya itu. Yang menyejuk-kan tenggorokan di musim panas yang terik ini. Harganya 200 baisa per kilo. Matur nuwun Gusti.... !

Ada kalanya buah strowberry bila musimnya tiba. Dari bumi mesir akan membanjiri pasar dengan harganya yang murah 300 baisa per kotak mika kecil. 
Delima dari Yaman yang amat manis harga termurahnya 650 baisa saat musimnya tiba. 

Sedangkan buah rambutan, buah durian, buah nangka, buah manggis, buah lychee, buah jeruk, buah apel, buah pisang. Harganya relatif stabil,  tidak fluktuatif. 

Demikian sedikit laporan ketersediaan stok buah-buahan dari negeri Oman. 

Di pinggir pinggir jalan sudah mulai di jajakan rutop rutop segar dan mangga lokal yang ranum-ranum. 
Selamat datang musim kurma, selamat datang musim mangga. 
Mangga lokal Oman sangat beraneka ragam. Ada yang kecil-kecil, ada yang bulat agak besar, ada pula yang lonjong. Rasanya pun beraneka rupa. Manis asam dominan manisnya, manis beneran minim asam, dan asam manis dominan asamnya. 

Head to head per-manggaan adalah sbb : 

  • Mangga manalagi/mangga madu hampir sama dengan mangga badami dari india
  • Mangga Okyong hampir sama dengan mangga Tymoor Yaman
  • Pakel sodaranya mangga hampir sama dengan mangga kalbathor Yaman
  • Mangga arum manis...mohon maaf menurut lidah sama,  belum tergantikan. 
****
Mengenal data permusiman buah di pasar ini cukup membantu dalam set up gaya hidup di Oman. Belanja buah menyesuaikan musim akan menghemat pengeluaran. Signifikan atau tidaknya kembali lagi ke gaya hidup masing-masing. 
Semisal orang lain tidak merasa perlu. Yah tidak mengapa. Anggap saja ini hanyalah opini dari saya. 

****
Cita rasa lidah manusia berbeda antara daerah satu dan lainnya. 
Satu diantara yang banyak itu. Kacang hijau goreng. 
Kacang hijau dihilangkan kulitnya, dipecah atau dipipil menjadi dua. Kemudian digoreng dengan bumbu garam. 
Enak juga rasanya. Namun kadang kala atosnya bukan main. Gigi saya kadang sampai kesulitan untuk mengunyahnya. 
Yang lain lagi misalnya : 
Kripik pisang manis. Namun kali ini sebagai pemanisnya bukanlah gula tebu melainkan gula jawa. 
Berhubung keduanya diproduksi dari India. Taburan rempahnya aneka rupa. 
Awalnya terasa agak aneh. Lama-lama terasa enak juga. 

Sekian dan demikian. 

Kamis, 25 Juni 2025
Sohar, Oman
Simon Dinomo

Prepare open Reactor 2 ....!

  • Attachment yang diperlukan untuk bongkar reaktor : 
    • Process ICC phase 1 == IsolationLP-01165545 == TA Process ICC Reactor 2 Phase 1
    • Process ICC phase 2 == IsolationLP-01165544 == TA Process ICC Reactor 2 Phase 2
    • Process ICC phase 3 == IsolationLP-01165542 == TA Process ICC Reactor 2 Phase 3
    • Mechanical ICC reactor == IsolationLP-01176156 == TA Mechanical ICC - Blinding of Reactor 2
    • Process ICC teal to Reactor == IsolationLP-01176394 == Rxt 2 TEAL line process ICC
    • Mechanical ICC teal to Reactor == IsolationLP-01176447 == MECH ICC for Blinding TEAL line Reactor 2
    • Electric ICC Cycle Gas Compressor
    • Blind List yang sudah di sign. 

Kamis, 18 Juni 2026

Kyai Sapu Angin Jajan Spare Part....!

Kyai Sapu Angin sudah waktunya untuk ganti spare part. Power window  di area supir kadang kala tidak bisa dibuka. Setelah melalui proses observasi di bengkel langganan saya. Hasil analisisnya bukan dari initiator alias tombolnya. Semua tombol-tombol masih OK. Permasalahan ada di final element'nya. Motornya sudah waktunya minta ganti. 
Biaya pengechekan kemarin, saya ditarik biaya 1 Omr. Menurut hemat saya, biaya itu terhitung murah. 
Lha wong dia sudah mencongkel cover pintu, terus mengotet-otet kabel-kabel di dalamnya. Terus merumuskan dan menyimpulkan problematika yang ada. Setelah itu dia memasangnya kembali ke sedia kala. 
Mudah - mudahan analisisnya tidak meleset. 
Kalau pun meleset lha wong ya cuma 1 Omr. Ya wis musti saya maklumi. Meski yang dengan agak nggrundel sedikit. 

Yang diluar dugaan saya adalah untuk Brand Suzuki ternyata jarang yang jual spare partnya di Oman ini.
Lha terus, ternyata motor power window tersebut musti order dan butuh waktu selama 30 hari. 
Biar saja, nunggu 30 hari yo wis ben. 
Sebuah kompensasi yang musti saya terima, mengingat saya membeli mobil dengan harga yang murah. 
Tentu saja untuk mendapatkan harga yang murah dengan tahun yang agak muda. 
Bilamana spare part agak susah, Yo wis ora popo. 

****
Shutdown sedang berlangsung di area kerjaku sudah sejak beberapa hari yang lalu. Dan tentu saja sibuk sekali. Kaki saya sampai agak sedikit kram, saking keselnya. 
Dan bilamana tulisan ini kulanjutkan isinya hanya keluh kesah saya, yang menggunung. 
Lha piye mongsok yo kondisi kayak begini, aku musti kerjo dewean....!
Piye iki ? Iki piye .... Iki piye ? Piyeeeee ikiii.....!!!!
Gemblung tenan.....!!!!!
Begitulah dunia buruh, ada kalanya berkeluh kesah. Menggrundel dan ngedumel. 
Saya kira selama masih menjadi buruh. Dimana pun berada,  yaaa begitu-begitu ....saja adanya. 
Wong tendensi manusia itu ya masih sama saja. Itu jarene pakdhe Sigmund Freud dan Alfred Adler. 
Ketika manusia itu nggrundel dan ngedumel. Yang biasanya keluar adalah nama - nama hewan. 
Topik ini layak dirumuskan juga oleh beliau berdua itu. 
Lha wong menarik sekali. Manusia dimana-mana kompak lho ini !
Terutamanya kalau orang misuh-misuh itu yang disebut adalah kirik. 
Kok bisa kompak dimana - mana sama ? Kok bukan kucing saja. Atau ayam ? Jadi semisal saya misuh misuh begitu jadinya akan begini : 
"Wooo Jiangkriiiik...pitik .... bebek .... mentok...gajah.
Trembelane tenan....!!!!"
Nah kira-kira begitulah ....!!!

***
Makanya biar adil, dan rasa capek saya juga tidak berlipat lipat dengan keluh kesah dan grundelan itu tadi. Ada satu sisi baik yang diberikan pabrik tempat kerjaku. 
Coba ... pas ketika sedang shutdown begini. 
Setiap harinya kami disediakan aneka kue-kue yang bernampan-nampan. Aneka juz juga bernampan-nampan. Terus berhubung ini sedang musim panas, datanglah pocari sweet yang berdus-dus jumlahnya. 
Masyaalloh..... wuellooook tho ? Tidak ada audit lho ini. Ha mbok yo mau minum satu dus tho. 
Opo ora hebat.....?


Kamis, 18 Juni 2026
Liwa, Oman
Simon Dinomo

Minggu, 07 Juni 2026

Hari Jum'at di Kota Falaj.

Sodara ....! Musim panas kembali menyapa. 
Pabila musim panas tiba, humidity di Oman sangat tinggi. 
Rasanya sumuk, kembrobos, baju dan daleman jadi basah meski cuma keluar sebentar saja. 
Maghrib jam 19:00, sholat shubuh jam 04:00. 
Meski begitu musim panas menyimpan aneka keistimewaan tersendiri. 

Kawan-kawan kerjaku akan membawa rutop (kurma muda) yang manis dan krenyes-krenyes dari kebun mereka. Rasanya sodara .... nikmat sekali. 

***
Hari jum'at adalah hari yang istimewa. 
Di service road sekitaran round about kota falaj..... orang orang ramai berjalan, berlalu lalang. 
Orang-orang tumpah ruah memenuhi jalanan. 
Meski hari sedang panas tidak mengurangi keramaian di sana. 
Round about falaj bisa dibilang adalah jantungnya kota falaj. Kota ini adalah kota yang kecil. 
Hampir delapan tahun lamanya aku habiskan hari-hariku di kota ini. 
Di bawah round about itu ada sebuah terowongan. Bila hujan tiba terowongan ini menjadi jalan mengalirnya air menuju ke laut. Namun dihari hari biasanya menjadi jalan yang dilalui mobil. 
Terowongan ini yang hari harinya padat dan macet di jam jam sibuk kian tambah macetnya. 
Di depan terowongan itu berdiri restarant pakistan. Yang buka 24 jam non stop. Lurus ke arah selatan ada restaurant india berwarna merah. Kami menyebutnya Restaurant merah. 

***
Kutbah jum'at kemarin diselenggarakan selama 10 menit saja. Saat bijaksana sekali bukan ? Mengingat ada jamaah yang kebagian di luar masjid. 
Di Oman ketika hari jum'at, 20 menit sebelum waktu dzuhur adzan yang pertama akan berkumandang. Disusul adzan yang kedua saat tepat memasuki waktu dzuhur. 
Kemudian kutbah yang 10 menit itu berlangsung. 

Seperti hari jum'at yang biasanya. Seorang anak muda membawa sebuah kursi. Ia gelar tikar yang masih tergulung. Kursi lipat itu dibuka di atas tikar yang baru saja digelar. 
Selang beberapa saat seorang bapak dengan tertatih berjalan dengan tongkatnya. 
Anak muda itu membantu si bapak untuk duduk, tongkatnya diletak-kan di bawah kursi. 
Hampir setiap jum'at aku saksikan pemandangan ini. 

***
Minggu, 07 Juni 2026
Liwa, Oman
Simon Dinomo

Kamis, 28 Mei 2026

Cerita Kolegaku .....!

Semenjak kepergian Paman Salim dan Alum Bhai aku kehilangan model ceritaku yang glenyengan itu. Bisa dikatakan kini ceritaku penuh tekanan. Nuansa glenyengan itu seolah pergi bersama Paman Salim dan Alum Bhai.
Meski sesekali aku masih bercengkerama dengan paman Harun. Sudah lama juga aku tidak bercerita tentang Paman Harun. 

***
Seorang kawan menyapaku. Kami ngobrol sebentar.
Beliau menyampaikan niatnya untuk balik ke negara tercinta. Menyudahi pengembaraan menjadi buruh pabrik. Memulai kisah baru, tidak diperintah .... tapi memerintah.
Mungkin di pertengahan tahun atau di akhir tahun ini keputusan itu akan beliau eksekusi. 
Dengan gestur yang sangat lelah beliau melanjutkan ceritanya.
***
Apabila ada kawan yang pergi. Satu, dua , tiga, empat, ... lama kelamaan seperti sudah menjadi semacam Anchoring effect. Kemudian memunculkan suatu anggapan dan suatu rasa takut. 
Yang tidak ikut pergi dianggap tidak kompeten, skill'nya dipertanyakan. Memang fenomena ini tidaklah tertulis, entahlah bisa saja hanya anggapanku belaka. 
Cuma dari perjalanan hidupku yang sudah lebih dari seperembat lamanya. Hal ini begitu nyata adanya.

Dahulu ketika aku masih muda sekali. Idealisme'ku begitu luar biasanya. Fenomena itu sedikit banyak mempengaruhi dan menantang jiwa mudaku. 
Nampaknya waktu sudah mendewasakanku. Memberitahuku banyak hal. 
Ada banyak hal yang musti aku pikul. Ada banyak hal yang musti aku mitigasi. Ada banyak hal yang musti aku usahakan. 
Ada komunitas atau tidak, seorang diri atau bareng-bareng. Kehidupan harus terus berjalan. 
Aku harus terus survive, terus bisa menikmati setiap perjalanan hidupku. 
Hanya kepada Illahi Rabbi aku ingin bersandar. 
Dia yang tidak pernah meninggalkanku meskipun kadang-kadang aku begitu nakal. 
Aku berdoa semoga senantiasa aku diberi petunjuk, diberi pertolongan , diberi kemudahan dan diberi perlindungan dalam segala hal. Sampai akhir perjalanan hidupku. 

***
Semakin banyak hal yang aku ceritakan ke orang-orang, cerita itu akan semakin berkembang dengan narasi tambahan yang sangat kompleks.
Berkebalikan dengan teori psikologi, semakin banyak memendam, pikiran akan bekerja semakin berat. Beratnya pikiran berbanding lurus dengan kondisi kesehatan. 
Bila banyak hal diceritakan, semakin lega pikiran. Dengan konsekuensi semakin bermunculan masalah baru. Bila dipendam sendiri, semakin tertekan kesehatan. Akan tetapi masalah tidak meluas. 
Mana yang lebih baik, pilihan ada ditanganmu. 

***
Terbersit dalam pikiranku untuk aku ceritakan apa yang aku dengar ini di warung kopi. Sebuah topik fresh dan menarik. Adat dalam obrolan warung kopi. Tanpa topik yang fresh, kurang rame. 
Tapi aku mau belajar, aku adalah seorang lelaki. Aku musti belajar untuk menahan diri. Bercerita yang sekiranya perlu saja. 
Meskipun dalam teori psikologi dan kedokteran, hal itu akan mengganggu kesehatanku. 
Persetan...! Kesehatan hanya bisa dikendalikan separo saja. Separo yang lain ada di tangan Illahi Rabbi. 
Semoga Illahi Rabbi ridho kepadaku. Kemudian Dia memberiku kesehatan meski aku jarang olahraga, meski aku banyak pikiran. Aku perlu kesehatan itu agar bisa terus beribadah kepadaNya secara maksimal. 
Dia Maha Kuasa atas segala-galanya. 

Pada kolega saya itu, aku doakan semoga Tuhan Pemilik Langit dan Bumi memudahkan semua urusan beliau. Dilapangkan dan diberikan rezeki yang melimpah dan barakah. 

Nah juga sudah menjadi adat di komunitas kami, bagi yang akan pergi akan melepas kendaraannya. Barangkali ada yang berminat untuk berganti kendaraan. Siapa tahu menjadi jodohnya. 
Bisa juga beliau tidak akan share ke komunitas. Itu pun adalah hak beliau untuk memutuskan. 


Kamis, 28 Mei 2026
Liwa, Oman
Simon Dinomo

Senin, 18 Mei 2026

Seorang diri... Menggigit akar pohon...! Bagaimana kedepan ?

Nah sodara : 
Kuawali tulisanku kali ini dari cerita Robinson Crusoe. Setelah mengalami pasang surut kehidupan yang drastis. Dia terdampar di sebuah pulau tak berpenghuni di daerah karibia. 
Di pulau itu dia tersadar bahwa tanpa society,... kekayaan, uang, emas tidak ada harganya. Tidak berarti sama sekali. 

***
Suatu waktu Pramoedya menuliskan : 
"Sejatinya dalam perikehidupan bersosial yang berlaku adalah sebuah asas,  bagaimana caranya membuat iri tetangga...!"
Aku lupa dalam buku'nya yang mana. Meskipun tidak sama persis penulisannya, namun secara konteks kurang lebih sama. 

***
Ahmad Tohari bercerita dengan judul : "Paman Doblo merobek layang-layang". 
Paman Doblo seorang yang baik hati, begitu dikenal bahkan kalangan anak kecil. Begitu diangkat menjadi satpam. Sikapnya berubah 360 drajat. Orang-orang sampai tidak habis pikir, terutama anak-anak Paman Doblo yang dulu mereka kenal, kini menjadi begitu bengisnya. 

***
Seseorang bercerita kepadaku : 
Mana kala ada pemilihan kepala desa di suatu daerah. Ada dua calon, calon pertama bergambar singkong. Calon kedua bergambar jagung. 
Keduanya punya tim sukses. Masing-masing menggelontorkan dana habis-habisan. Tim sukses terlihat begitu loyal dan setia. Siap menemani sampai mati sekalipun. Sebagaimana pengikut daimyo di era sengoku di Jepang sana.  Ketika hasil pemilihan diumumkan. Dimenangkan oleh calon bergambar singkong. 
Calon kedua bergambar jagung, ditinggalkan seorang diri. Tim sukses yang membelanya selama ini tidak ada satu pun yang membersamainya. Setelah mereka tahu, si calon kedua sudah tidak berharta. 
Dia pun berjalan kaki pulang kembali ke rumahnya. 

Kutipan kutipan di atas adalah contoh tulisan-tulisan yang beraliran realisme.
Ibnu Qaldun sedikit banyak menggambarkan tentang sosiologi atau perikehidupan bersosial di dalam bukunya Muqaddimah. 
Tapi aku tidak mendalaminya. Membaca pun tidak selesai.

Warna dalam kehidupan bersosial itu tercatat dalam sejarah. Dan sejarah itu akan terus berulang. 
Semenjak menyadari hal itu aku menyukai Karya Sastra realisme. 

***
Di rumah ibu bapak-ku, warga desa.... berkenduri. Menurut mamak-ku hal ini sudah berlangsung semenjak mbah buyutku dulu. Generasi sudah hampir berganti. Mata rantai berikutnya adalah aku sendiri. Nampaknya aku bukanlah orang yang akan meneruskan tradisi - tradisi di kampungku. 

Bukannya aku hendak membangkang, atau melawan konsensus. Aku bersyukur sekali, Tuhan pencipta langit dan bumi menganugerahkan kepadaku untuk menjadi seorang mukmin dan muslim. 
Aku ingin menjadi seorang muslim yang baik semampuku. Mungkin tidak semua orang akan mengerti. 
Kuingat-ingat hadits dari Hudzaifah ibnu Yaman. Sampai saat ini itulah yang aku pegang sebagai prinsip perikehidupanku. 
Aku seorang diri, semuanya kelompok yang ada kuanggap sebagai sodara. Aku seorang diri menggigit akar pohon....sebagaimana tertulis secara tekstual dalam Hadits Hudzaifah Ibnu Yaman. Sedang kedepannya aku pun tak tahu. Apakah tetap begini, atau ikut dalam salah satu kelompok yang ada. Aku tidak mau berkelahi atau saling serang sesama saudara.  Semoga Tuhan Pencipta langit dan bumi memberiku petunjuk. 

Yang ingin meneruskan tradisi itu juga bagus-bagus saja. Pun juga sebaliknya. 
Banyak hal yang berubah di dunia ini. 
Sejarah pun mencatat akhirnya Jepang pun memberlakukan era restorasi meiji. 
Dalam perekonomian perubahan pun terus bergulir, dahulu orang memakai gold standar ... kemudian gold standard dikonvert ke US dollar melalui perjanjian bretton woods... kemudian perjanjian bretton wood dibatalkan dan diganti  era fiat money.... entah apa yang akan terjadi berikutnya. 

Seorang diri... ! mungkin aku akan tegilas habis oleh konsensus. Terlebih bila aku lemah secara finansial. Sedang aku tak pandai berbisnis. Tapi aku masih punya Tuhan Yang Maha Kaya. 
Lagi Pramoedya pernah menuliskan : 
"Manusia tanpa prinsip adalah manusia tengik....setengik tengiknya".
Dalam sebuah hadits yang lain pun dikatakan : Mereka yang memegang teguh agamanya ibarat memegang bara api. 

Dalam catatan historis Rahmad Abdullah menjelaskan dalam bukunya berjudul wali songo :
Suatu ketika Sunan Bonang mengingatkan Sunan Kalijogo. 
"Janganlah terlalu banyak berimprovisasi dalam berdakwah.... kelak dikemudian hari akan susah dikembalikan sebagaimana mestinya"
Dijawab oleh Sunan Kalijaga : 
"Biarlah itu menjadi tugas generasi berikutnya.....!"
Tentu saja pertimbangan Sunan Kalijaga juga masuk akal. Dengan jumlah yang sedikit perlu improvisasi agar menjadi banyak, tidak punah dan bisa menang. 
Entahlah .... benar dan salah biarlah Tuhan yang menilai. 

Bilamana sampai masanya aku menjadi mata rantai tertinggi. Mohon maaf sekali saya tidak bisa ikut dalam berbagai tradisi. Yang sekiranya tidak sejalan dengan prinsip kehidupanku. 
Monggo kalau tempatnya mau dipakai. Tapi saya tidak berpartisipasi. 
Aku paham tidak akan banyak yang mau mengerti kondisiku. 
Melalui tulisan ini aku harap ada secercah jalan tengah, sehingga bisa saling mengerti satu sama lain. Tanpa harus menyalahkan antara pilihan satu dan yang lainnya. 
Aku ingin menjadi seorang muslim yang baik semampuku. Sampai maut menjemputku. Semoga Tuhan Pencipta Langit dan Bumi ridho kepadaku. Bilamana pilihanku salah atau keliru semoga Rabbul Izzati mengampuniku kemudian menunjuki-ku dan membimbingku kepada kebenaran. 

Sebaliknya bagi yang ingin menjaga tradisi. Itu juga baik. 
Aku ambil pendekatan dari Gus Baha sebagai berikut : 
Semisal ada lokalisasi,  kemudian ada yang berdakwah di sana. Sekiranya bagi yang mampu, itu baik sehingga dakwah bisa menjangkau semua kalangan. Yang buruk bisa terbawa menjadi baik. 
Namun sekiranya tidak mampu, lebih baiknya dihindari. Daripada malah terbawa menjadi buruk. 
Dalam penilaian manusia persoalan itu akan menjadi perdebatan. 
Hanya Tuhan pencipta Langit dan Bumilah yang mengetahui yang sebenarnya. Kedua pilihan tersebut bisa jadi benar di mata Rabbul Izzati. Begitu juga sebaliknya. Yang perlu kita lakukan adalah kita jujur kepada Rabbul Izzzati. Hanya diri kita dan Rabbul Izzati'lah yang mengetahui. Mana yang harus kita pilih. 

Gusti kawulo Nyuwun Tulung...kawulo Nyuwun Petunjuk. 


Minggu, 17 Mei 2026
Sohar, Oman
Simon Dinomo