Kamis, 27 Agustus 2020

Cara kerja mesin mobil 





Sewaktu mobil dinyalakan pakai kunci. Inilah yang sebenarnya terjadi pada mobil. Ketika dirinci kira-kira begini :

·            Untuk dapat beroperasi secara continue perangkat berikut haruslah bekerja berbarengan.

1.       Pompa bahan bakar : untuk mensupply bahan bakar ke ruang bakar

Downstream dari pompa bahan bakar adalah injector. Yang akan mengontrol jumlah bahan bakar yang masuk ke ruang bakar, serta merubah dari liquid mjd spray untuk pembakaran yang lebih sempurna.

2.       Air intake akan mensuplay udara ke ruang bakar, bila tanpa menekan pedal gas, yang akan bekerja adalah system idle.

3.       Untuk pengapian final elementnya adalah busi. Upstreamnya adalah igniter yang akan disuply energi listrik dari AKI (Battery) dan dikendalikan oleh ECU.

 

·            Saat awal start, berhubung alternator belum berjalan, semua sumber energi untuk ketiga point di atas akan disuply dari battery (AKI).
Untuk bisa menjalankan mesin di awal start dibutuhkan dynamo starter.
Dinamo starter akan engage dan memutar mesin sampai alternator bisa memproduksi energi yang akan digunakan untuk men-charge AKI.
Setelah alternator bekerja dynamo starter akan disengage. Dan mesin sudah bekerja secara terus menerus dengan sumber energi dari AKI yang sudah di supply oleh alternator. Sehingga AKI tidak akan tekor meski mesin terus bekerja sampai bensin habis.
He… 3x.

 

System – system lain yang bekerja di mobil adalah sbb : 

  • Cooling system : Radiator. 
  • AC system
  • Power Steering
  • Gear Box convertion untuk mobil otomatis (Gear Box + Kampas kopling utk mobil manual)


Sekian dan demikian

Falaj Al Qabail, Sohar, Oman

27 Agustus 2020

 

Sabtu, 15 April 2017

IBRAHIM IYAS ABDURRAHMAN

Umurmu tak sampai 4 kali umur jagung. Banyak manusia bercerita tentang nikmatnya sate. Kau tak pernah merasai itu semua. Betapa hamparan bumi ini menyimpang keindahan di tempat tempatnya yang tinggi, atau di hamparan rerumputan, atau di pantai pantainya. Semua keelokan itu juga tak pernah engkau lihat.
Hampir setengah dari umurmu yang kau rasai adalah rasa sakit yang aku sendiri pun belum tentu mampu untuk menanggungnya. Betapa berat perjuanganmu nak.
Biarlah nak, biarlah itu semua tak kau rasai. Tuhan pemilik buwana ini telah memilihmu, perjuanganmu telah berakhir nak. Bergemberilah engkau di sisi Rabbul ‘alamin. Dia sudah menjanjikan kenikmatan abadi untukmu.

Namamu adalah nama yang indah nak. Aku dan ibumu sudah mengusahakan nama terbaik untukmu. Tak ada yang lebih baik dalam pikiranku dan ibumu selain itu.
Tahukah engkau siapa itu Ibrahim ? Dia adalah khalillulloh (Kekasih Alloh) bapaknya para Nabi. Dialah yang Alloh karuniai ajaran yang hanif. Dialah yang Alloh perintahkan kepada manusia untuk berdoa atasnya dalam setiap sholatnya. 



Tahukah engkau siapa itu Iyas ? Dia adalah salah satu dari tabi’in yang Alloh karuniakan kecerdasan. Kecerdasan yang Alloh berkahi.

Tahukah engkau siapa itu Abdurrahman ? Itu adalah nama yang Rasululloh sebut sebagai nama yang terbaik di muka bumi ini.

Sedang namamu nak, adalah gabungan dari semuanya itu. IBRAHIM IYAS ABDURRAHMAN…! Bukankah namamu ini sangat indah nak ? Meski sekarang namamu hanyalah tinggal nama. Tiadalah mengapa nak, apa pun yang harus kita terima asal Alloh ridho kepada kita, biarlah kita terima. Sisa kehidupanku dan ibumu juga harus terus kami lalui. 

Belum lama aku bisa menggendongmu nak, belum lama aku melihatmu bisa mengguling gulingkan badanmu. Tak sempat aku menuntunmu mengajarimu berjalan. Tugasku sebagai ayahmu apakah sudah kutunaikan dengan baik? Sudah aku usahakan semampuku nak.
Semoga Alloh pertemukan dan kumpulkan kita kembali di surgaNya kelak nak. Di negri yang abadi yang tidak ada lagi rasa sakit, sebagaimana yang engkau rasai di dunia ini. Di sana aku dan ibumu bisa menuntunmu, bisa bermain bersamamu. Bisa mencicipi kelezatan makanan makanan terlezat. Juga bisa melihat segala bentuk keindahan yang diingini manusia.

Bedeng Hartono, Sabtu, 15 April 2017

Si’Mon Dinomo

Selasa, 02 Juni 2015

Seperti Ernest Hermingway ke-1

Sesuatu yang baru perlu untuk dicoba. Kadang kala dalam proses mencoba itu, uang akan sirna, lain waktu diri jadi tertawa, ada kalanya sakit tak terkira, tak jarang pula berakhir bahagia. Hanya mereka yang berani mencoba yang tahu rasanya.
Demikian itu kemudian muncul kosa kata kegagalan dalam benak insan insan di atas dunia.
Coba kutanya kau ?
Ya… engkau yang kumaksud yang jarimu mengetuk ketuk keyboard ini. Berapa kali kau berani mencoba ? Berapa harta sudah sirna ? Berapa sakit yang kau terima ? Pernahkah berujung bahagia ?
Semua itu sebernya tinggal bagaimana jiwa mencerna.

** ** **
Orang mengagumi Ernest Hermingway. Aku heran apa yang orang kagumi dari Ernest Hermingway ? John Steinbeck pada beberapa karyanya pikiranku bisa merasakan unsur unsur keindahan.
Sedang Ernest Hermingway pikiranku hanya menemui suatu kebosanan.
Entah berapa lama aku berpikir soal ini.
Ada orang dalam satu buku dia hanya menceritakan satu tokoh bersama ikan yang ia pancing. Satu buku… !

Dia bisa menciptakan sebuah buku hanya dari satu plot saja.
Bila aku coba menulis seperti gaya Ernest Hermingway, beginilah jadinya :

Aku sedang mengetik, pintu kamar terbuka. Di depanku ada meja. Di atasnya ada dompet, uang , buku-buku kecil, kertas-kertas, hardisk external, parfum, power bank. Kabel charger melilit tertindih satu lembar uang 5 real. Meja itu sesekali kutarik maju – mundur agar punggungku tidak pegel.
Ini dompet sudah lusuh, umurnya bisa kau hitung sendiri. Sudah sejak 2006, aku dan teman temanku sendiri yang menyamaknya. Dompet ini dari kulit asli, hasil samakan kami. Tapi aku tak ikut membuat sampai selesai, hanya sampai proses menyamaknya saja. Selebihnya teman-temanku yang mengerjakan.
Eh…ngomong – ngomong dimana teman-temanku itu sekarang ?
Yang satu aku tahu, dia ada di Abu Dhabi. Ya.. aku ikut senang karenanya. Lalu yang satunya lagi, dimana dia sekarang ? Sudah menikah apa belum, sudah punya anak apa belum ? Aku tidak tahu.

** ** **
Waktu itu kami ketemu dengan anak anak UNPAD dan juga UNSRI. Mungkin sudah punya anak semua mereka. Dan mungkin juga sudah lupa kepadaku.
Itulah tentang dompetku ini yang sudah lusuh dengan warna birunya. Yang berwarna biru ini kami samak dari kulit ikan pari, sedang bagian dalamnya adalah asli dari kulit kambing.
Waktu itu, aku dibimbing oleh seorang instruktur yang bernama pak Heri. Pembantunya ada tiga, dua laki – laki dan satu perempuan. Yang laki – laki satunya gemuk dan satunya lagi kurus. Yang perempuan dia seneng bercerita tentang anaknya yang kuliah di UNSOED. Anak lelaki kesayangannya yang katanya dia tak mau kalau dikirimi uang lagi, dia sudah punya uang dari hasil menjual gorengan. Benar tidaknya aku tak tahu. Hanya dia sudah sering menceritakannya. Dan enaknya aku pun percaya saja. Pak Heri orangnya sangat baik, pembantunya yang gemuk juga baik. Sedang yang kurus, aku tak menyukainya. Dia terlalu … emm apalah aku tak bisa menuliskannya untukmu, tapi hatiku tidak suka, dan pikiranku membenarkan ketidak sukaanku itu. Maka aku ceritakan padamu aku tidak suka, aku nilai dia bukan orang baik, seperti pak Heri dan pembantunya yang gemuk.
Mengingatkanku pada icon amtenaar sejak zaman belanda sifatnya begitu-begitu juga. Tidak semua memang tapi kebanyakan. Apalah harus kunamai.
Bangsatttt …. !!!
Terlalu kejam kunamai dia sepertinya, tapi kurasa memang itu istilah yang pantas.
Hah… memang lega setelah memaki orang. Mengutuk ngutuk orang dibelakang punggungnya memang nikmat. Kurang ajar, setan mana yang menjadikan manusia suka melakukan ini ? Dunia ini terlalu banyak setan.

** ** **

Bagaimana apa kau sudah merasa bosan  ? Sekarang aku sudah mengantuk ,besok saja aku lanjutkan tulisanku.

Jubail, Saudi Arabia
Senin, 01 juni 2015

Si’Mon Dinomo


Senin, 16 Maret 2015

Tamis

Warung itu di pinggir jalan raya. Bilamana petang datang mobil mobil macet di depannya. Tapi ini bukan petang , ini baru pagi yang mulai menjulang. Matari sepenggalah, bayang bayang belumlah terlampau panjangnya. Orang – orang berkerumun di depan kasir. Semuanya memesan dengan tiada sabarnya saling bersahut-sahutan.
Kira-kira sepuluh menit yang lalu aku pun ikut ngantri bersama mereka. Sekarang aku sudah duduk di meja menunggu pesananku di hidangkan. Pesananku tak beda dengan apa yang orang-orang pesan. Selempeng tamis dan telur diorek orek.

Tami itu berbentuk bulat, agak lebih tebal dari roti kubus. Dalam kondisi hangat terasa empuk dan agak lembut. Alot banget ketika sudah dingin. Terbuat dari apa aku tidak mengerti. Maksudku semua orang tahu terbuat dari tepung, melainkan tepung apa disinilah letak ketidakmengertianku.
Segelas cangkir kertas menemaniku, di Indonesia cangkir begini hanya disajikan oleh pramugrari garuda di dalam pesawat. Jarang aku temui di warung – warung atau dipakai dalam keseharian.  Cangkirku itu berisi chai halib (teh yang dicampur dengan susu). Perpaduan sempurna dalam memakan tamis.

Waktu berlalu, meja yang tadi kosong terisi oleh pelanggan lain. Yang tadi dipakai oleh x berganti bapak r. Aku masih di mejaku, memandang tamisku yang sudah termakan setengah, menikmati kelezatan di pagi hari.
Perut yang lapar pun telah terisi. Kemudian satu yang terpikir olehku.

Apa yang dimakan istriku sekarang ?



Jubail, Saudi Arabia
16 March 2015


Si Mon Dinomo

Kamis, 09 Oktober 2014

Pindah Grub.

Menu makanku hari ini yaitu sop mie, berbeda dengan hari sebelumnya yaitu sayur timun yang dibuat ‘pating jekletrek’ khas masakan india. Alhandulillah.
Kayaknya ini sudah mau musim dingin, wong kalau pas saya jalan-jalan tadi anginnya itu sudah mak ‘wus-wus’ kerasa ademnya.
Lha jebulnya sudah hamper dua tahun saya disini.
Alhamdulillah, makin hari kok rasanya makin abot saya jalani. Ini karena baru saja saya dipindah grub. Rasane wong nggolek rezeki buat istri, Alhamdulillah lagi rezekinya dikasih banyak.

Manusia brengsek alias kupret itu kok ada dimana-mana. Ning ya tidak terus semua manusia itu ‘kupret’ lho ya. Yang kupret itu juga tidak selamanya kupret, kadang-kadang begitu hilang kupretnya. Menariknya yang ‘tidak kupret’ diwaktu yang lain juga ikut mengupretkan diri. Satu grub dengan orang kupret itu menganyelkan sekali. Wis pokoknya anyel.
Apa saya yang lagi nulis ini pas baru kupret juga ? Wah kok jadi kupret semua ini.
Wah… wah…. kupret… kupret.
Jian dasar kupret.

Alhamdulillah saya dipindah grub.
Saya dapat ilmu baru, ilmu tentang manusia. Tentang orang kupret, kekupretan orang lain, kekupretan diri sendiri and kupret-kupretan.
Mahal lho ini ilmunya. Wong sekolahnya saja jauh banget je. Nganti tekan Saudi Ngarabiya je.
Opo ora hebat itu ?
Luar negri lho, ojo lali, Opo ora hebat.

Hi…. 3x.

Kamis, 09 Oktober 2014
Jubail, Saudi Arabia
Simon Dinomo

Senin, 06 Oktober 2014

Plant Teriiiiip....

Kira – kira lima hari yang lalu, sehabis maghrib begitu saya itu rak ya ter muter begitu. Ngeliatan pipa yang mbulet mbulet pakai sepeda. Mak ter muter muter begitulah kira-kira.
Bapak yang pakai seragam putih yang ditunggu tunggu itupun akhirnya tiba. Dengan menenteng pesanan kami di tangan kanan dan kirinya.
“Thank you Sir …”
Dah begitu saja bungkusan itu diletakkan diatas meja.
Wes tanpa basa basi aku sikat seketika, wong laper tenan je.

Sewaktu kemudian saya mengobrol dengan bapak Pinoy. Cas cis …. …. Cus, cus-nya ya saya kasih jeda begitu kok, wong memang begitu je putus putus begitu je saya itu ngomongnya. Waktu yang lama itu sambil loading mengingat ingat kosa kata yang mau aku ucapkan yang kadang-kadang kok ya ngumpetnya primpen sekali, nemunya susah. Ya begitulah, orang harus maju beroo nanti juga cus-nya itu bisa cepat sendiri tanpa jeda, insyaAlloh.
Nganu sampai dimana tadi saya menulisnya…..?
Nah kok ya waktu itu kami agak berdebat, dan kebetulan saya bisa menyampaikan beberapa evidence yang cukup meyakinkan.
Yang memaksa kami untuk bersama-sama ngurut pipa yang mbulet-mbulet lagi.

Leyeh – leyeh itu memang enak bener rasanya. Konco sebelah baru sibuk mainan Iphone 5 sama Galasy S teller. Ning leyeh – leyeh saya terasa nikmat sekali.
“Plant trip…”
Wah kok maunya merusak suasana saja lho, saya sama Mister Pinoy tetap leyeh-leyeh saja.
Lha kok terus pagingnya berbunyi.
“Hallo…”
‘Our main compressor trip, please make save on it”
Wah jebulnya bener.

Beginilah yang namanya dinamika sodara. Yang baru leyeh-leyeh seketika harus berjibaku sendiri. Ya ndak papa.
Saya teringat keluargaku yang dulu, kalo ada serangan mendadak seperti ini pun kami atasi bersama, bareng-bareng wis pokoknya semua become easy.
Wah alhamdulillahi ‘ala kulli hall.

Nganu je kerannya itu guede guede banget je, gek banyak sisan. Ning rapopo, men roso.
Itu semua terjadi sehabis isya’.

Pagi harinya saya pulang, matanya kriyip kriyip…. Begitu terkesan.
“Teriiip…. Teriiip… teriiip”


Senin, 06 October 2014
Jubail, Saudi Arabia
Simon Dinomo

Minggu, 01 Juni 2014

Ulasan Sebuah Pengakuan


Simpulanku atas Buku 'The Confession of the Economic Hitman' karangan John Perkins.

Tujuan :
“Demi menjadikan Amerika suatu kekuasaan Global.”
(Halaman 18)
Dengan kutipan ini aku memulai dan marilah aku lanjutkan : 


Latar Belakang dan Sejarah Kemunculan Economic Hit Man :

Sepanjang sejarah perebutan kekuasaan terutama dibangun melalui kekuatan militer. Akan tetapi dengan berakhirnya Perang Dunia II kemunculan Uni Soviet dan hantu bencana nuklir menjadikan solusi militer untuk perebutan kekuasaan menjadi terlalu berisiko.
http://id.wikipedia.org/wiki/Perang_dunia_1

Karenanya system yang lain perlu dilakukan dalam perebutan kekuasaan ini, yang kumaksud itu adalah sebagai yang terjadi di tempo dulu dan berlanjut sampe sekarang. Siapa yang ingin merebut semua kekuasaan menjadi kekuasaan global ? Tak lain adalah Amerika Serikat dan sekutunya si pemenang perang.

“Saat yang menentukan terjadi pada tahun 1951, ketika Iran memberontak terhadap perusahaan minyak Inggris yang sedang mengeksploitasi sumber daya alam Iran dan manusianya. Perusahaan itu adalah pendahulu British Petroleom, sekarang BP. Sebagai tanggapannya Perdana Mentri Iran yang populer dan dipilih secara demokratis (yang diberi gelar Man of the Year oleh majalah Time pada tahun 1951) Mohammad Mossadegh. Dia menasionalkan semua aset minyak Iran. Inggris yang merasa sakit hati mencari sekutunya pada Perang Dunia II, Amerika Serikat. Akan tetapi kedua negara takut bahwa tindakan militer akan memicu Uni Soviet bertindak atas nama Iran.

Washington memberangkatkan agen CIA Kermit Roosevelt (cucu laki-laki Theodore Roosevelt). Ia menjalankan tugasnya dengan brilian, memenangi orang-orang melalui penyuapan dan ancaman. Ia kemudian menyewa mereka untuk mengatur serangkaian hura-hara di jalan-jalan dan demonstrasi yang penuh kekerasan, yang menciptakan kesan bahwa Mossadegh tidak populer dan tidak mampu. Pada akhirnya, Mossadegh turun dan menghabiskan sisa hidupnya sebagai tahanan rumah. Shah Mohammad Reza yang pro Amerika menjadi diktator yang tak tertandingi. Kermit Roosevelt telah meletakkan batu pertama untuk sebuah profesi baru.
Yaitu Economic Hitman.”

( Halaman 20 )

Kisah tentang Iran ini terus berlangsung termasuk proses penggulingan Soekarno yang kemudian diganti oleh pak Harto sebagaimana dijelaskan oleh penulis sendiri sbb :
'Hingga tahun 1971, tekad Amerika Serikat untuk menjatuhkan Indonesia dari Komunisme menguat karena hasil Perang Vietnam terlihat sangat tidak pasti. Presiden Nixon telah memulai serangkaian penarikan pasukan pada musim panas 1969 dan strategi Amerika Serikat cenderung berperspektif lebih global. Strategi difokuskan untuk mencegah efek domino bahwa satu negara jatuh ke tangan komunis setelah yang lainnya, dan strategi itu difokuskan pada beberapa negara, dimana Indonesia adalah yang utama. Proyek elektrifikasi MAIN adalah bagian dari rencana keseluruhan untuk memastikan kekuasaan Amerika Serikat di Asia Tenggara.
Dasar pikiran kebijakan luar negri Amerika Serikat adalah bahwa
Suharto akan melayani Washington dengan cara yang serupa dengan shah Iran. Amerika Serikat juga berharap bangsa itu akan berfungsi sebagai model untuk negara lainnya di wilayah itu.'
(Halaman 23)

Demikian cara baru membangun kekuasaan global dimunculkan. Cara serupa terjadi atas Venezuela, Equador, Iran, Irak, Saudi Arabia dan Panama. Di Panama keikutcampuran Amerika bukan karena minyak melainkan karena Panama mempunyai terusan Panama yang sangat strategis, yang menghubungkan samudra pasifik dan samudra atlantik.

(Topik yang terjadi di Arab Saudi, Venezuela, Equador, Panama dan Iran ini mengisi tulisan cerita John Perkins sampai akhir buku )

Lalu apa itu 'The Economic Hit Man ' ?

Economic Hit Man (EHM) adalah profesional berpenghasilan sangat tinggi yang menipu negara-negar adi seluruh dunia triliunan dolar. Mereka menyalurkan uang dari Bank Dunia, USAID, dan organisasi 'bantuan' luar negri lainnya menjadi dana korporasi-korporasi raksasa dan pendapatan beberapa keluarga kaya yang mengendalikan sumber-sumber daya alam planet bumi ini. Sareana mereka meliputi laporan keuangan yang menyesatkan, pemilihan yang curang, penyuapan, pemerasan, seks dan pembunuhan. Mereka memainkan permainan yang sama tuanya dengan kekuasaan sebuah permainan yang telah menentukan dimensi yang baru dan mengerikan selama era globalisasi.
( Halaman v!!)

Tugas seorang Economic Hit Man :
'Untuk mendorong para pemimpin dunia agar mejadi bagian dari jaringan luas yang mengutamakan kepentingan komersial Amerika Serikat. Pada akhirnya, para pemimpin itu akan terjerat dalam belitan hutang yang akan memastikan loyalitas mereka. Mereka dapat memanfaatkan kapan pun mereka mau untuk memenuhi kebutuhan politik, ekonomi, atau militer.
Melalui proyek proyek besar kawasan industri, pembangkit tenaga listrik, dan bandar udara. Para pemilik perusahaan rekayasa / konstruksi Amerika Serikat akan menjadi kaya luar biasa.'

(Halaman x)

'Bila tugas ini gagal suatu bentuk Hit Man yang lebih keji, serigala akan maju. (*aku tak tahu defini serigala ini). Dan jika serigala gagal, maka tugas akan jatuh ke tangan militer.
(*Mungkin ini yang terjadi dengan Irak tempo dulu, EHM gagal, serigala gagal. Maka pada akhirnya militer yang maju).

(Halaman x!!)

Penjelasan lain oleh pengarang :

Pekerjaanku mempunyai dua tujuan utama :
Pertama , aku harus membenarkan pinjaman internasional yang besar yang akan menyalurkan uang kembali ke MAIN dan perusahaan Amerika Serikat lain (seperti Bechtel, Halliburton, Stone dan Webster, dan Brown & Root) melalui proyek-proyek rekayasa dan kontruksi raksasa.



Kedua, aku akan bekerja untuk membangkrutkan negara-negara yang menerima pinjaman itu (setelah negara-negara itu membayar MAIN dan kontraktor Amerika Serikat lainnya, tentu saja) sehingga negara-negara itu selamanya akan berutang kapada kreditor mereka, dan dengan demikian mereka akan menjadi sasaran empuk ketika kami memerlukan dukungan mereka, yang meliputi pangkalan militer, hak suara PBB atau akses kepada minyak dan sumber daya alam lain.


Fakta bahwa utang yang dibebankan pada suatu engara akan menghilangkan kesehatan, pendidikan, dan layanan sosial lainnya bagi warga negaranya yang paling miskin selama puluhan tahun ke depan, tidaklah dipertimbangkan.
(Halaman 17)

Yang kaya bertambah kaya dan yang miskin bertambah miskin. Namun dari sudut pandang statistik, hal ini dicatat sebagai kemajuan ekonomi.
(Halaman 18)


Harapan / alasan mengapa buku ini ditulis oleh John Perkins :

'Buku ini ditulis sedemikian sehingga kita bisa membentuk kembali kisah kita. Aku yakin bahwa jika cukup banyak dari kita menyadari bagaimana kita dieksploitasi oleh mesin ekonomi yang menciptakan hasrat yang tidak pernah terpuaskan akan sumber-sumber daya dunia, dan menghasilkan sistem yang mengembangkan perbudakan, maka kita tidak akan mendiamkannya lebih lama lagi. Kita akan menilai ulang peran kita di dalam sebuah dunia di mana segelintir manusia berenang dalam kekayaan dan mayoritas tenggelam dalam kemiskinan, polusi dan kekerasan. Kita akan bertekad untuk mengemudi ke arah belas kasih, demokrasi, dan keadilan sosial bagi semua orang.

Mengakui sebuah masalah adalah langkah pertama ke arah menemukan solusi. Mengakui sebuah dosa adalah langkah awal penyelamatan. Maka biarkanlah buku ini menjadi penyelamatan kita. Biarkanlah buku ini mengilhami kita ke tingkat pengabdian yang baru dan memandu kita untuk mewujudkan mimpi kita tentang masyarakat yang seimbang dan terhormat'.

(Halaman x!!!)

Bagi yang ingin membaca langsung bukunya, bisa didapatkan disini :
http://serbasejarah.wordpress.com/unduh-e-book-sejarah/
------- *** ------

Minggu, 01 Juni 2014
Jubail, Saudi Arabia
Si Mon