Minggu, 15 Januari 2023

Tetangga yang baik

Suatu waktu ketika saya sedang menggendong si adik yang sedang sakit, dia pernah memperkenalkan anak perempuannya. Dengan bangganya dia ceritakan bahwa anak perempuannya itu saat ini sedang belajar di Kanada. Yang karena sedang liburan dia mengunjungi orang tuanya. 
Mobilnya toyota camri, yang berwarna putih, yang dengan rajinnya hampir setiap hari dia cuci sendiri. Disampingnya terparkir mobil saya yang juga berwarna putih, hanya saja kalau mobil saya cukup jarang saya cuci. 

Koneksi internet di zaman sekarang ini menjadi kebutuhan yang primer. Wis pokoknya kalau tidak ada koneksi internet itu sangat repot dan merepotkan. Nah, semenjak kepindahan saya di kontrakan yang baru. Begitu saya lihat desain rumah tersebut yang sudah terintegrasi kabel LAN. Saya langsung request untuk ikut disediakan internet sekalian. Dan dengan seketika sang pemilik rumah langsung eksekusi. Jebulnya internet saya itu hasil sharing dengan tetangga saya atas instruksi dan koordinasi dari pemilik rumah.
Saya sangat terbantu sekali, meski tidak terlalu kencang kecepatannya, tapi sudah mencukupi untuk kebutuhan saya dan keluarga. Youtuban, video call, update software perangkat yang macam-macam itu. Semuanya sudah tercukupi. 

Saat sedang menjalani rutinitas hariannya, yaitu mencuci mobil petang hari. Dia menyapa saya, untuk kemudian dia bercerita tentang rencananya untuk pensiun. 
Dalam dua tahun kedepan dia hendak pulang ke kampung halaman. 
"Weeeehhh.... Wuelloook tenan, Hebat tenan iki".
Ini sudah menyaingi master plan dari teman saya Juragan Gurameh, ST yang paling suka maido itu. Menurutnya sudah cukup lah, anaknya sudah nyaman di Kanada. Sudah waktunya bagi dia untuk menikmati perikehidupan di kampung halaman. 
Kemudian saya jadi berpikir. Lha kalau planning saya bagaimana ? 
Mongsok saya ndak punya planning, seperti Juragan Gurameh, ST teman saya yang luar biasa itu ? 
"Weleeeh .... sik ... sik ... jadi begini, planning saya itu adalah ... nganu.. Emmm .... emmm ... wis pikir nanti saja".

Nampaknya dia itu sangat mengidolakan Bunda Teresha. Atau Gandhi. Saya mengenalnya sudah satu tahun ini. Dia itu tetangga saya. Namanya Pak Fernando. Dan dia adalah tetangga yang baik. Dan tetangga yang baik adalah rezeki. 

Alhamdulillah.  

Mudah-mudahan bila benar dia meninggalkan Oman lebih dahulu dari saya, semoga Alloh berikan tetangga yang sama baiknya atau lebih baik lagi. 

Al Khuwairiyah, Majis, Falaj Al Qabail, Sohar, Oman
14 Januari 2023
Simon Dinomo


Senin, 09 Januari 2023

Jaket baru... yang asli ... bukan imitasi

Belum lama ini saya dikasih jaket baru dari tempatku bekerja. 

Ceritaku itu begini : 
Sore itu teman saya, juragan gurameh. Langsung memakai jaket baru yang berwarna hitam itu. Yang bahannya agak kaku, tapi halus, yang tahan air dan tahan angin. Biar kata mau dipakai untuk mendaki gunung merbabu, yang anginnya  "... Mak Whuuuus..." itu, kiranya masih mumpuni. 
Sebelumnya ketika saya bertemu bapak Letkol. Saya dikasih tahu, bahwa jaket yang berukuran S memiliki kualitas bahan yang paling bagus. 
"Ah mosooook  ... Ser ? "
Saya memaido statement dari bapak letkol, mengikuti temen-temen saya yang lain yang sukanya maido. Barangkali sifat suka maido itu bisa menular. 

"Mon jaketmu ukuran apa ? "
"Kamu dapat size M yaaa ? Iyaa kan ? "
"Wiiis imitasi itu jaketmu. Niih coba kamu lihat jaketku yang size S, coba kamu elus-elus. Ini yang asli, bagus kayak merk RedWing"
Juragan gurameh nerocos, memberi informasi tentang jaketnya, yang katanya asli. Sedang punya saya imitasi. 

"Weeeeeh... imitasi ? Mongsok tho gan... gan ?"
Sekali lagi saya memaido informasi itu. 
"Lha terus apa tukeran saja po gan, sama jaket saya ?"
"Waaah yo wegah Mon, mongsok jaket asli mau dituker sama imitasi ?"
"Weleeeh yo wis ben gan... gan. Biar imitasi wong cuman dikasih yaaa, pokoknya matur nuwun, wis begitu saja gan... gan".

"Lha terus dimana jaketmu kok ndak kamu pakai mon ? "
"Jaketku tak masukin loundry Gan.. Gan".
"Woooh ndak dong kamu itu mon, wong jaket model begini kok di loundry. Nanti rak pating jabrut nggak karuan".
"Eeee ben Gan... gan. Biar pating jabrut yang penting jaketnya dewek".

Cerita itu tidak berhenti sampai di situ saja. Karena ada beberapa teman saya, yang mana belum mendapatkan jaket tersebut. 
Yaa semoga saja dalam satu atau dua bulan kedepan semua personel sudah memperoleh jaketnya masing-masing. 
Kalau sampai masih ada yang belum dapat juga. Weeeh bersiap-siaplah paling-paling akan terdengar dimana-mana komen di bawah ini : 

"Ha.... 3x. Yo wis sing sabar yooo awakmu."
"Wah jian kasian deh loeeee......!!"
"Sooookoooor.... rasakno... kapokmu kapan"

Apalagi kalo yang tidak kebagian itu adalah saya, weleeeh. 
Bisa ramai warung kopi tujuh hari tujuh malam lamanya. 

Liwa, Sohar, Oman
09 Januari 2023
Simon Dinomo

Minggu, 08 Januari 2023

Menunggu Sebuah Ide ...

Menurut tutorial dari banyak motivator yang bertebaran di youtube. Untuk menjadi seorang youtuber yang sukses itu, salah satu hal yang harus dilakukan yaitu harus rajin upload video, harus rutin, harus disiplin. Rata rata kalau dilihat di channel youtube yang sudah sukses itu, mereka secara rutin upload video minimal seminggu sekali. Bahkan ada yang membuat video tiga kali dalam satu minggu. 
Lha jebulnya terus terusan istiqamah secara rutin itu juga tidak mudah. 
Ide-nya harus diketemukan setiap minggu. 

Itu lho yang jadi persoalannya. 
Yang namanya ide itu, kadang kala muncul begitu saja. Bahkan terkadang tanpa ngapa-ngapain tiba-tiba mak cengkling ...."aha..." saya punya ide. 
Akan tetapi dikala sodara ide itu ditunggu-tunggu. Welhooo lha kok malah ngumpet nggak njedul - njedul. Piye iku cobo ... piye ? 

Menjadi sebuah resolusi saya, bahwa di tahun ini saya mau mencoba membangun sebuah channel youtube secara konsisten. Perkara ndak ada yang nonton yaa biar saja. 
Hal mana yang ingin saya coba lakukan dan tekuni adalah. Bilamana sudah mampu untuk terus rutin membuat karya itu sudah menjadi prestasi tersendiri. Mudah-mudahan channel youtube tersebut bisa bermanfaat untuk orang lain. 
Atau setidak-tidaknya bisa menjadi sebuah jejak sejarah yang bisa ditonton oleh anak-anakku. Mata rantai penerusku. 

Nah kembali lagi kepada sodara ide itu. Minggu ini saya sudah mencoba untuk menunggunya untuk mengisi konten saya yang berikutnya. 
Deadline sudah hampir tiba, lha kok sodara ide masih belum muncul - muncul juga. Padahal saya sudah coba untuk mencarinya secara maksimal. Jalan-jalan .... sudah saya coba, dari mulai tempat perbelanjaan, taman-taman yang indah, pinggiran pantai, restorant-restorant. Wis pokoknya yaa sudah banyak aneka tempat. 
Banyak yang bilang minum kopi bisa memantik ide berdatangan. 
Lha ini saya sudah ngopi berkali - kali, bergelas-gelas. 
Tapi semuanya itu tidaklah bisa memunculkan sodara ide di benak saya, untuk mengisi konten saya yang berikutnya. 

Weeelha piye iki.... sudah waktunya ngonten malah belum ada ide. 

Sebagai seorang muslim yang meyakini bahwa ada Alloh, Tuhan Pencipta Langit dan Bumi, Yang Maha Penolong, Yang Maha Pengasih dan Penyayang, Yang Maha Segala-galanya pantang untuk berputus asa. 
Yang dengan KehendakNya segala yang sulit bisa menjadi mudah. Juga bila Dia berkehendak sesuatu yang terlihat mudah bisa menjadi sulit. 
Masyaalloh sungguh ini adalah nikmat yang tiada tara. 
Maka saya angkatlah kedua tangan saya, saya akui dengan sepenuh hati, dengan sepenuh kesadaran saya, akan kelemahan saya, ketidakberdayaan saya. Saya yang selalu merasa butuh kepadaNya.  yang tidak bisa apa-apa tanpa pertolongan dariNya Tuhan Pencipta Langit dan Bumi. 
Dan Dia adalah Tuhan Yang Maha Pemberi, Maha Pemurah. Dialah Tuhan yang akan merasa malu bila ada hambanya yang meminta sampai mengangkat kedua tangannya, kemudian Dia tidak memberinya. 

Dan benar saja, secara tak disangka-sangka. Sodara ide itu muncul di benak saya. 
Ketidakadaan ide itu justru menjadi ide itu sendiri. 
Masyaalloh, Alhamdulillah.... kemudian Alhamdulillah... kemudian Alhamdulillah. 
Matur nuwun Yaa Alloh. 


Liwa, Sohar, Oman
07 Januari 2023
Simon Dinomo


Jumat, 06 Januari 2023

Oglangan ... !

Semenjak saya pindah kontrakan yang sudah hampir satu tahun lamanya. Seingat saya baru kali ini mengalami yang namanya oglangan alias mati lampu yang cukup lama. 
Ketika itu sehabis makan siang, koneksi wifi tiba - tiba terputus. Yang pada awalnya saya kira cuma gangguan signal, atau ada masalah di router.  Jebul ternyata bukan itu masalahnya.
Lha wong di  routernya lampu indikatornya stop semua. 
"Wuedan, jebul ini itu oglangan tho ? "
Saya bergumam sendiri. 

Kejadian oglangan ini berakhir kira-kira pukul 16:30. Berarti perkiraan oglangan ini terhitung katakanlah 4 jam lamanya. Dan ini merupakan sebuah rekor. 
Sebetulnya kejadian oglangan itu yaaa, biasa saja. Akan tetapi bagi keluarga besar saya di Sohar. Kejadian yang biasa saja itu bisa meramaikan suasana. 
Lha buktinya ketika saya laporan ke whatsapp group keluarga besar saya di sohar. Suasana group langsung cair, banyak comment berdatangan. 
Dan bagi saya kalau bisa membuat senang sedulur saya, itu juga sudah merupakan kesenangan tersendiri. 

"Lapor sodara, dengan ini saya memberitahukan bahwa di kontrakan saya yang dekat kantor pos itu, yang di depannya ada tiang listrik yang agak miring itu,  sedang mengalami oglangan alias mati lampu. Laporan selesai."
Begitulah saya laporkan kejadian yang saya alami. 
Komen-komen yang panjang itu kalo saya ringkaskan jadinya begini : 

"Walah mon ... mon ... sudah ngontrak harganya mahal, lha kok masih mati lampu, mati air ... mesak-ne men tho mon... mon". 
"Hidupmu kok susah men tho mooon... mooon".
"Ujian kok ndak habis ... habis thooo Mooon....mon, tampangmu itu lho nganti ngenes tenan".

Begitulah komen - komen yang berdatangan. Yang saja jawab dengan santai, mengutip video yang viral di media sosial berbagai platform. 

"Lha wong namanya hidup yaa banyak ujian, kalo banyak cucian namanya loundy".

Alhamdulillah, sedulur - sedulur saya pada seneng, pada bahagia. Begitulah saya bacai kesemuanya dengan cekikikan. 
Saya pandangi, jalanan di depan kontrakan saya. Yang terang gemerlapan. Seperti dalam cerita Umar Kayam yang fenomenal itu. "Seperti kunang-kunang di Manhattan".
Minimarket 24 jam ada, loundry dekat, restarurant dekat, ada taman bermain yang bersih yang banyak bunganya yang toiletnya bersih yang ada tempat ngopinya, warung sate ? weleh..malahan ada dua. Masjid ada 2 yang semuanya ramai betul. Cuci mobil ? malahan ada 3. Semuanya pakai lampunya sendiri sendiri yang terang benderang. Masyaalloh wuellok tenan. Opo ora hebat ? 

Liwa, Sohar, Oman
04 Januari 2023
Simon Dinomo

Minggu, 25 Desember 2022

Kopi nget-ngetan'nya Juragan Gurameh

Cerita ini tentang teman saya. 
Dia itu juragan berbagai macam sektor. Selain sebagai juragan gurameh, yang kolamnya berkotak-kotak. Dia juga merupakan juragan kontrakan alias kos-kosan yang semakin hari terus ditambahnya. 
Menurutnya hal itu dalam rangka untuk mencapai visi dan misi sebelum umur 40 balik kampung. 
Wuelok tenan tho, hebat tenan tho ? 


Suatu ketika saya kerja lembur di groupnya Juragan Gurameh. 
Saat itu kira-kira jam 09:00 pagi. Masing masing sudah menyeduh segelas kopi. Pagi - pagi tho yooo, mongsok ora ngopi. 
Nah ketika baru beberapa sruputan, lha kok tiba - tiba ada panggilan. 
Juragan Gurameh langsung mak brabat pergi keluar untuk menyelesaikan tugasnya. 

Lha terus pada sore harinya, secara tiba-tiba.
Dia itu menyruput kopi lagi. 

"Welhooo, wuelloook tenan ngopi lagi tho gan ? "

"Nggak kiii ....!"

"Nyaaaaak, lha yang kamu sruput itu apa ? "

"Wooo ini tho ? Ini kopi tadi pagi, saya panasi lagi pakai microwave."

"Weeeeh jian wueloook tenan, rasanya gek terus gimana itu gan ?
Jian... jian minum kopi sudah seperti gudek jogya saja. Makin di enget makin enak. Mongsok kopi kok dipanasi lagi di microwave ? Mongsok kopi kok nget-ngetan ?"

"Eeee mbuh Mon... mon"

"Iki piye tho Mon... Mon ... !" 
Juragan Gurameh mulai resah, dan sambat seperti biasanya. 

"Apane tho Gan...  yang kepiye ?"
"Mongsok kerjo kok tiap hari, nguntali Chromium active ? Guendeng tenan... !
Lha gek dirimu itu lho Mon, podo wae tiap hari kok nguntali additive, Calcium Stearate, Zinc Stearate. Mengguk apa ndak kamu nanti lama-lama ?"

"Wis tho gan sik penting dihabisin dulu Kopi Nget-Ngetanmu itu"

Begitulah keseharian saya dan juragan gurameh. Bagi juragan gurameh Chromium active itu sudah seperti tepung terigu untuk membuat bakwan.
Segala resiko kami pikul untuk menafkahi keluarga kami masing-masing. Mudah-mudahan saja pada semua yang kami perolah diberikan keberkahan. 
Lha wong live must goooo Oooon. Kehidupan harus terus berjalan jeeeeee.
Mudah-mudahan kami diberikan kekuatan dan kesehatan dan kemudahan untuk memikul semuanya. 


Terus yang saya tidak habis pikir. Mongsok kopi kok dinget ? Ini kalo bukan karena ide kreatif dan inisatif dan inovatif dan intuitif, yang out of the box dari seroang juragan apa ya ada ? 
Wueloook tenan pokoknya. Hebat tenan. 
Itulah teman saya Mas Juragan Gurameh, ST. 


Minggu, 25 Desember 2022
Operator Shelter OQ, Liwa, Oman
Simon Dinomo




Kamis, 18 Agustus 2022

Nasyid Anak Alifun Ba (نَشِيْدْ أَلِفٌ بَاءٌ)


Link video : https://www.youtube.com/watch?v=-cJu5dlnlYM
Jum'at 19 Agustus 2022
Al Khuwairiyah, Falaj, Sohar, Oman

اَلِفٌ اَرْنَبْ يَجْرِي يَلْعَبْ يَأْكُلُ جَزْرًا كَيْلَا يَتْعَبْ
Alifun : kelinci berlari dan bermain, makan wortel agar tidak lelah. 

بَاءٌ بَطَّةْ نَطَّتْ نَطَّةْ وَقَعَتْ ضَحِكَتْ مِنْهَا الْقِطَّةْ
Ba'un : bebek lompat-lompat, terjatuh dan ditertawakan kucing. 

تَاءٌ تَاجْ فَوْقَ الرَّأْسْ فِيْهِ الذَّهْبُ وَ فِيْهِ الْمَاسْ
Ta'un : mahkota di atas kepala, berisi emas dan intan.

ثَاءٌ ثَعْلَبْ صَادَ الدَّجَاجَةْ هُوَ مَاكِرْ وَقْتَالْحَاجَةْ
Tsa'un : musang berburu ayam, binatang licik di saat butuh. 

جِيْمٌ جَمَلٌ فِيْ الصَّحْرَاءْ مِثْلَ سَفِيْنَةْ فَوْقَ الْمَاءْ
Jimun : unta di padang pasir, ibarat kapal di atas air.

حَاءٌ حَجٌّ اَسْمَى رَغْبَةْ فِيْهِ طَوَافٌ حَوْلَ الْكَعْبَةْ
Ha'un : haji adalah impian tertinggi, ada thawaf mengililingi ka'bah

خَاءٌ خُبْزٌ عِنْدَ الْبَائِعْ لَا يَأْكُلُهُ إِلَّا الْجَائِعْ
Kha'un : roti di penjual, hanya dimakan oleh orang lapar. 

دَالٌ دِيْكٌ حَسَنُ صَوْتْ قَامَ يُؤَذِّنُ فَوْقَ الْبَيْتْ
Dalun : ayam jantan bersuara merdu, bangun dan adzan di atas rumah. 

ذَالٌ ذِئْبٌ وَحْشٌ صَلْبٌ لَا يُرْهِبُهُ إِلَّا الْكَلْبْ
Dzalun : serigala buas dan jahat, hanya anjing yang dapat menakutinya. 

رَاءٌ رَجُلٌ عَرَفَ الدِّيْنَ فَهُوَ صَدُوْقٌ وَ هُوَ اَمِيْنْ
Ra'un : laki - laki yang paham agama, dia adalah orang yang jujur dan terpercaya.

زَائٌ زَهْرَةْ اَصْفَرْ وَ اَحْمَرْ هِيَ بِعَيْنِيْ اَحْلَى مَنْظَرْ
Zayun : bunga berwarna warni, pemandangan terindah bagi mataku.

سِيْنٌ سَاعَةْ تَحْفَظْ وَقْتِيْ فِيْ مَدْرَسَتِيْ اَوْ فِيْ بَيْتِي
Sinun : jam yang menjaga waktuku di sekolah dan di rumah. 

شِيْنٌ شَمْسْ صُنْعُ قَدِيْرْ فِيْهَا الدِّفْءُ وَ فِيْهَا النُّوْرْ
Syinun : matahari ciptaan Yang Maha Kuasa, berisi kehangatan dan cahaya.

صَادٌ صَائِدْ اَلْقَى الشَّبَكَةْ بَعْدَ قَلِيْلٍ صَادَ السَّمَكَ
Shadun : nelayan melempar jaring, sebentar lagi ia berhasil menangkap ikan.

ضَاءٌ ضَابِطْ يَحْمِيْ وَطَنِيْ يَحْفَظُ اَمْنِيْ يَرْعَى سَكَنِيْ
Dhadun : polisi yang melindungi negeri, mengontrol keamanan, dan menjaga tempat tinggalku.

طَاءٌ طِفْلٌ اَجْمَلُ طِفْلٍ فَهُوَ نَظِيْفٌ حَسَنُ الشَّكْلِ
Tha'un : anak kecil tertampan, bersih dan bagus rupanya. 

ظَاءٌ ظِفْرٌ نَظَّفْنَاهُ طَالَ قَلِيْلً وقَصَصْنَاهُ
Zha'un : kuku yang selalu kami bersihkan, apabila memanjang sedikit, kami potong. 

عَيْنٌ عَيْنً تَخْشَى اللَّهَ تَشْهَدُ خَيْرًا فِيْهِ رِضَاهْ
'ainun : mata yang takut kepada Alloh, menyaksikan kebaikan yang mendatangkan ridho-Nya. 

غَيْنٌ غَارُ غَارُ حِرَاءْ فِيْهِ أُنْزِلَ الْقُرْآنْ
Ghainun : gua hira adalah tempat turunnya Al Qur'an.

فَاءٌ فِيْلْ ذُوْ اَنْيَابْ وَهُوَصَدِيْقٌ يَا اَصْحَابْ
Fa'un : gajah bergading, dia adalah kawan wahai teman-teman.

قَافٌ قَمَرٌ فِيْهِ مَنَالٌ وَمَوَاقِيْتٌ تَهْدِيْ السَّائِرْ
Qaafun : bulan merupakan patokan tempat dan waktu yang memandu orang bertanya. 

كَافٌ كَلْبٌ عَاشَ جِوَارِيْ يَحْرُسُ غَنَمِيْ يَحْرُسُ دَارِيْ
Kaafun : anjing yang tinggal di sisiku, menjaga kambing dan melindungi rumahku. 

لَامٌ لَحْمٌ يَنْمُوْ جِسْمِيْ يَكْسُيْ عَظْمِيْ فِيْهِ اَسْمَنْ
Laamun : daging tempat tubuhku berkembang, menutupi tulangku yang bagian mulia. 

مِمٌ مَسْجِدْ بَيْتُ اللَّهْ فِيْهِ اُئَدِّيْ كُلَّ صَلَاةْ
Miimun : masjid rumah Alloh, tempat aku mengerjakan shalat. 

نُوْنٌ نَهْرٌ نَهْرٌ النِّيْلْ فَهُوَ كَرِيْمٌ غَيْرُ بَخِيْلْ
Nuunun : sungai Nil, sangat dermawan, dan tidak pelit. 

هَاءٌ هَرَمٌ عَالِيْ الْقِمَّةْ وَبِنَائُهُ رَمْزٌ لِلْهِمَّةْ
Haa'un : piramida yang tinggi, pembangunannya adalah simbol akan cita-cita yang tinggi. 

وَاوٌ وَجْهٌ لِلْإِنْسَانْ  فِيْهِ نُوْرٌ بِالْإِيْمَانْ
Wawun : wajah manusia, yang diliputi dengan cahaya keimanan. 

يَاءٌ يَدٌ تَرْسُمُ زَهْرَةْ تَبْدِعُ شَكْلًا تَظْهِرُ فِكْرَةْ
Yaa'un : tangan pelukis bunga, dapat membuat bentuk dan mewujudkan pikiran. 

Sabtu, 30 Juli 2022

Bangsaku kaya akan Falsafah


Ntah dari Pram atau Ahmad Thohari atau bahkan mungkin bukan dari keduanya. Seingatku diantara kedua itu. Judul maupun bukunya juga tidak aku ingat lagi. 
Pernah kubacai salah satu falsafah bangsaku. Yaitu : 

"Sak dowo dowone lurung, isih luwih dowo gurung".

Maknanya : 
"Pembicaraan orang dapat tesebar luas tanpa tahu batasnya. Terlebih lagi mengenai hal cela dan aib sesorang, mudah sekali tersiar kemana-mana"

Dahulu sewaktu umurku belum sampai seperempat abad, kukira ada sesuatu yang ideal di bumi ini. 
Ya itu bisa saja, karena pada kenyataannya pernah kita jumpai tokoh kontemporer seperti Gandhi ataupun Bunda Theresa tetapi tidak perlu dipaksakan untuk menjadi ideal. Biarlah saja mengalir sekehendak Tuhan Pencipta Langit dan Bumi. 
Realitanya adalah di bumi ini tidak akan pernah kita jumpai tatanan yang ideal. Manusia tetaplah dengan sisa sisa kebinatangan yang dimilikinya. Bila hendak mencari sesuatu yang ideal. Hendaknya naiklah ke langit, mungkin kau dapati disana para malaikat. Karena di bumi tidak akan pernah ketemu. 

Kembali lagi ke falsafah bangsaku, eh bukan bangsa kita. 
Juga Pram atau yang lain, yang juga aku lupa , pernah menuliskan, kira - kira begini : 

Jauh sebelum Mendel menemukan teori yang rumit itu. Bangsa kita sudah mengatakan : 
"Kacang ora ninggal lanjaran"
Bahkan nenek moyang kita sudah tahu bahwa sample terbaik untuk mempelajari sifat pewarisan dalam genetika adalah tumbuhan kacang. Sebagaimana dilakukan percobaan oleh Mendel. 
Tapi siapa yang lebih dulu memulai teorinya aku tidak terlalu perduli. 
Yang jelas sewaktu simbah-simbah kita yang belum tentu bisa berbahasa indonesia dengan baik, yang bahkan mereka tidak bersekolah. Tapi mereka bisa merumuskan ilmu terkemuka itu dengan kacang yang tidak akan pernah jauh dari lanjaran. Itu sudah prestasi yang aku layak berbangga dengannya. 

Opo ora hebat ? Kurang hebat apa nenek moyangku. Eh nenek moyang kita. 

Nah kesimpulannya : 
"Lha gimana mongsok ngopi ndak membahas aib sodara/bos/sedulure .. yaa kurang greeeng".
"Mongsok terus ora ngopi ...."

Lha niku kagem hiburan kulo niku, menawi salah dan dosa mugi panjenengan paring pangapuro nggih Gusti. Lha musik mboten angsal, ngrokok mboten angsal, meh nonton film kok nurani  sajak ngomong ... "ojo okeh - okeh ora apik". Lha terus mosok nggak duwe hiburan. Kamongko jarene "Bila tidak ada musik dunia sepi kurang asik". Gek kulo seneng tenan lho kalian musik niku. Mbok saestu. Ning nggih kulo tinggal sak mampu kulo. 

Nyuwun panjenengan ngapuro nggih Gusti. Lha wong panjenengan Maha Pengampun, Maha Pengasih dan Penyanyang ngoten lho. Kulo tresno tenan dumateng panjenengan. 
Nggih Gusti nggeh ... kagem hiburan kok. Mboten nopo - nopo nggih. 


Sabtu, 30 Juli 2022
Al Khuwairiyah, Falaj, Sohar, Oman
Simon Dinomo